
panas-panas gini enak nya minum es jeruk duh pasti seger banget apa lagi saat ini diri nya jalan kaki,rasa nya sangat lah cepek campur aduk.mau ikut nebeng tapi ke siapa?
sudah di bilang bahwa maira hanya mengingat orang-orang yang menurut nya memang harus di ingat.
"maira kan?"tanya seorang cowok tampan.
yang di tanya malah bengong menatap wajah pria tampan di depan nya,kadang-kadang kalau melihat pria tampan ia suka lupa.
maira langsung tersadar dari bengong nya ketika tiba-tiba saja sebuah kucing mencakar kaki nya yang terbalut sepatu,gak sakit sih?cuman kaget aja.
"meongggggg"kucing nya sangat lah galak seolah ada dendam,bahkan kucing itu menatap maira dengan tatapan sangat tajam.sehingga maira ngeri sendiri.
wah jangan-jangan jodoh maira gak terima,kalau maira menatap cowok lain sehingga kucing itu datang untuk menyadar kan diri nya.
"iya kak"maira gak tau itu kelas berapa?tapi biar sopan panggil kak aja.
"kamu pulang jalan kaki?"tanya lelaki itu.
"iya kak"maira mah jawab iya-iya aja.
__ADS_1
"yaudah ayok aku antar"tawar lelaki itu membuat maira panik.
di tolak rasa nya gak enak,gak di tolak bukan mahrom.lagian maira gak kenal laki-laki di depan nya ini.,takut nya kalau ada niat jahat gimana.
"gausah deh kak,aku bisa jalan kaki kok sekalian olahraga"tolak halus maira.
natap mata cowok itu aja langsung ada kucing yang tiba-tiba datang,apa lagi kalau dia diantar cowok ini.
doa jodoh nya kuat banget sehingga kalau mau deket-deket dengan lelaki yang bukan mahrom ada aja yang ngehalangin.
tapi maira bersyukur sih?dengan begini ia merasa lebih aman tanpa merasa di ganggu sedikit pun.
namun maira segera menangkupkan tangan nya di depan dada.
devan yang mengerti langsung menurun kan tangan nya,merasa malu.seharus nya ia sebagai lelaki harus lebih faham agama,karena setinggi apapun ilmu wanita ia mau nya di bimbing,bukan nya membimbing.
*********
berakhir lah ia jalan kaki,saat sedang berjalan kaki menikmati betapa lelah ia bertemu dengan umi nya ustad reihan bersamaan dengan ustad reihan juga.
__ADS_1
maira berusaha memaksa kan kepala nya untuk menunduk agar ia tidak zina mata.tapi emang dasar nya agak susah.
"maira,habis pulang sekolah?"umi raihan menyapa maira.
"iya tante"jawab maira sambil tersenyum.
ustad reihan menunduk kan pandangan mengartikan bahwa ia menghormati perempuan layak nya ia menghormati umi nya.
"kamu udah lama ya gak main ke rumah tante"umi reyhan mengajak maira mengobrol.
maira memang sudah lama sekali tidak main ke rumah ustad reyhan dari semenjak ustad reyhan masuk pondok,bayang kan saja sudah berapa tahun lama nya?
lagian juga diri nya sangat jarang keluar rumah jadi gak bisa main.
"maaf tante,maira gak main lagi karena temen main nya kan gak ada"jawab Maira.
memang dia dulu sering ketempat ustad reihan ya karena ada temen Main,setelah ustad reihan masuk pondok ia gak pernah lagi main ke rumah ustad reyhan.
"kan sekarang reihan udah pulang,main lah ketempat tante"
__ADS_1
kek nya maira salah jawab deh sehingga ustad reyhan saja salting,karena merasa maira main ke rumah nya karena ada dia.padahal memang iya.