
"eh dek kemarin kakak ngeliat kamu pulang sama cewek,itu temen kamu?"tanya ali penasaran.
setau nya maira itu sulit berteman,dia akan menganggap teman jika sudah lebih dari dua tahun kenal dan sering mengobrol.
disebab kan dulu maira mempunyai teman tapi setelah maira hijrah mereka jadi menjauh mungkin karena menganggap maira tak asik lagi jadi memilih pergi gitu aja selain itu juga mereka beda sekolah.
"iya kak,memang ada apa kak?"maira balik bertanya.
"ya gak papa,karena setau kakak kamu sedikit menjauh dari pertemanan"ujar ali.
itulah salah satu alasan mengapa ali selalu ada di samping maira,ya karena tau hidup maira sepi dan ia tak mau maira merasa sendiri.
"kata siapa?maira memang gak mau terlalu akrab sama orang bukan berarti menjauh dari pertemanan"kilah maira yang tak mau di kasiani kakak nya,gengsi dong.
"iya deh terserah maira aja"pasrah ali.
yang penting adik nya bahagia itu saja sudah membuat nya bahagia.
"nama temen mu siapa?kok dia gak pakai hijab"tanya ali.
setau ali di sekolah maira yang muslim di wajib kan memakai hijab,tapi kok tadi teman maira tidak memakai hijab.
"kakak ni aneh,dia kan non muslim jadi gak pakai hijab lah.gitu aja kakak nanya ke aku,seharus nya kakak sudah tau lah"cerocos maira.
__ADS_1
ali langsung nyengir,oh iya ya kok dia gak kepikiran sih?mungkin saja karena tugas yang menumpuk jadi dia tak bisa berpikir jernih.
"kakak kan gak tau.eh mai bisa temenin kakak gak ke acara reuni SMA besok malam"
"besok ya?"tanya maira.
ali selalu datang sendiri saat reuni sekolah tapi kali ini ia akan mengajak maira biar gak terlalu jomblo ngenes karena selalu sendiri.
gak papa deh di ejek jomblo ngenes,kan ali ingin menunggu sampai halal biar gak dosa.
"iya,bisa kan dek"ucap ali menunjukan wajah melas nya.
maira yang tak tega akhir nya mengangguk meng iyakan permintaan kakak nya,untung sayang.
gak papa lah sekali-kali cari suasana baru kali aja dengan ikut kakak nya ia bisa sedikit mengurangi rasa bosan nya karena jarang keluar rumah.
"afwan kak"balas maira ikut tersenyum melihat kakak nya tersenyum.
********
"dek kakak mau ngasih tau"ucapan ali membuat maira penasaran.
ditambah lagi ali mengatakan dengan berbisik bisa jadi rahasia,segera maira mendekat ke kakak nya guna mendengar dengan jelas apa kira-kira yang akan kakak nya kata kan sehingga ia mengecil kan suara nya.
__ADS_1
"tapi jangan bilang kalau kakak yang memberi tahu"peringat ali kepada adik nya yang tanpa pikir panjang langsung di angguki maira,maira sudah sangat penasaran apa yang akan kakak nya kata kan.
"sebenar nya sudah ada lima orang pria yang meminta restu kepada abi dan umi"ujar ali membuat maira bingung dan tak mengerti.
"kakak mau nikah?"ucapan itu lolos begitu saja dari mulut maira.
ali menghela nafas,sangat mengesal kan adik nya ini jelas-jelas ali tadi bilang pria jadi sudah pasti adik nya dong yang di lamar kok malah dia bertanya begitu.
"kan kakak bilang pria kok malah kakak yang dituduh mau nikah"kesal ali.
"ya kan bisa jadi pria yang di maksud kakak itu ayah gadis yang mengingin kan kakak jadi suami nya"
kenapa sifat polos adik nya keluar di saat begini,jadi nyesel ia memberitahu yang sebenar nya.
ia memberitahu itu semua agara adik nya tidak kaget saja jika abi nya bertanya maira mau tidak di suruh menikah lah tapi keliat respon adik nya ia jadi nyesel memberi tahu.
gak ada kaget-kaget nya sama sekali malahan gak nyambung sama sekali dengan topik yang akan di bahas.
"maira gak ngerti kak"polos maira.
"kakak mau tidur capek"
maira mengerucutkan bibir nya melihat kakak nya melangkah kan kaki nya menuju kamar.
__ADS_1
**bersambung......
untuk beberapa hari kedepan mungkin sedikit lama up nya,karna banyak banget praktek apa lagi bentar lagi ulangan,dan setelah ulangan bakal kemah.bakal jarang banget pegang hp**.