
autor pov
hari ini maira sudah masuk sekolah setelah seminggu ini daring dirumah,ternyata lebih enak sekolah tatap muka ketimbang memakai hp.untuk orang yang males-malesan belajar mending sekarang berusaha rajin,nanti nyesel kalau udah lulus sekolah.
seperti biasa maira bangun pukul empat pagi,mandi,shalat subuh dan siap-siap berangkat sekolah.
setelah siap-siap ia mencuci peralatan dapur yang digunakan uminya memasak tadi sehingga nanti ia hanya mencuci piring bekas makan saja.
pukul enam lewat lima belas menit,maira segera memanggil abi dan kakak nya yang sudah selesai membaca al-qur-an.
"abi, kakak sarapan nya sudah siap"
"yaudah ayok li adik kamu sudah manggil"
mereka berkumpul di ruang makan dan makan dengan tenang seperti biasa.
selesai sarapan,maira mencuci bekas makan sedang kan orang tua nya dan kakak meminum teh bersama,tadi umi fatimah menawarkan diri untuk membantu membereskan dan mencuci piring namun maira menolak.
umi nya kan sudah masak masak umi nya juga harus bantu maira.
selesai dengan semua nya ia berniat meminta ali mengantar nya ke sskolah,namun samar-samar ia mendengar pembicaraan keluarga nya yang sedikit membuat nya terkejut.
"abi bingung ingin memilih yang mana?"maira bingung dengan ucapan abi yang membuat nya penasaran.
"*mereka ber lima sama-sama baik,abi tak tega menolak nya"
"kita ikuti maira saja ingin pilih yang mana*?"usul ali.
diri nya yang sedang dibicarakan bingung ingin bertanya atau terus menguping.
"tunggu maira lulus dulu nanti biar dia menentukan pilihan hidup nya sendiri,apa dia mau nikah atau lanjut pendidikan lagi?"
maira terkejut saat umi nya berkata soal pernikahan apa lagi itu semua ada sangkut paut nya dengan diri nya kan jadi semakin penasaran.
__ADS_1
"umi,abi,kak ali"diri nya sudah tak tahan ingin mengetahui tentang pembicaraan keluarganya segera muncul begitu saja.
"maira sejak kapan kamu disitu?"seru ali sedikit terkejut
"maksud pembicaraan tadi apa abi?"tanya maira kepada abi nya.
"li antar adik mu ke sekolah ini udah mau jam tujuh"abi berusaha menghindar menjawab pertanyaan maira dengan menyuruh ali mengantar maira.
ali menarik adik nya namun sebelum keluar rumah mereka berdua pamit dan mencium orang tua nya.
di perjalanan maira menanyakan kepada kakak nya,dia takut untuk menanyakan kepada abi nya.kalau abi nya sudah begitu tanda nya belum siap memberitahu dan sebagai anak yang baik ia harus pengertian.
tapi karena maira kepo ya jadi ia akan bertanya kepada kakak nya saja.
"kak maksud pembicaraan tadi tu apa?mai penasaran"
"jangan kepo,nanti juga kamu bakal tau.tunggu aja waktu yang pas"bukan nya menjawab ali malah membuat maira makin penasaran saja.
"ayo lah kak,maira penasaran"rengek maira yang kekeh pengen tau.
tak yakin adik nya berani,yang ada belum nanya sudah takut duluan,abi nya itu kalau marah diam saja namun diam nya membuat maira ngeri.
"kakak pelit banget sama maira"cibir maira.
ali tak peduli jika maira akan marah,takut nya adik nya bingung dan tak fokus belajar jika saja ia menceritakan semua nya.
"suruh nanya abi langsung gak mau?"ali berkata dengan ngegas.
"pelit"
"enggak"
"pelit"
__ADS_1
"enggak"
dua kakak beradik itu beradu mulut di perjalanan,tidak memperdulikan dengan tatapan aneh pengendara lain.
bener-bener meresahkan pengendara lain dengan keributan mereka berdua.
"kak nanti kakak jemput mai gak?"tanya maira.
"gak bisa kayak nya dek,soal nya kakak nanti ada kelas"ucap ali.
"oh yaudah gak papa nanti mai jalan kaki aja"
sebenar nya sekolah maira tidak terlalu jauh dari rumah tapi dibilang dekat juga tidak,jadi maira dulu sering jalan kaki ketimbang di antar.maka dari itu banyak yang tak mengetahui bahwa maira punya kakak.
"gak ngambek kan dek"goda ali dengan senyum jahil nya.
"emang nya aku anak kecil yang ngambek terus"omel maira.
"sebenar nya abi tadi"ali menggantung ucapannya yang membuat maira penasaran.
"apa kak?"rengek maira yang tidak dapat lagi membendung rasa penasaran nya yang sedari tadi belum terjawab.
"yaudah kakak mau pulang dulu"bukan nya menjawab ali malah pamit untuk pulang yang langsung ditahan maira dengan mengambil kunci motor kakak nya.
enak aja,udah bikin penasaran terus mau kabur gitu aja.gak bisa sebelum ngasih tau maira gak akan ngelepasin kakak nya gitu aja.
"balikin mai kunci motor kakak"mohon ali yang merasa bahwa ia salah menjahili maira.
"kasih tau dulu"ucap maira.
kalau dikasih tau nanti dia kena omel abi nya,tapi kalau gak di kasih tau maira tetep bakal gangguin dia terus.kalau begini ia jadi ikut-ikutan bingung.
"okey kakak kasih tau"pasrah ali.
__ADS_1
maira yang mendengar nya langsung tersenyum senang.
"sebenar nya abi~"