
malam hari nya ali dan maira pergi ke acara reuni SMA ali yang di ada kan di sebuah cafe dekat kampus ali,kafe yang waktu itu maira datangi saat setelah mengantar file ali.
debat dulu tadi sebelum berangkat,maira yang merasa di cueki kakak nya awal nya tak ingin ikut karena kakak nya yang kata nya masih marah pada nya.
tapi ali menagih janji yang kata nya maira mau menuruti permintaan nya jika ali menceritakan sesuatu yang membuat maira penasaran ,akhir nya maira mengalah dan mau ikut kakak nya .
tapi sebelum berangkat mereka tak lupa izin kepada orang tua nya.
"kak pulang nya malam gak?"tanya maira saat mereka sedang di perjalanan menuju cafe itu.
"gak tau"cuek ali yang masih pura-pura ngambek.
padahal dia tak mungkin lama-lama di sana karena gak nyaman aja kalau harus di tanya-tanya,dia datang pun karena menghargai teman seangkatan nya dulu waktu SMA.
"gak malam-malam kan kak"tanya maira yang sengaja bertanya agar ia bisa mengobrol lama dengan kakak nya dan dengan begitu kakak nya akan melupakan kemarahan nya.
"diem mai kakak lagi males ngomong sama kamu"kesal ali pada adik nya yang mengoceh terus di perjalanan.
maira mencebik kan bibir nya,ia kira kakak nya sudah lupa dengan kemarahan nya tapi ternyata ia salah duga denfan kakak nya,kakak nya masih marah pada nya.
perasaan dia gak salah-salah banget tapi kok segitu nya kakak nya marah pada nya.
__ADS_1
sampai di parkiran cafe maira langsung turun dari mobil ali,sebenar nya ini mobil abi nya karena abi nya sedang tidak kemana-mana jadi mobil nya ali pinjam,kasian maira jika ali harus membawa motor nya.
sebenar nya dia sudah tidak betah terus-terusan pura-pura marah,tapi gak papa lah tetep lanjutin mumpung jiwa jahil nya masih ada.
"nanti di sana jaga pandangan,jangan liatin temen-temen kakak yang cowok"peringat ali kepada adik nya agar tetap menjaga pandangan terhadap lawan jenis.
gimana pun nanti maira tetap tanggung jawab nya di akhirat kelak,bukan cuman maira tapi juga umi,istri dan anak nya.
sebagai lelaki ia mengemban tanggung jawab yang cukup besar untuk menjaga keluarga nya.
"in sya allah maira jaga pandangan"ucap maira menunduk takut aja gitu kalau kakak nya marah kan serem.
soal nya muka ali kalau sudah bahas yang begitu jadi serius,wajar sih kalau ali begitu.ia kan ingin menjaga adik nya agar tak berbuat dosa.
ia mencari dimana kira-kira teman-teman nya,saat ada pelayan yang lewat ia bertanya letak ruangan yang sudah di pesan teman-teman nya.
karena memang teman nya sudah memboking ruangan khusus di cafe itu.
maklum lah cafe yang mereka tempati termasuk cafe mahal dan pasti kualitas nya juga bagus tak bisa di ragukan.
"as'salamualaikum"salam ali dan maira yang langsung menjadi pusat perhatian teman-teman nya.
__ADS_1
mereka fokus ke arah maira yang tangan nya di genggam ali.
maira menunduk ketika semua mata melihat ke arah nya membuat nya gugup saja,apa lagi ada beberapa laki-laki yang menatap nha kagum ia jadi risih.
"wa'alaikumsalam"jawab mereka semua nya.
ali dan maira langsung di persilahkan kan untuk duduk yang langsung saja mereka turuti,gak mungkin kan mereka mau berdiri terus menerus.
"siapa al"tanya laki-laki yang bernama devanka.
laki-laki dengan kulit putih itu terkenal fakboy dan saat ini ia tertarik pada maira,yang berbeda dari kebanyakan wanita yang memakai hijab namun memperlihatkan bentuk tubuh mereka.
bukan hanya devanka sih yang tertatik dengan maira tapi juga teman-teman nya.berbeda dengan laki-laki yang menatap kagum maira,para wanita yang di situ menatap maira sinis.
menurut mereka pakaian maira terlihat seperti ibu-ibu yang mempunyai banyak anak,padahal kan nanti juga semua perempuan bakal jadi ibu.
"kenalin ini adik gue,nama nya maira"ali memperkenal kan maira pada teman-teman nya.
saat devanka akan menyalami tangan maira,ali segera menyambut uluran tangan devanka yang membuat devanka mengerut aneh,posesif sekali ali kepada adik nya.
"bukan mahrom dev"jas ali kepada devanka dan yang lain karena melihat tatapan aneh teman-teman nya.
__ADS_1
seharus nya mereka gak aneh dengab sikap ali yang barusan karena mereka kan sudah lama kenal dengan ali.