
Sudah lebih dari tiga bulan Qenny tidak masuk kantor. Semenjak kepergian Ara meninggalkan nya dan tidak pernah menampakkan puncak hidungnya di apartemen yang di sewakan kantor tersebut.
Qenny hanya di urus oleh Huang dan pelayan pria tanpa mau melakukan aktivitas apapun. Dia benar-benar terpuruk bahkan seperti kehilangan sayap tidak tahu arah tujuan dan hanya meringkuk di sofa atau di lantai kamar tempat dia terjatuh saat pertama kali mendapat tendangan dari gadis bernama Shania Sahara Atmaja.
Mendengar laporan dari Huang, Nyonya Besar Cantika semakin berang pada Altezza. Bagaimana mungkin seorang karyawan tidak masuk kantor, Altezza selalu direktur di 'Agung Tanoe Podomoro', malah sibuk dengan para selir nya.
BRAAAK ...!
Cantika mendobrak pintu ruangan Altezza, melihat sosok binatang yang tengah menunggangi seorang office girl tanpa kenal waktu.
"Apa yang kamu lakukan Altezza? Ini kantor! Kamu pikir aku akan memaaf kan perlakuan mu yang seperti ini?" sesal Cantika melihat kelakuan Altezza yang bergegas mencabut benda keras itu dari milik office girl yang hanya pasrah menelentang di atas meja ...
Wanita itu menunduk ketakutan, saat melihat Nyonya Besar Cantika menatap nya dengan tatapan jijik.
Cantika yang sudah stress semenjak kepergian putra kesayangannya, Qenny ... Sontak mengusir office girl tersebut dari ruangan Altezza, dan berkata lantang di hadapan Huang dan beberapa karyawan yang ikut menyaksikan kejadian tersebut.
"Mulai saat ini! Aku memecat mu menjadi direktur di perusahaan 'Agung Tanoe Podomoro', dan posisi mu di gantikan oleh Huang Zhong untuk sementara waktu, hingga Qen sembuh dari pesakitan nya!" tegas Cantika.
Mendengar keputusan owner yang akan menyerahkan perusahaan raksasa tersebut pada seorang driver, tanpa harus mengadakan rapat besar bersama Tuan Besar Hary.
"Ta-ta-tapi Nyonya, kita belum mengadakan rapat besar bersama Tuan Besar Hary. Aku minta maaf Nyonya," mohon Altezza bersujud di hadapan Nyonya Besar Cantika.
Cantika menggeser kakinya, agar tidak tersentuh oleh pria yang menjijikan itu, "Aku akan tetap mengganti mu! Mencari secretaris mu saja kau tidak mampu! Malah kau biarkan Qen menderita berbulan-bulan disana! Pemimpin seperti apa, kau?"
"Nyonya Besar, aku sudah mengusahakan untuk mencari gadis bernama Shania Sahara Atmaja, tapi sampai saat ini, kami belum menemukan nya, Nyonya. Aku mohon jangan pecat aku. Beri aku waktu untuk tetap mencari keberadaan gadis itu, Nyonya," mohon Altezza.
__ADS_1
Nyonya Besar Cantika tak bergeming, dia segera menghubungi suaminya, untuk segera menuju Tokyo, membawa serta secretaris putra kesayangannya, Lulu.
Sontak Altezza semakin penasaran, 'Siapa sebenarnya, Qen? Kenapa dia sangat di pertahankan di perusahaan ini? Padahal dia hanya seorang driver, tapi bisa mendapatkan gaji diatas secretaris ku selama tiga bulan berturut-turut, tanpa harus bekerja. Dan apa hubungannya dengan Ara? Bukankah gadis itu juga hanya sebagai seorang wanita sampah ...!'
Mendengar berita yang selama ini di tutup rapat oleh Cantika terhadap suaminya Hary, membuat pria itu naik pitam. Bahkan dengan kode rahasia dia berbicara menggunakan bahasa mereka berdua yang membuat Altezza tampak kebingungan.
Huang sangat mengetahui bagaimana Keluarga Subagio menghadapi semua permasalahan pelik sekalipun.
