
"wahai kakanda,adinda mu ini butuh hiburan"maira mulai mendrama.
gabut sekali diri nya hanya berdiam diri di kamar menatap buku-buku tugas yang entah kapan akan selesai.di lihat nya sang kakak sedang menghadap laptop dengan sangat fokus sehingga ketika di panggil diri nya sama sekali tak menoleh.ali mendengar seruan adik nya,namun alangkah lebih baik nya ia diam saja fokus ke tugas kuliah nya.
"kak,kok aku di cuekin"
kita lihat saja drama apa hari ini?kebiasaan maira,kalau gak bikin ulah sehari maka hidup nya serasa ada yang kurang.
"iya,bentar na"ali mengotak-atik laptop nya entah mencari apa?
"udah aku kirim na"
maira menerka-nerka kira-kira kakak nya sedang bertelvonan dengan siapa?ia merasa itu adalah perempun karena nama nya na na na.
setelah yakin kakak nya menutup telvon nya,maira menanya kan langsung kepada kakak nya.
"cewek ya kak"selidik maira.
"gak boleh asal nuduh"ujar ali.
"nama nya na na na gitu"maira tetep kekeh.
__ADS_1
"kalau emang cewek emang kenapa"
"kan bukan mahrom"
"ya kan kakak ada kepentingan,enggak aneh-aneh"bela ali tam terima.
..."kak safana kan"tebak maira asal yang sayang nya tepat sasaran....
"iya"
"kakak kok sering banget tanya menanya soal tugas sama kak safana,maira bukan nya gak setuju tapi maira takut aja nanti malah terjadi fitnah kalau sering-sering"ungkap maira.
"astafirallahalazim"ali beristifar mengingat ia sangat sering berhubungan dengan safana entah secara langsung atau melalu hp.
jadi lebih baik berhubungan dengan lawan jenis itu ketika memang keadaan terdesak saja jangan sering-sering.
"kakak akan usaha kan menjauh dari safana"kalau boleh jujur akhir-akhir ini fikiran nya di penuhi oleh safana.
sudah tidak baik kalau terus di lanjut kan,sebaik nya memang ia bersikap sama saat pertama kali ia bertemu safana.
"kalau kakak suka sama kak safana,tunggu kakak lulus dan kerja kalau allah menghendaki pasti kalian bisa bersama"nah kalau maira bersikap dewasa seperti ini ali jadi gak kesel malahan seneng.
__ADS_1
"kakak gak suka"elak ali.
mata maira menatap tajam kakak nya karena tidak mau mengaku,maira jelas-jelas tau kalau kakak nya ada rasa dengan safana.
diri nya bersama ali itu lebih banyak ketimbang bersama umi dan abi nya,jadi ia sangat lah faham dengan kakak nya.
"jangan gengsi,entar di tikung orang nangis"ejek maira.
"ya gak boleh"reflek ali membuat maira tersenyum.
"tu kan,kakak tu suka tapi gak mau ngaku"
"kalau suka emang kenapa?anak kecil gak boleh ikut-ikutan"ledek ali.
"aku gak anak kecil lagi,aku udah gede dah tujuh belas tahun"kesal maira karena di katai anak kecil.
"iya deh yang udah gede,bahkan di perebut kan lima cowok"ali keceplosan reflek menutup mulut nya.
"eh kakak mau ke wc dulu"alibi ali.
diri nya langsung berlari,tapi bukan nya ke arah wc ali malah lari keluar rumah.
__ADS_1
"ngeselin banget sih kak ali"