CINTA GUS HASAN

CINTA GUS HASAN
terkejar namun tak tergapai


__ADS_3

seperti nya waktu begitu lama hingga rasa rindu ini terus membuat gus hasan tak tahan,dua tahun kira-kira ia harus menunggu maira yang siap untuk dinikahi.


dirinya sudah membicarakan dengan orang tua maira,hasan mendapat restu,namun tetap harus sesuai persetujuan maira.apakah menerima gus hasan atau tidak?


"huaaaa copet"teriakan seorang perempuan membuat gus hasan reflek menangkap pria yang diduga copet itu.


"ampun bang gue butuh duit"mohon copet itu.


gus hasan melepaskan copet itu karena merasa kasian,dia mengambil tas yang dicopet tadi berniat menyerahkan kepada pemilik nya.


"itu tas aku"ucap perempuan yang menggunakan masker itu.


rasa-rasa nya ia mengenal suara perempuan itu,tapi siapa?


"mas itu tas aku"perempuan itu menyadarkan hasan dari lamunan nya.


"eh maaf mbak,ini tas nya"setelah menyerahkan tas itu kepada pemilik nya,gus hasan masih terus berusaha mengingat siapa perempuan itu.


"makasih ya mas ganteng udah nolongin aku lagi"nah iya gus hasan ingat dengan orang yang memanggil nya itu.


cuman maira yang memanggil nya begitu,gus hasan memegang jantung nya yang berdebar lebih cepat dari biasa nya.sebelum ia kenapa-kenapa lebih baik ia segera pergi.


"iya sama-sama,kalau begitu saya pamit.as'salamualaikum"salam gus hasan.


*******


memang seharus nya ia menjauhi maira sebelum mereka sah,tidak baik ia berdekatan dengan maira terus.akan malah dosa jadi nya.


"pasti bisa,cuma dua tahun"menyemangati diri sendiri,hanya itu yang bisa dilakukan gus hasan.


"semoga dia jodoh ana"harap gus hasan.


lebih baik ia shalat saja,dari pada memikirkan semua nya.


********


"mas jodoh dimana sih?"maira berbicara kepada diri nya sendiri.


melihat semua orang bermesraan,membuat maira ingin tapi takut dosa.ingin menikah masih SMA kenapa rasa nya serba salah.


gak berani nikah muda namun ia tak tahan ingin ketemu mas jodoh.


"jodoh mai ada dimana ya?mai pengen punya pacar halal tapi belum siap"

__ADS_1


maira tak sadar jika sedari tadi ada yang memperhatikan tingkah nya yang aneh.


"ckckck kalau nyari jodoh jangan dijalan,ngomong sendiri lagi.kan kesan nya seperti orang gila"sindir perempuan bergamis ungu tua dengan hijab hitam.


sedang kan yang disindir hanya diam malas menanggapi,malu juga ketahuan ngomong sendiri gini.


perasaan tadi tempat nya udah aman buat ngomong sendiri,tapi kok ya masih ada aja yang lewat.


"gitu-gitu pasti mimpi nikah sama gus"sinis perempuan itu.


ini mbak-mbak ada masalah hidup apa sih?kenal enggak main ngata-ngatain seenak jidat nya.


segera maira pergi dari situ,dari pada mendengarkan ocehan perempuan gak jelas itu.bikin emosi aja.


"maira"panggil ali.


"kak ali lama banget sih?"ucap maira.


"jelas-jelas kamu yang gak ada ditempat,disuruh tunggu malah ngilang"omel ali.bagaimana tak kesal ditinggal sebentar buat bantuin safana udah ilang aja.


tadi sewaktu ali dan maira pergi ke luar mencari makan tiba-tiba saat akan pulang kerumah,ali mendapat televon dari safana kalau dia sedang terkena masalah,awal nya ali malas mengangkat telvon dari safana tapi karena penasaran ia mengangkat nya.


mendengar tangisan gadis menyebalkan itu,segera ali menuju lokasi yang safana berikan.


rasa khawatir mengalahkan rasa kesal pada gadis itu,sampai ali lupa mengajak maira.alhasil maira ditinggalkan dijalan sebelum menaiki motor.


untung tadi ada mas jodoh,eit maksud nya mas ganteng,kan jadi halu.


sampai kapan pun diri nya tak akan bisa mendapatkan cinta nya seorang gus,sangat jauh dengan diri nya yang hanya perempuan biasa.


"mundur mai saingan mu ukti-ukti yang suka baca kitab al-qur'an dan kitab kuning.kamu yang hobi nya baca ******* sama novel bisa apa?"hati maira bersuara.


kan sedih,kenapa harus suka sama gus sih,kalau seperti ini kan dia juga yang sedih.


"MAIRKONA"teriak ali ngegas.


"APA"teriak maira karena terkejut.


"maaf kak mai gak sengaja"ucap mai merasa bersalah,ia menundukan kepala nya karena takut kakak nya marah.


"iya gak papa,kamu tadi kaget aja"perkataan ali membuat maira lega.


mas ganteng memang tidak di takdir kan dengan nya seperti nya.

__ADS_1


"kakak tadi kemana?aku tadi sampai ke copetan"dari pada dia yang kena omel,mending maira aja yang ngomelin.


"itu emmm"bingungkan mau jawab apa?"kakak ada urusan dadakan"alasan yang mencuriga kan.


"urusan apa?"rasa penasaran maira sudah tidak bisa dibendung.


apa kah urusan itu sangat penting?hingga meninggalkan maira sang adik tersayang,duh maira jadi lebay kan.padahal jelas-jelas kakak nya tau kalau maira trauma jika berpergian sendiri,apa lagi waktu itu dia sempat diganggu om-om.


"penting pokok nya,gak perlu tau"ucap ali,mata ali tak berani menatap sang adik.


gelisah itu yang ia rasakan,gengsi dong kalau maira tau dia begitu khawatir dengan gadis yang pagi tadi ia bentak.


"iya,aku yang gak terlalu penting"lirih maira yang masih bisa di dengar ali.


seketika ali panik mendengar suara maira yang lirih,takut adik nya merasa tersinggu dan merasa tidak penting.tapi maira adalah wanita yang ia sayangi setelah umi nya.


"enggak gitu"


"pulang yok kak"suara nya sangat pelan.


di perjalanan naik motor maira hanya diam tidak biasa nya adik nya diam begini.apa adik nya marah pada nya?


maira sendiri mood nya sangat kacau memikirkan mas ganteng nya yang susah digapai.


mengapa melupakan susah sekali?apa karena akhir-akhir ini kesibukan nya lebih banyak tentang dunia.


"kamu itu seperti kupu-kupu terkejar namun tak tergapai"


"apa mungkin ini teguran agar aku harus semakin banyak beribadah dan mengejar cinta allah"


pikiran nya sedang kacau,sedih dan ingin menangis,tapi malu jika harus menangisi lelaki yang belum menjadi bagian hidup nya.


"mai sudah sampai"ucap ali menyadarkan maira dari lamunan nya.


kebanyakan melamun jadi gak sadar kalau sudah sampai rumah.


"mai kamu nangis"khawatir ali.


maira menghapus air mata nya yang entah sejak kapan sudah turun membasahi pipi nya.


kan jadi malu kalau kakak nya tau ia menangis karena mas ganteng nya.


"enggak papa kak,tadi kelilipan aja"

__ADS_1


dua kakak beradik yang sangat gengsi untuk berkata jujur.


**bersambung....


__ADS_2