
mau kerumah gus hasan kok maira malah deg deg kan entah lah,kemarin ustad reyhan sekarang gus hasan.jadi ia tu kagum dengan yang mana?ya kali dua dua nya,gak bener ni perlu di benerin.tapi giamana cara nya?kalau motor rusak gak bener tinggal di bawak ke bengkel,lah kalau masalah hati harus di gimanain?
apa ia tidak ikut saja ya?jujur saja ia gugup,tapi ia juga pengen ikut kakak nya.entah lah diri nya pengen ikut aja karena di rumah juga bingung,lebih baik dia ikut kakak nya kan.
**********
"eh ada ali,apa kabar al"tanya bu nyai ramah,kepada ali.
saat ini maira dan kakak nya berada di kediaman kiyai husain,tadi waktu ia masuk pesantren kebetulan santri dan santriwati sedang berada di luar.
santriwati memandang ali kagum,tapi ada juga yang menundukan pandangan.ya tergantung dari diri sendiri,ada juga santri yang memandang maira.namun ali segera menutup wajah maira dengan masker,karena maira tadi waktu di perjalanan melepas masker nya.
diri nya memang tidak betah jika pakai masker saat sedang di atas motor,kecuali banyak debu baru dia pakai.tapi kalau gak ada debu ya masker nya di buka karena ia merasa pengap.
"baik bu nyai"balas ali sopan dengan senyum ramah.
"eh ini siapa li?calon kamu?"tanya bu nyai saat melihat gadis di samping ali.
"eh bukan nyai,ini maira adik ali.yang waktu nyai kerumah"ali menjawab pertanyaan nyai.
nyai sendiri lupa dengan maira,padahal sudah sering kali ia kerumah maira dan melihat gadis itu.mungkin karena ia tak pernah berbincang lama dengan maira jadi ia lupa,maklum lah umur nyai udah gak mudah lagi jadi lupa-lupa ingat.
"oh yang hasan cerita kan ya"ceplos nyai.
maira mengernyit bingung dengan ucapan bu nyai,kira-kira apa ya yang di cerita kan gus hasan kepada nyai.
diri nya jadi takut kalau ia berbuat salah terus gus hasan cerita tentang diri nya,tapi gak mungkin sih kalau gus hasan cerita aneh-aneh.
sedang kan gus hasan yang baru datang merasa terkejut melihat ada maira,ia akan berusaha menghindar agar tidak mengundang dosa.
"udah sampai li"seru gus hasan.
pertanyaan gus hasan sungguh aneh,jelas-jelas ali sudah di depan nya lah kok masih di tanya.
__ADS_1
"iya pak"
"yaudah li ikut saya saja"ajak gus hasan.
ali melihat ke arah adik nya berfikir kira-kira adik nya di ajak gak ni?bisa di amuk kalau adik nya di tinggal.
"adik saya gimana pak?"
"maira biar sama umi aja li,kamu ikut lah hasan."saran umi.
"gak papa kan mai?"ali meminta persetujuan adik nya.
maira hanya mengangguk,ya kali ia jawab gak mau.gak enak lah kalau dia menggeleng kan kepala.
"tenang aja li adik kamu bakal umi jaga,anggap aja lagi pendekatan dengan calon menantu"canda nyai yang malahn membuat maira jadi susah nafas.
orang-orang napa sih?kok pada mau maira jadi menantu nya,mereka gak tau aja kalau maira itu bandel.masak aja bisa tapi gak pintar-pintar amat lah.
***********
"maira kelas berapa"tanya nyai.
nyai tau bahwa maira canggung jadi harus ia lah yang memulai pembicaraan,kan latihan jadi mertua yang baik agar nanti kalau udah sah jadi mertua ia santai-santai saja mengobrol dengan maira.
kan nyai jadi terlalu berharap,ia harus serah kan kepada allah tentang jodoh anak nya.ia tak boleh memaksa kehendak allah jika memang maira bukan jodoh putra nya.
tapi ya sebenar nya dia ingin maira jadi istri putra nya,agar putra nya segera memberikan ia cucu.
"kelas sebelas nyai"jawab maira sangat canggung.
jadi ingat waktu di rumah ustad reihan,ia juga seperti ini bahkan ini lebih canggung lagi.
"panggil umi aja,biar lebih akrab"pinta nyai dengan senyum tulus.
__ADS_1
"iya nyai eh maksud nya umi"gagap maira karena belum terbiasa memanggil bu nyai dengan panggilan umi.
"maira kira-kira setelah lulus ini mau lanjut atau gimana?"tanya nyai.
kalau boleh jujur sih maira mau nikah aja,tapi dia belum ada calon yang bakal jadi suami nya.
tapi kalau di pikir-pikir nikah itu butuh kesiapan yang matang gak asal cepet-cepetan nikah,kita harus nyari laki-laki yang benar-benar bisa membimbing kita jangan sampai kita salah memilih calon imam.mungkin kalau perempuan salah membeli baju nyesel nya cuman sampai sebulan,tapi kalau sampai salah memilih calon imam maka nyesel nya sampai seumur hidup.
untuk itu lah kita harus hati-hati dalam memilih calon imam,tapi mau giamana lagi.sekitar nya pada mesra-mesra an dengan yang bukan mahrom,ia hanya ingin terhindar dari itu.
kalau pun ingin lanjut kuliah diri nya bingung ingin masuk jurusan apa?ia pengen jadi penulis novel tanpa harus kuliah,karena yang ia tau kuliah itu banyak tugas lebih dari tugas murid SMA.
diri nya melihat kakak nya yang pusing karena tugas kuliah yang lebih sulit dari tugas nya.
"gak tau umi,maira nurut aja apa kata abi"bukan gak punya pendirian atau apa?tapi sendiri bingung ingin apa ya jadi ia nurut aja apa kata abi nya.
"gak mau nikah aja"goda nyai.
pengen nya sih iya tapi calon nya belum ada,dan nikah gak boleh sembarangan.ia harus dapat orang yang tepat bukan malah cepat-cepatan karena nikah itu bukan balapan.
"calon nya belum ada umi"ujar maira.
maira tidak tau saja bahwa banyak lelaki yang menyukai nya,hanya saja mereka sedang memperjuang kan lewat di sepertiga malam.entah Lah kira-kira siapa yang bakal du takdir kan bersama maira.
doa terkencang lah yang akan menang,namun kembali lagi ke sang pencipta.kalau allah tidak menghendaki maka kita tidak boleh memaksa.
untuk itu lah kejar cinta allah terlebih dahulu baru mencintai seorang yang allah kirim kan karena allah.
jangan terlalu berharap kepada manusia karena umur gak ada yang tau dan kadang apa yang menurut kita baik belum tentu menurut allah baik.tapi kalau menurut allah baik itu lah yang terbaik untuk kita.
"mau enggak nikah sama putra umi?"tawar nyai membuat maira terdiam.
**bersambung....
__ADS_1
jangan lupa baca karya aku yang lain ya,yang judul nya "cerita hari ini"hampir nyambung sama cerita ini**.