
sebulan setelah kelulusan maira memutus kan untuk kuliah,diri nya sudah mendaftar tinggal tunggu kapan masuk kuliah nya.lulus SMA bukan lah akhir tapi sebuah awal di mana kita akan di lepas dan tau betapa rumit nya dunia luar,niat hati ingin menikah saja gak mau kuliah namun apa lah daya diri nya yang belum mempunyai calon nya.tapi nikah mudah juga gak se enak yang di fikir kan harus benar-benar siap dan tidak main-main.
"kata nya gak mau kuliah"ejek ali.
"kalau mai gak kuliah,mai mau ngapain.masa iya maira mau nikah?"sebal maira,bukan nya di dukung kok malah begini.
"kenapa gak nikah aja?"celetuk ali penasaran dengan respon adik nya.
ali hanya ingin tau saja kira-kira adik nya mau tidak menikah muda,kalau pun mau calon nya juga udah ada tinggal kesiapan adik nya saja.
"gak ada calon"jujur maira.
"kalau ada emang nya kamu mau?"kepo ali.
"ya gak tau,lihat aja nanti"maira langsung memasuki rumah karena waktu mengobrol tadi mereka ada di teras.
"ada yang melamar nanti bingung mau di iya in atau gak"gumam ali.
*********
__ADS_1
maira dan keluarga nya sedang kumpul di ruang tamu,abi yang sibuk dengan berkas-berkas,umi yang asik menonton tv,dan ali yang asik bermain game.besok hari minggu jadi waktu nya mereka santai,sedang kan maira sendiri ia asik membaca novel yang di beli nya beberapa hari lalu.
nikmati dulu apa yang sekarang terjadi urusan besok akan ia urus besok.
"bi maira kata nya dah siap nikah"lapor ali yang sudah mematikan hp nya.
abi nya segera menutup berkas lalu memandang anak gadis nya yang menatap tajam sang kakak yang menurut nya berbicara aneh-aneh.
umi pun sama mematikan tv lalu bergabung duduk lebih dekat ke arah abi,maira jadi bingung sendiri ini kok seolah-olah mereka memang akan membicara kan hal yang serius terkait ucapan ngawur kakak nya.
diri nya sudah terlanjur mendaftar kuliah tidak mungkin gak jadi,gak sanggup kalau harus nikah sambil kuliah.ia bukan gadis yang pintar membagi waktu jadi sangat melelah kan bila itu terjadi.
"bener maira udah siap?"tanya abi reihan dengan serius.
sedang kan sang kakak malah tersenyum manis ke arah sang adik,entah apa maksud senyum yang di tunjukan ali untuk adik nya.
"ada pemuda yang melamar kamu,saat kamu kelas sebelas"abi menceritakan.
maira sendiri menganga terkejut,kalau tau ada yang melamar dia tak akan kuliah.
__ADS_1
"sebenar nya ada lima pemuda,namun beberapa dari mereka menyerah"
gak nyangka juga ada banyak pemuda yang melamar nya,kira-kira apa ya istimewa nya diri nya.tapi setiap manusia memang punya keistimewaan tersendiri.
"sekarang hanya gus hasan yang masih bertahan,mereka yang dulu pernah memintamu kepada abi menyerah dan mengiklas kan dirimu dengan gus hasan"
ini maira gak salah dengar kan seorang pemuda yang sudah ia kagumi sejak lama ternyata juga menyukai nya,sungguh ini suatu kejutan yang membuat nya sangat merasa bahagia.
"kemarin gus hasan telah menghubungi abi dan bertanya apa kah kiri-kira kamu mau ta'aruf dengan nya?"
maira mah iya-iya aja namun gimana dengan kuliah nya,sangat sayang dengan uang kuliah yang telah di bayar orang tua nya.
"balik mai kita punya impian untuk menikah di hari yang sama"
suara itu kembali lagi membuat maira menegang ia ingin berteriak namun tidak mau di kira gila,sebab hanya dia yang mendengar suara itu.kalau keluarga nya mendengar nya pasti mereka mencari sumber suara itu.
"dia seperti nya gak kangen sama kita"
kali ini suara nya lain dari yang tadi seolah suara yang ini sedang mengobrol dengan suara yang tadi.
__ADS_1
"maira jadi gimana nak?"tanya sang abi
"maira~"