
"woy buruan lari malah ngobrol"suara keras andrian membuat mereka menghentikan obrolan.
mereka melihat andrian yang berlari ke arah pos dua,dengan cepat devan dan maira lari ke pos dua sebelum bola mendekat ke arah mereka.
baru juga istirahat sebentar udah harus lari lagi guna menyelamat kan diri dari permainan.
tinggal sedikit lagi maka nilai akan segera di dapat,lain kali kalau begini lagi ia akan meminum obat yang membuat stamina naik.biar gak gampang capek,atau gak maira akan rajin-rajin olahraga biar badan nya terbiasa gerak.
"kalau udah gak kuat bilang aja mai"saran devan .
merasa sangat kasian dengan maira yang sudah berkeringat dingin dan wajah nya memerah karna kepanasan,belum lagi badan nya lemas karena terus berlari.
"aku gak papa kok kak,bentar lagi juga selesai."
"kalau udah gak kuat bilang aja"
"masih kuat,nilai udah di depan mata aku harus tetap kuat"ujar maira.
__ADS_1
"jadi alasan nya nilai"ujar devan.
"iya lah kak kalau gak karna nilai,udah mending duduk aja ya kan?"devan tersenyum mendengar jawaban maira yang terkesan blak-blakan.
"ayo lari itu andrian udah lari ke arah kita,semangat bentar lagi selesai"mendengar intruksi devan maira segera berlari lagi.
tenaga nya udah habis tapi bagaimana pun cara nya ia harus cepat-cepat lari agar tidak kena bola.
akhir nya tidak sia-sia ia capek berlari karena ia sudah menselesai kan permainan,segera ia lapor ke pak heri untuk absen dan mengisi nilai.
"saya kan sudah selesai kan pak,boleh gak saya ke kelas mau istirahat dan minum"izin maira.
setelah mendapat izin dari pak heri maira segera ke kelas meninggal kan stevani dan reni,mereka sedang main jadi yaudah ia tinggal dulu aja nanti juga mereka bakalan nyusul.
devan melihat maira yang berjalan ke kelas ipa 1,dada nya berdebar tidak biasa nya.mengobrol dengan maira ternyata asik juga.meskipun jawaban nya kadang blak-blakan dan serasa ngobrol dengan angin karna maira menatap ke arah lain dengan menjaga jarak juga.
"kamu suka dev sama maira"kaget andrian saat melihat devan yang seperti nya tertarik dengan adik kelas nya itu.
__ADS_1
"gak tau"jawab devan acuh.ia masih kesal karna andrian tadi menatap maira.
"yeh masih marah ni pasti gara-gara aku natap maira"tebak andrian yang tepat sasaran.
"udah lah aku mau ke kelas aja"hindar devan.
"tapi serius dev jawab dong,kamu suka kan sama maira"andrian mengikuti langkah devan karna rasa penasaran nya.
sebenar nya pun tanpa devan jawab andrian sudah tau kalau devan tertarik dengan maira,tapi ia ingin mendengar secara langsung dari mulut devan agar lebih percaya.
"udah lah yan,jangan kepo."ucap devan.
"kita kan sahabat jadi jangan sembunyiin apa pun lah"bujuk andrian.
"belum bisa di pastiin yan jadi aku belum bisa jawab yang pasti"
"tapi kalau udah yakin langsung kasih tau aku ya"ucap andrian yang di jawab deheman oleh devan.
__ADS_1
"udah yok kantin aja,dari pada terus menerus kepo in aku"ajak devan.
mereka langsung ke kantin untuk membeli minum dan makanan ringan.