
Hati Ara seketika bergemuruh, bahkan sedikit sakit karena melihat kemesraan dua insan yang di jodohkan itu.
'Brengsek dia! Ternyata masih belum berubah ...' sesalnya sedikit menyesakkan dada.
Ara ingin beranjak dari kedua insan yang sangat menyebalkan itu, namun lagi-lagi dia mesti menyaksikan adegan yang sangat mengiris hati, saat tangan Qenny merangkul mesra tubuh ramping Cleo, dengan mata kearahnya.
Qenny tersenyum tipis, menutup pintu ruangannya dengan kaki, melepaskan pelukannya dari tubuh Cleo.
"Qen! Kenapa kamu seperti akan mencium bibir secretaris pribadi mu?" sesal Cleo merasa cemburu.
Qen mengusap lembut punggung tunangannya, "Itu hanya perasaan mu saja. Kamu tahu sendiri, aku sangat dekat dengan Lulu. Selesai makan siang kami akan ada rapat direksi. Bersama beberapa penulis. Aku harap kamu tidak terlalu lama di sini!" tegasnya.
"Really!?"
Qenny mengangguk meng'iya'kan.
"Beberapa penulis seperti Moonmarvel kah, sayang?" tanya Cleo antusias.
Qenny tampak kebingungan, karena pada dasarnya dia tidak mengetahui nama-nama penulis. Dia menanam saham di sana hanyalah untuk menarik perhatian Shania Sahara Atmaja, just it.
Gadis yang selama ini Qen cari, sehingga Tuan Besar Hary membeli saham Benz agar putranya kembali bangkit dan menjadi CEO di semua perusahaan yang di miliki.
"Aku tidak tahu Cle, mungkin saja. Karena semua ini Lulu yang mengurus semuanya," ucapnya merebahkan tubuhnya di sofa ruangan.
Ruangan yang tampak tenang dan luas, memiliki view sesuai keinginan Qen. Dia memejamkan matanya membayangkan wajah Yodi sang putra mahkota pewaris kekayaan Keluarga Subagio.
'Aaaagh ... Bagaimana caranya agar aku dapat melihat putra ku! Aku sangat merindukan tubuh gemuknya. Dia sangat lucu dan menggemaskan. Apa aku mengumumkan bahwa Yodi merupakan darah daging ku. Agar Benz mengetahui tentang masa lalu Ara ...?'
__ADS_1
Qen memijat pelan pelipisnya, wajah tampan itu tampak tengah berfikir, sehingga kehadiran Cleo saat ini tidak berarti apa-apa bagi nya.
Cleo merasa tidak nyaman, karena melihat tunangannya tidak pernah berubah padanya.
Dia mendekatkan tubuhnya pada lengan Qen, bagian kenyal yang tidak begitu besar namun sangat menarik perhatian pria di luar sana, tidak untuk pria yang ada di sampingnya.
Qenny lagi-lagi menarik nafas panjang, dia melirik kearah Lulu, agar memberikan pekerjaan padanya.
Sejak awal Qen memang tidak menyukai Cle, walau mereka berteman, namun itu hanya semata-mata untuk sebuah bisnis keluarga.
Lulu menghampiri Qen, memberikan berkas anak perusahaan yang tengah dia kelola saat ini.
"Tolong tinggalkan aku saat ini! Karena ada hal yang ingin aku bahas dengan Cle!" ucapnya tegas.
"Baik Tuan Muda Qen!"
Qenny membanting berkas itu di hadapan Cleo dengan wajah sangat garang.
"Apa maksud mu menaikkan harga setinggi ini? Apakah kita sedang membangun hotel bintang sepuluh? Apa kamu sengaja ingin bermain-main dengan ku!? Sudah berapa lama kamu melakukan ini pada ku, Cle!?" bentak Qen.
Cleo yang melihat hasil kerja yang dia up beberapa waktu lalu, memang sengaja meninggikan harga sesuai permintaan Akuang sang Papa, untuk mengeruk keuntungan dari anak perusahaan Podomoro.
"Maaf sayang, mungkin aku sedang lelah! Tapi, beberapa kali aku melihat perbandingan harga dengan perusahaan kita yang lainnya, ini masih bisa dikatakan murah Qen," jawabnya membela diri.
