CINTA GUS HASAN

CINTA GUS HASAN
safana


__ADS_3

bangun-bangun sudah pukul empat sore segera maira bangun dari tidur nya untuk bersiap untuk shalat asyar.


dua jam ia tidur tapi perasaan cuman lima belas menit ia tidur mungkin karena kecapean entah lah akhir-akhir ini ia sangat lelah.


sifat nya labil kadang begini kadang begitu tidak menentu membuat orang sekitar bingung termasuk juga ali sang kakak ter cinta orang yang paling dekat dengan nya.


"huaaa masih ngantuk tapi udah waktu nya shalat"maira menguap.


dia beranjak dari ranjang nya melangkah kan kaki nya kearah kamar mandi untuk berwudu dan segera shalat asyar.


setelah shalat asyar ia segera membangun kan ali untuk melaksanakan shalat.


"kak ali bangun udah jam empat lewat"teriak maira tidak terlalu keras.


ia malas berteriak lemes banget rasa nya.


sedari tadi maira terus menguap cuaca hari ini panas membuat nya ngantuk dan lemas.


pintu terbuka menampak kan ali dengan rambut acak-acakan ia menduga kakak nya juga baru bangun.


kasian kakak nya yang sedang sibuk-sibuk nya dengan kuliah pasti lelah sangat.


"apa dek?"mata ali masih setengah terpejam.


"shalat asyar kak"


setelah mengatakan itu maira segera kedapur untuk beberes rumah dan masak untuk nanti malam.


"jadi kangen masakan umi"gumam maira tanpa sadar.


umi dan abi nya kenapa belum pulang?maira terus berfikir.sesibuk itukah mereka?


kalau dipikir-pikir seperti nya nikah enak,gak kesepian bisa ngapain aja.


maira menampar pipi nya sendiri kesal dengan pikiran aneh nya yang tiba-tiba muncul.


hari ini maira akan memasak sayur genjer kesukaan kakaknya yang gak terlalu ia suka,dan juga ayam kecap.


membayangkan ayam kecap saja membuat nya lapar,segera ia selesaikan memasaka nya agar bisa cepat-cepat memakan masakan nya.


ali mengahampiri adik nya di dapur,ia duduk di meja makan sambil melihat hp nya.

__ADS_1


"ira"panggil ali ke maira.


yang dipanggil hanya menoleh sekilas karena sedang sibuk mengaduk sayur genjer di wajan.


"lah kok kakak di cuekin"rajuk ali pura-pura sambil memperlihat kan wajah cemberut nya.


"kakak gak liat ira lagi masak"omel maira yang begitu menggemas kan.


ingin rasa nya ali mencubit adik kecil nya,yang sudah beranjak dewasa.


"iya deh kakak lagi yang salah"


"emang lelaki selalu salah"kesal maira.


ali menghela nafas,gak adek nya gak safana semua mengatakan kalimat itu.


kok dia jadi ingat safana,gadis manis tapi galak itu yang beberapa hari lalu menendang aset nya karena salah paham.


seketika ia beristifar,memikirkan gadis yang bukan siapa-siapa nya membuat nya berdosa.


"sudah selesai"teriak maira.


terkejut dengan teriakan adik nya ali menjitak kepala adik nya yang entah sejak kapan ada disebelah nya,juga makanan yang sudah tersedia.


gara-gara safana ni ali jadi gak fokus dengan semua nya.


"*lagian gue gak tau,pokok nya elo yang salah"omel safana


"lah kok gue yang salah"ali yang merasa benar membela diri nya.


"ya karena elo cowok"


"apa masalah nya"bingung ali.


"ya karena cowok selalu salah*"


kejadian itu berulang ulang mengganggu pikiran ali,membuat nya tidak selera makan.padahal adik nya memasak sayur kesukaan nya.


maira menangkap kegelisaan ali,apa kakak nya baik-baik saja.


"kak ali"kaget maira kepada ali sambil menepuk punggung ali.

__ADS_1


"safana"kejut ali


maira mengernyitkan dahi,rafana saha kenapa kakaknya menyebut nama safana.


rafana cewek mana?apa kakak nya diam-diam punya pacar?tapi gak mungkin kakaknya melakukan itu.


"safana siapa kak?"kepo maira.


adik nya kalau sudah kepo pasti akan mencari sampai ke akar-akar nya.sebelum rasa penasaran nya hilang ia akan terus bertanya sampai puas.


"film yang sedang kakak tonton iya film"gugup ali.


sedangkan maira memicing curiga dengan gelagat kakak nya yang sunggu mencurigakan.


tiba-tiba hp ali berbunyi maira yang duduk di samping ali langsung mengkode kakak nya untuk mengangkat hp nya.


"spiker kak"ucap maira.


maira penasaran siapa nomer tak di kenal yang menghubungi kakaknya.


ali hanya mempunyai nomer orang yang menurut nya penting saja itupun semua nya nomer laki-laki kecuali maira dan umi nya.


dan ali juga gak suka nomer nya disebar-sebar.


"halo ali berkas gue di elo kan ngaku"marah perempuan yang ada di sebrang telvon.


ali tau ini suara safana,segera ia menyerahkan hp nya ke mai,sesama perepuan pasti mai bisa menghadapi safana.


dia akan selalu salah kalau berhadapan dengan safana teman kampus nya yang bikin dia darting alias darah tinggi.


adik nya langsung faham langsung mengambil hp dari tangan kakaknya.


"maaf mbak ini siapa?"


"ini beneran no ali kan"kaget safana,takut nya ia salah kan malu.


apa lagi ia langsung ngomel tanpa mengucapkan salam kepada orang yang dihubungi nya.


"iya mbak ini saya maira a~"ucapan maira langsung dipotong safana.


"kamu pasti pacara nya ya"sotoy safana yang menduga-duga.

__ADS_1


ali yang mendengar kan dua perempuan yang berbicara lewat televon itu menatap maira melas.


kalau diri nya berjodoh dengan safana pasti sangat ribet hidup nya.


__ADS_2