CINTA GUS HASAN

CINTA GUS HASAN
maling yang pintar


__ADS_3

di malam hari yang sunyi entah kenapa maira ingin makan sate yang agak lumayan jauh dari rumah nya,namun maira tak berani keluar sendiri malam-malam.cara satu-satu nya adalah membangun kan kakak nya,ali untuk menemani nya membeli sate.memang benar-benar merepotkan.


maira berjalan ke arah kamar kakak nya yang tidak jauh dari kamar nya,ia melangkah sangat pelan hampir tak terdengar sama sekali agar kedua orang tua nya tak bangun.


tok tok tok


sangat pelan sekali ia mengetuk pintu akibat nya kakak nya tak kunjung bangun.


tangan nya memegang gagang pintu dan sangat kebetulan tidak di kunci,ini memudahkan maira untuk masuk.jarang-jarang ia bisa masuk ke kamar kakak nya.males aja gitu namun juga ada rasa kepo di dalam hati nya.


"kak li,kak li"bisik nya sangat pelan


"em apa safana"gumam ali masih setia memejam kan mata nya.


"bilang nya enggak suka,tidur aja sampi nyebut nama kak safana"gerutu maira dalam hati.


dengan kesal maira menggoncang bahu kakak nya dengan tidak berprikesaudaraan.


mata ali terbuka nampak sangat terkejut dengan guncangan di bahu nya benar-benar tidak tau sopan santun,kakak nya mau tidur di ganggu terus.seperti nya mengganggu ali adalah hobi maira.


"kamu lagi kamu lagi,kenapa kamu suka banget gangguin kakak sih?"rutuk ali setelah nyawa nya terkumpul meskipun belum sempurna.


"kak pengen sate"apa di bilang adek nya ini sangat merepotkan malam-malam begini pengen sate.


"besok dek,jangan kayak orang ngidam deh"omel ali benar-benar kesal setengah mati.


"bukan masalah pengen nya sih kak,tapi aku sungguh-sungguh laper"ucap maira sambik tersenyum sangat manis agar kakak nya mau menuruti kemauan nya.


"kakak ngantuk dek,kamu makan apa aja yang ada di dapur ya"bujuk ali dengan mata yang sulit terbuka namun di usahakan tetap terbuka.


"gak mau kak aku pengen nya sekarang dan pengen nya makan sate"kekeh maira tak mau menuruti apa kata kakak nya.


entah lah ada dorongan kuat yang membuat maira tetap kekeh ingin keluar rumah,tapi perasaan nya mengatakan bahwa ia harus keluar rumah.


"iya udah kakak cuci muka dulu"terpaksa diri nya menuruti permintaan adik nya.


"kalau gitu maira tunggu di ruang tamu"setelah mengatakan itu maira melangkah kan kaki nya ke arah ruang tamu.


untuk penampilan maira tak terlalu mempermasalahkan nya yang penting menutup aurat itu sudah cukup,gak perlu cantik-cantik males dandan.lagian siapa yang mau melihat toh dosa juga berdandan dan memakai minyak wangi jika dihadapan laki-laki bukan mahrom.


gak papa jelek di depan orang banyak kan cantik nya cuman punya mas jodoh aja,nanti mas jodoh cemburu kalau dia dandan saat keluar rumah.

__ADS_1


"ayok cepet,kakak ngantuk"ali memakai switer berwarna biru dengan celana panjang berwarna hitam.


"ayok"


mereka berdua keluar rumah sangat hati-hati takut membangun kan orang tua nya yang sedang tidur.


dua saudara itu mencari tukang sate yang masih buka di jam segini.


biasa nya jam sebelas belum pada tutup tapi kenapa jam segini udah pada tutup sih,perut sedari tadi demo terus minta di isi.


"gak ada dek,kakak gak mau jalan terlalu jauh lagi capek"ucap ali dengan nada yang sangat pelan dan lemas,mungkin karena ngantuk.


"yaudah kita pulang aja aku mau makan mi instan di rumah aja"terserahlah ali gak mau marah dengan sifat labil adik nya yang membuat nya lelah.


dia sudah sangat mengantuk jadi ali gak mau buang-buang tenaga lagi biarin iya biarin bodoh amat.


"iya ayok"


********


"eh bang tengok ke arah sane"ucap maira kepada kakak nya.


sudah di bilang ali tu ngantuk jadi males apa-apa males.


"itu loh bang lihat to disana ada suara pintu di paksa terbuka"terang maira.


"iya itu rumah bu sela kan"balas ali.


maira dengan keberanian nya yang tiba-tiba muncul segera melihat apa yang terjadi di sana,bukan kah bu sela tak ada dirumah tadi waktu mau ke masjid setelah isya ia melihay bu sela dan keluarga pergi kata nya ada urusan dan besok pulang nya.


"siapa kamu ngapain mau masuk rumah bu sela?"tanya maira setelah melihat dua orang yang berusaha memasuki rumah bu sela dari pintu belakang.


jalan menuju tempat biasa para penjual memang melewati belakanh rumah bu sela.


"eh kami cuman mau maling jangan ganggu"ceplos lelaki berkumis tebal.


Lah maling kok ngaku nanti penjarah penuh gimana?eh malah bagus dong kalau langsung ngaku.


"maling ya pa?"polos maira yang hanya pura-pura polos.


"iya neng,mau bantuin gak?"ucap lelaki berkumis tebal.

__ADS_1


"yaudah ayok ikut saya cari alat buat dobrak pintu"tawar maira dengan sandiwara nya.


keliatan nya maling nya sangat teramat pintar jadi sedikit maira kerjai lah sesekali ngerjain maling.


"ayo bro"ajak maling itu pada teman satu nya yang keliatan pemalas.


ali yang melihat apa yang dilakukan adik nya hanya geleng-geleng kepala,apa yang harus di lakukan nya?adik nya benar-benar hobi cari gara-gara.


dengan rasa panik ia segera mencari pertolongan sekitar sini,ali deg-degan takut adik nya di apa-apain.


dengan pintar nya dua maling itu mengikuti maira ke arah pos ronda yang dimana banyak bapak-bapak jaga dan sedang pada ngopi.


"loh mai kamu sama siapa?"tanya pak hadi.


maira mulai memainkan sandiwara nya."jadi gini pak mereka berdua ini mau maling,tapi karena susah jadi perlu bantuan bapak-bapak buat bantuin dobrak pintu"jelas maira tak lupa mengkode para bapak-bapak yang terkejut dengan penjelasan maira.


tapi karena kode maira bapak-bapak langsung paham semua nya langsung menangkap dua maling itu.


dua maling itu terkejut kenapa dia di tangkap kan di cuman mau maling.


"kok kita ditangkap"tanya maling berkumis itu.


"gak papa kok,yuk ikut kami"


"makasih ya mai"ucap salah satu bapak-bapak yang jaga pos ronda tadi.


"iya sama-sama pak"


"yaudah kami permisi"


setelah kepergian semua orang kini maira menghela nafas lega,berfikir seperti nya maling nya sedang mabuk sampai jadi sepintar itu.


"maira"teriak ali.


kakak nya tak sendiri tapi bersama dua bapak-bapak.


"kamu gak papa kan dek,mana maling nya?"


"udah dibawak bapak-bapak yang jaga pos ronda"


"syukurlah"

__ADS_1


__ADS_2