Qenny menyunggingkan senyumnya, melirik kearah Cle, "Kita hanya membangun hotel bintang lima yang berlantai 20. Bukan hotel bintang 10 yang berlantai 70! Apa kamu paham sampai di sini maksud ku, sayang?"
Cle terdiam, wajahnya merah padam, 'Bagaimana aku harus mengatakan kepada Papa? Jika Qen mengetahui biaya pembangunan walau tidak melihat kondisi di lapangan ...?'
__ADS_1
"Qen, biaya yang muncul ini akan kita lelang dengan perusahaan rekanan kita! Kita tidak perlu mengeluarkan biaya sebanyak ini. Semua itu sudah ada dalam list. Dan kamu hanya tinggal menandatangani kontrak kerja, kita bisa mulai pengerjaan proyek dua minggu lagi," ucapnya dengan nada lembut.
Qenny terdiam, tangannya masih berada di dagu, "Aku akan membicarakan semua ini dengan Tuan Besar Hary, karena dana sebesar ini, harus di keluarkan atas persetujuannya. Maaf, aku akan mengadakan rapat direksi! Silahkan kamu tinggalkan kantor ku!"
Cleo yang sejak tadi merasa kalau kehadirannya mengganggu privasi Qen, dia berdiri menghampiri tunangannya. Wajah cantik itu seketika berubah tampak lebih mengesalkan.
"Aku datang kesini, untuk bertemu dengan mu! Untuk meminta tanda tangan yang harus kamu lakukan. Tapi keputusan tidak pernah aku dapatkan, karena kamu selalu membawa-bawa Daddy dalam mengambil keputusan. Apa yang merasuki pikiran mu! Sehingga sulit sekali untuk kamu mengambil sebuah keputusan!?" sesal Cleo.
Qenny menoleh kearah Cleo, dia tidak suka jika seorang wanita banyak menuntut atau bahkan memaksanya.
"Jangan paksa aku agar mempercayai hal-hal yang tidak masuk akal! Satu lagi, pertunangan kita ini terjadi karena desakan orang tua! Bukan mau ku! Aku sudah memiliki anak dari seorang gadis, yang merupakan penulis disini. Asal kamu tahu, aku mencintai nya, Cle! Lebih baik kamu pergi tinggalkan aku, karena sejak awal aku tidak pernah memiliki perasaan apa-apa padamu!" tegasnya.
Cleo berang, dadanya terasa sangat sesak mendengar penuturan Qen, dia tidak menyangka bahwa pria yang ada di hadapannya kini, tega melakukan ini padanya.
"Apa kata mu? Oooogh, aku menunggu mu Qen! Aku ingin kita segera menikah! Apa yang kamu katakan aku tidak akan pernah percaya. Satu hal lagi, gadis yang selama ini kau cari bukannya memang tidak pernah mau bertemu dengan mu? Atau mungkin dia telah mati?" ejek Cle ...
Qenny menggeram, dia meremas kuat lengan Cleo, "Gadis itu ada di sini! Ada di perusahaan ini! Dan aku akan menikahi dia. Jangan pernah banyak berharap pada ku! Untuk kontrak pekerjaan kita, aku akan revisi ulang, karena aku melihat satu kebohongan di sana! Silahkan tinggalkan ruangan ku! Selamat siang!"
"Qen!" bentak Cleo.
Gadis itu tidak ingin keluar dari ruangan Qen, sebelum dia mendapatkan tanda tangan kontrak itu. Karena jika sampai di tangan Tuan Besar Hary, maka berakhirlah permainan mereka dan kekuatan untuk merebut perusahaan besar milik Agung Tanoe Podomoro berakhir.
Secepat kilat Cleo merampas berkas yang ada di tangan Qen, membawa bersamanya, sebelum dia di miskin kan oleh Tuan Besar Hary.
Qen menyunggingkan senyumnya, dia melihat Cleo yang sedikit ketakutan, karena dia mampu membatalkan proyek mereka yang bernilai fantastis.
"Kamu pikir aku bodoh Cleo! Aku punya Huang, yang bersedia menghitung semua perencanaan hingga ke akar-akarnya. Kamu mau bermain-main dengan Keluarga Subagio? Kamu salah orang Nona. Ingat, Daddy akan mengetahui permainan kalian ...!"
__ADS_1