
"iya ini aku sayang"vano menatap rain penuh rasa bersalah.
rain tersenyum sinis memandang tajam vano,dia sudah terlanjur kecewa bahkan sudah tidak ada lagi yang bisa di pertahan kan.rasa kecewanya telah menghapus rasa cinta nya.
"maaf sayang aku gak bisa tanpa kamu"melas vano yang bikin maira hampir meledak kan tawanya.
sebelum ketemu rain buktinya dia hidup,kalau mau ngasih alasan tu ya mbok di pikir-pikir dulu jangan asal ngomong yang berakhir bikin ketawa orang.
seharus nya kalau mau ngelakuin sesuatu iru di pikir-pikir dulu,kalau udah kayak begini baru nyesel.tidak semudah itu mendapat kan maaf apa lagi maira tau rain itu wanita yang meskipun sudah memaaf kan tidak mudah menjalin hubungan seperti dulu.
"tapi sayang nya aku masih bisa hidup tanpa kamu,dan aku gak butuh kamu"sarkas rain dengan senyum manis nya yang membuat siapa pun akan terpesona.
tapi tidak dengan vano yang tau bahwa itu adalah senyum bahaya yang rain perlihat kan.
"kita perbaiki ya sayang,aku tau kamu masih cinta sama aku"bujuk vano.
__ADS_1
"cinta saya sudah terhapus oleh rasa kecewa karena ulah kamu"tajam rain.
kalau maira jadi vano pasti ia memilih pergi karena merasa malu dengan perbuatan nya,apa lagi malah minta kembali setelah apa yang di perbuat nya.bikin malu aja.
"ayo lah rain,kalau kamu mau di poligami kamu bisa mendapat kan surga"perkataan vano kali ini membuat maira rasa nya ingin menggunduli laki-laki di depan nya ini
masih aja gak kapok-kapok,bukan nya bujuk biar rain balik ini mah malah bikin rain makin gak mau balik.
"itu kalau aku iklas dan mas adil"kesal rain,tampak dari wajah rain yang sudah memerah menahan amarah.
maira celingak-celinguk mencari kayu untuk memukul kepala vano biar sadar.
"rasul poligami karna allah,beda sama anda yang poligami karena nafsu.masa gadis cantik sehat di nikahin dengan alasan sunah,kalau anda nikahin nya janda dengan dua anak dan susah mencari makan terus istri anda setuju masih bisa di pertimbang kan.lah ini"akhir nya maira mengeluar kan unek-unek nya yang sedari tadi di tahan nya.
"diem kamu anak kecil gak boleh ikut campur"vano tidak terima dengan ucapan maira.
__ADS_1
"setidak nya anak kecil ini punya pikiran yang dewasa"balas maira.
"udah lah mai gak usah di ladenin,ini semua salah aku karena gagal memilih suami"ucap rain lalu menarik pergi maira.
vano berdiri tanpa ada niatan untuk mengejar rain,diri nya merasa bahwa sekarang rain benar-benar susah di takluk kan.
sedang kan di sisi lain,maira menertawa kan pemikiran vano terlihat sekali bahwa di saat pelajaran agama dulu ia sering tidur.
rain pun jadi tak yakin kalau vano bisa lulus kuliah dengan hasil sendiri,karena diri nya tidak menunjukan itu semua.
"suami mu mbak"canda maira.
"gak kenal aku"ucap rain tak mengakui.
"gak boleh gitu mbak,gitu-gitu mbak pernah mencintai nya"ucap maira di akhiri dengan tawa.
__ADS_1
"kek nya dulu mbak merem deh sampai salah milih suami"