Tanpa pikir panjang Cantika menutup telfonnya, dan duduk di sofa ruangan Altezza dengan penuh amarah dan dendam.
'Tega sekali Altezza menjadikan putra kesayangan ku menjadi seorang budak! Dia pikir dia siapa? Aku akan menjadikan mu pembantu untuk putra ku, jika dia masih ingin hidup enak sebelum aku merampas semua kemewahan selama ini ...'
Cantika melirik kearah Huang, "Apa tidak ada jawaban dari Keluarga gadis itu? Siapa nama keluarganya? Dan dari mana asal gadis itu?" tanyanya penasaran.
"Maaf Nyonya Besar Cantika, nama gadis itu Shania Sahara Atmaja. Usianya 23 tahun dan besar di salah satu panti asuhan Seoul. Dia lulusan terbaik sebagai sastra inggris di universitas ternama Seoul. Hanya itu yang saya dapatkan dari pihak universitas tempat dia kuliah. Selebihnya saya belum mendapatkan nya," jelas Huang panjang lebar.
'Apakah gadis itu salah satu sahabat Qenny sewaktu kecil? Oooogh Tuhan, kenapa putra ku harus bertemu dengan gadis itu? Dia gadis yang hilang dan dalam pencarian Hary kala itu. Apakah Qenny jatuh cinta pada putri pewaris kekayaan Atmaja?'
Cantika merebahkan tubuhnya di sofa, hanya bisa meratapi nasib putranya.
"Huang ..."
"Ya Nyonya ..."
"Bawa aku untuk bertemu dengan Qen. Aku sangat merindukan nya ..."
__ADS_1
"Ta-ta-ta- ..."
Cantika melebarkan kedua bola matanya, menatap nanar kearah Huang.
Huang hanya bisa menunduk patuh dalam kebingungannya, 'Bagaimana mungkin aku membawa Nyonya Besar Cantika ke kediaman yang sangat sempit itu? Pasti Nyonya Besar akan membunuh Altezza ...'
Rasa penasaran Altezza semakin besar, 'Bagaimana caranya untuk memergoki dua insan yang tengah berselingkuh dan mengabadikan momen itu untuk aku tunjukkan pada Tuan Besar Hary sebagai barang bukti perselingkuhan mereka ...'
Semua yang ada di ruangan itu hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Altezza masih memikirkan kelicikan nya untuk membuat sebuah fitnah atas kasus perselingkuhan.
Sementara Huang berusaha memberi kabar kepada Tuan Muda Qen, tentang rencana kedatangan Nyonya Besar Cantika ke apartemen kecil tersebut.
Cantika tengah sibuk mencari informasi tentang Keluarga Atmaja menjelang suami tercintanya hadir di Tokyo.
Cantika menghela nafas panjang, 'Jika benar putri kesayangan Atmaja merupakan secretaris pribadi Altezza, yang tidak mengetahui apapun tentang keluarganya. Maka jika semua ini terbongkar, akan menjadi masalah untuk perusahaan ku dan Akuang. Aku harus segera memberitahukan kabar ini pada Hary sebelum kerja sama ini berlanjut, dan mengancam keluarga ku ...!'
Cantika beranjak dari ruangan Altezza menuju ruangannya, yang sudah di nanti oleh calon menantunya, Cleo.
Dengan langkah gontai Cantika berbisik pada Huang, memberi perintah, "Kabari Tuan Muda Qen, aku akan menemui nya. Jangan menghindar, karena semua yang akan aku katakan ada sangkut pautnya dengan gadis yang dia cari!"
Huang menunduk hormat dan menjawab, "Baik Nyonya Besar ..."
Altezza mendelik tajam, berusaha tenang walau hatinya mengumpat kesal, saat menyaksikan orang nomor satu tersebut meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
"Aaaagh shiiit! Aku akan membalas semua perbuatan mu sopir bodoh! Sopir brengsek yang akan menjadi seorang direktur! Apa kemampuan mu? Hebat sekali kau ingin merebut kekuasaan ku!" teriak Altezza di dalam ruangan.