
panas-panas gini enak nya ngadem di kelas,lah ini malah di suruh olahraga bareng kakak kelas.seharus nya jadwal olahraga kelas maira itu pagi,namun karena guru olahraga mereka ada urusan jadi lah di gabung dengan kelas dua belas yang olahraga jam setengah sebelas.
kok ya kebetulan jam yang seharus nya pelajaran ekonomi tapi guru nya gak masuk,jadi pak heri selaku guru olahraga meminta kelas maira bergabung dengan kakak kelas.
maira merasa tidak nyaman karena sedari tadi kakak kelas nya yang berjenis kelamin laki-laki menatapnya dengan pandangan macam-macam.
kalau aja ini bukan pelajaran olahraga udah pergi dari tadi dia,rasanya pengen nyolok mata mereka yang seenak jidat nya natap lawan jenis.
"tatapan kalian buat maira takut,alihkan pandangan kalian"tegur devan.
kakak kelas yang waktu itu,memang maira gabung dengan kelas dua belas ips 2 yang tak lain adalah kelas devan.
"santai bro,aku hanya memandang nya.untuk memiliki nya aku sadar diri"canda andrian.
__ADS_1
"UDAH JANGAN SANTAI-SANTAI CEPAT BARIS"belum juga devan membalas ucapan andrian.
pak heri telah mengintruksi kan murid-murid untuk berbaris,segera semua nya berbaris karena tau guru nya sangat santai namun di balik sikap santai nya itu sangat lah mengerikan.
dengan membawa penggaris milik nya pak heri berjalan melihat siswa-siswi nya apa kah sudah benar baris nya.
semakin besar bukan nya semakin bener malah terkadang makin menjadi-jadi.
"kali ini materi kalian sama yaitu bola kasti"
"harus main semua,yang mukul bola kasti akan mendapat nilai.dan yang tidak maka tidak akan mendapat nilai,kalian faham kan"
"faham pak"seru semua siswa.
__ADS_1
siswa-siswi di bagi menjadi dua dan kebetulan maira sekelompok dengan devan,entah lah cowok itu menjadi ragu ketika ingin mendekati maira.
padahal ia tak pernah ragu saat akan menakluk kan hati wanita yang menarik hati nya,karena ia merasa tak ada yang akan di ragukan semua nya pasti sesuai ke inginan nya.
namun saat akan mendekati maira ia merasa maira tidak akan menerima nya karena mungkin diri nya bukan tipe nya dan tidak akan cocok dengan diri nya.mengingat fakta itu membuat devan malu mengharap kan maira.
sedang kan maira yang memang tidak peduli dengan cowok-cowok yang ingin mendekati nya selalu tampak biasa saja bahkan tidak ingin tau perasaan cowok-cowok yang mendekati nya.apa lagi mendekati nya hanya untuk berpacaran makin membuat maira bodoh amat.
"eh setelah ini aku ya yang main"ucap maira.
biar cepat selesai lebih baik ia segera main setelah itu istirahan,takut nya kalau nanti-nanti keburu capak karena sedari tadi ia dan kelompoknya bertukar tempat dengan lawan nya.
"emang kamu bisa mai"tanya stevani.
__ADS_1
"gak tau deh tinggal pukul terus lari"jawab maira setengah yakin.
ia takut nya pukulan nya meleset dan mengenai orang kan gak lucu,bisa-bisa ia trauma gak mau main kasti lagi.