
"siap-siap lah,nanti malam elo kan lomba ceramah"suruh serin pada maira yang bermalas-malasan.
entah lah dia tak merasa bimbang,sebenar nya rasa deg deg gan ada namun bukan nya latihan ia malah tidur-tiduran.nanti aja panik nya sekarang santai aja dulu.
jadi diri sendiri aja nanti ngomong apa yang mau di omongin anggap aja lagi membela kebenaran dengan memberani kan diri.
"mau tidur aja nanti kalau magrib tolong bangunin"sebenar nya gak baik tidur jam segini,tapi ia benar-benar merasakan lelah sekali.
"yaudah sana tidur,biar kami yang cuci piring"ujar reni,mereka baru saja selesai makan terus ngobrol-ngobrol.karena merasa ngantuk maira merebahkan diri di dalam tenda.
"iya biarin mai tidur,takut nya ia mengantuk saat malam nanti"stevani ikut bicara.
tidur sih enggak tapi dia hanya memejam kan mata saja karena sangat berisik,di jam segini memang masih rame-rame nya para peserta berisik berebut ingin mandi.itu lah mengapa maira dan yang lain nya mandi lebih cepat dari orang-orang agar tidak perlu mengantri.
maira mendengar suara langkah kaki dan suara seorang lelaki yang sedang bicara dengan stevani,karena penasaran ia pun membuka mata melihat siapa yang bicara dengan stevani.
"pinjam sisir mbak"
__ADS_1
"ada di dalam bentar gue ambilkan"
"siapa van"tanya maira saat melihat stevani memasuki tenda mencari sesuatu yang ia yakini sisir.
"dika"singkat stevani.
maira memejam kan mata nya lagi,pusing sekali kepalanya gara-gara membuka mata dan menutup mata terus menerus karena merasa keganggu dengan suara-suara dari liar tenda.
terus menerus ia berusaha untuk tertidur agar nanti malam ia gak ngantuk dengan membaca surat-surat pendek dan ayat kursi dan pada akhir nya ia tertidur dengan sendiri nya.
diri nya memang kalau tidak bisa tidur akan membaca surat pendek dan ayat kursi sampai tertidur dengan sendiri nya.
samar-samar maira mendengar suara reni yang membangun kan nya namun entah mengapa mata nya sangat susah untuk di buka karena sudah nyaman dengan tidur nya.
"mai bangun"reni lelah membangun kan maira yang sedari tadi tidak bangun-bangun dan bergumam nanti nanti sampai sekarang gini-gini terus kagak bangun-bangun.
bukan pertama ia membangun kan maira tapi sudah berkali-kali namun sangat susah sekali teman nya bangun.
__ADS_1
"iya ren nanti"gumam maira masih dengan menutup mata nya.
"gue udah dari tadi bangunin elo tapi jawab nya nanti-nanti terus,terus kapan bangun nya maira"kesal reni kepada maira yang dari tadi bikin emosi.
"kepala ku pusing ren"rengek maira yang masih setia memejam kan mata nya.
bener-bener bikin reni emosi,udah mau magrib juga masih aja tidur.
"udah mau magrib mau cepat bangun"geram reni.
"iya iya aku bangun"jawab maira namun masih saja dengan posisi tadi.
dengan emosi reni menarik maira agar duduk,tubuh maira yang akan berbaring lagi segera di tahan reni.susah lagi kalau maira berbaring lagi.
"ayok gue temenin elo cuci muka biar radak segeran"ucap reni.
maira telah membuka mata nya segera mengikuti reni yang keluar dari tenda,bisa di tendang reni kalau ia tidur lagi.
__ADS_1
terimakasih untuk kakak-kakak yang sudah menyempat kan diri mau membaca karya saya yang masih belajar ini,tolong di koreksi jika ada kesalahan.