CINTA GUS HASAN

CINTA GUS HASAN
devan mau berubah


__ADS_3

kini ia sudah bersiap memukul bola yang akan di lempar devan,ia tak peduli jika saat ini di depan nya adalah devan cowok ganteng yang banyak di sukai siswi di sekolah nya yang penting ia harus selesai kan permainan ini buat lari-lari dan setelah itu ia mau mengistirahat kan tubuh nya.


mata nya menatap tajam bola yang di genggam devan seolah-olah ia ingin segera memukul bola itu,walaupun memang benar sih?


"ayok kan cepat lempar"seru maira yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat istirahat.


devan yang mendengar seruan maira tersadar dengan pikiran nya yang sedari tadi memikir kan gadis itu,segera ia melempar bola itu ke arah maira.


maira yang memang sudah siap,langsung memukul bola itu sekuat tenaga bahkan menggunakan emosi hingga bola itu melambung jauh.


dengan cepat diri nya membuat tongkat dan berlari dengan sekuat tenaga ke pos satu,udah di bilang maira itu gak langsing dan yang pasti gak suka lari-lari.baru segitu aja dia udah gak kuat,rasa nya sesek sekali pengen cepat-cepat menyelesai kan permainan.


"kalau gak karna nilai maba mau aku lari-lari gini"kesal maira.


lebih baik di suruh bikin naskah drama kalau gak bikin cerpen dari pada lari-lari gini,tapi mau gimana lagi ini sudah ada pelajaran nya.harus tetap bersyukur kali aja lari-lari ini melatih diri agar nanti kalau ada yang butuh tenaga nya ia sudah siap dan badan nya tidak kaget.

__ADS_1


"gak usah ngeluh"tiba-tiba suara devan mengkaget kan maira.


diri nya sampai tak sadar kalau devan sudah lari ke pos satu,maira mau lari ke pos dua pun sudah telat karena bola mengarah ke mereka.


satu pos dengan devan membuat nya menjadi canggung tapi bodoh amat dengan rasa canggung karena ia tak melakukan apa pun jadi tetap harus santai.


"enggak kok kak,cuman capek aja"jawab maira.


"ayo lari,nanti kita malah numpuk di pos satu"maira langsung ikut devan lari dari pos satu ke pos dua.


benar-benar sangat melelah kan,sedikit lagi ia berhasil mendapat kan nilai jangan sampai ia menyerah di tengah jalan.


"iya,soal nya memang gak suka olahraga"jujur maira.


dulu maira pernah berfikir untuk menjadi atlit lari,namun saat ia terus berlari ternyata memang melelah kan dan ia tak sanggup hingga pada akhir nya ia memilih rebahan saja ketimbang harus lari-lari.

__ADS_1


"setidak nya kamu harus tetap olahraga agar badan kamu tetap sehat"nasihat devan dengan pandangan lurus kedepan.


ia akan berusaha menundukan pandangan di hadapan perempuan-perempuan yang bukan mahrom nya agar tidak menambahi dosa.


"makasih kak"


"mai,aku boleh gak belajar agama lebih dalam sama kamu"ungkap devan.


ia sebenar nya ingin belajar agama lebih dalam tanpa harus melibat kan maira,namun ia bingung akan belajar ke siapa?


"maaf kak,bukan nya aku gak mau ngajarin.tapi aku pun juga masih belajar,tapi kalau kakak memang mau niat belajar aku bakal kasih alamat ustad yang ngajar aku ngaji"ujar maira.


bukan nya apa-apa,sebaik nya memang devan harus belajar pada laki-laki saja.takut menjadi fitnah kalau belajar dengan wanita yang bukan mahrom nya,kita memang harus benar-benar jaga jarak dengan yang bukan mahrom agar lebih aman.


"makasih mai"ujar devan tersenyum.

__ADS_1


"iya kak,sekali lagi maaf ya"


"gak papa mai aku tau kamu sedang berusaha menghindar dari lawan jenis yang bukan mahrom kamu"ungkap devan tersenyum.


__ADS_2