
"ciee kak ali ehem"maira terus-terusan menggoda kakak nya.
gara-gara perihal safana yang menelvon ke hp ali,adik nya yang bener-bener baik,sopan,dan sholeha ini mengejek nya.
"maira kasih tau abi sama umi ya?"rasa nya ingin menggeplak kepala adik nya.
gara-gara safana lagi ni,pada dasar nya ali kalau berurusan denga makluk yang bernama wanita pasti saja selalu bikin masalah.
"apa yang harus di aduin,orang dia bukan siapa-siapa kakak"jelas ali.
"masa,kok bisa dapat nomer kakak"jengkelin kan,udah di kasih penjelasan masih juga ngeyel.
"terserah mu lah dek dek,pasrah kakak"
maira cemberut mendengar ke pasrahan kakak nya,lagian kan maira memang mau bikin ali emosi enggak lebih kok suer.
"ih kakak ni orang maira cuman main-main malah ngambek beneran"omel maira langsung beranjak pergi memasuki kamar nya.
ali melongo menatap kepergian adik nya,dia salah apa lagi sih?perasaan dia berusaha tidak membuat kesalahan tapi kok kena lagi.
"salah lagi,salah lagi"
**********
disisi lain gus hasan sedang memarahi salah satu sepupu nya yang suka kabur-kaburan.
"safana kenapa kamu hobi kabur-kaburan,kalau paman umar menanyakan soal kamu saya harus jawab apa?"
gus hasan tidak habis pikir dengan kelakuan sepupu nya,padahal ia tak terlalu menekan sepupu nya agat tetap nyaman di pesantren nya.
tapi yang nama nya safana ya gitu gak bisa diam,malam-malam ia keluar untuk jalan-jalan sama teman-teman nya.
sebagai sepupu yang baik dan di beri amanah untuk menjaga safana,gus hasan hanya memperbolehkan safana keluar dari pesantren saat ada kuliah saja dan disiang hari.
"gue bosen bang"jawaban santai safana membuat gus hasan memijat pelipis nya.
"sudah lah san biar kan lah safana,tidak perlu dimarahi.anggap saja ia khilaf dan besok dia tidak akan melakukan nya lagi ya kan sa?"ucapan umi fatima di dibalas gelengan oleh safana.
__ADS_1
"enggak umi,mungkin nanti safana bakalan khilaf lagi"
gus hasan menyerah jika safana terus-terusan seperti ini,apa kah ia harus jujur dengan paman nya?
"bereskan semua barang-barang kamu,saya akan antar kamu ke paman umar"sudah tidak ada yang bisa dirubah.
sudah satu tahun tapi safana terus menerus membuat masalah,itu membuat gus hasan mengambil keputusan memulangkan safana ke paman umar.
bukan sekali ini saja safana melakukan kesalahan,tapi gus hasan juga pernah melihat safana berpelukan dengan lelaki saat di kampus,tapi saat di tegur safana malah sok-sok an gak kenal dengan lelaki yang ia peluk.
"okey siap kakak"safana langsung berlari ke arah kamar nya.
safana tinggal di asrama putri yang cukup jauh dari rumah gus hasan dan keluarga.
"hasan kamu ingin mengembalikan safa ke pamanmu?"tanya umi fatima yang seperti nya tidak setuju.
"iya umi,safa banyak melakukan kesalahan"jelas gus hasan.
************
safana sudah di antar bersama dengan gus husain,bingung kan jadi nya harus menyebut nama abi dan abang sepupu nya dengan nama sama.
waktu itu ia tak jadi kerumah maira karena abi dan umi nya ada urusan mendadak.
"hasan"panggil umi nya.
"iya umi"saut hasan dari kamar.
"makan malam sudah siap sini ayo makan bareng"
"iya umi sebentar nanti hasan nyusul"
**********
"kak ali ada temen kakak di depan"teriak maira di depan kamar ali.
ali langsung bangun dari rebahan nya,tidak bisa di biarkan ini.berani-berani nya teman-teman nya main kerumah nya,jangan-jangan mau modus ke mai.
__ADS_1
brak
dengan tidak sabaran ali membuka pintu kamar cukup keras,dia melewati maira begitu saja dan langsung menuju pintu utama melihat siapa yang datang.
seketika diri nya melongo melihat siapa yang datang di malam hari seperti ini.
"safana"ali mengucek-ngucek mata nya masih tidak percaya gadis menyebalkan ini kerumah nya.
mana bawak tas besar lagi seperti mau menginap saja dirumah nya.
"gue mau ngambil berkas gue,berkas penting tu besok mau digunain"ucap safana.
"iya bentar gue ambilin dulu"buru-buru diri nya mengambil berkas nya.
tidak baik safana berada dirumah nya lama-lama bisa timbul fitnah nanti nya.
"ini"setelah menyerah kan berkas safana ali berniat menutup pintu rumah nya.
namun tangan safana menghalangi nya.
"apa lagi"kesal ali.
"gue boleh gak nginep di sini,gue gak mau pulang"pinta safana memelas.
"gak bisa kita bukan mahrom"tolak ali dengan muka dingin nya.
"dia boleh kenapa aku enggak"safana tetep kekeh.
ali mengerti dengan dia yang di maksud adalah maira,safana belum tau kalau maira adalah adik nya.
"dia adik gue wajar lah"
bibir safana melengkung membentuk senyum mendengar kenyataan bahwa perempuan tadi adalah adik ali.
"boleh ya pliss gue gak akan aneh-aneh,lagian elo gak kasian apa"
heran itulah yang ali rasakan,seorang perempuan ingin menginap dirumah nya padahal jelas-jelas penghuni rumah ini ada yang berjenis kelamin laki-laki.
__ADS_1
"kalau gue bilang enggak berarti enggak,faham kan"setelah mengucapkan kalimat itu ali menutup pintu rumah nya.
"galak tapi gue suka"