cinta halte bus

cinta halte bus
es krim


__ADS_3

Sesampainya di ruangan gebi duduk di samping jojo. Sambil memperhatikan jojo gebi terus tersenyum. Sementara jojo hanya diam tanpa memperhatikan gebi.


"jojo cemburu yah" kata gebi sambil tersenyum kepada jojo. Sementara jojo hanya diam tidak menanggapi gebi.


" aku tau kok jojo suka sama sasa "sambung gebi, yang kali ini sukses membuat jojo tersendak dan menatap gebi dengan wajah kaget.


"udah engga usah di jawab, aku tau kok gimana perasaan jojo ke sasa, dari kapan jojo mulai suka sama sasa, kenapa jojo suka sama sasa ,dan masih banyak lagi deh" kata gebi menjelaskan panjang lebar kepada jojo.


Sementara jojo hanya senyum canggung dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal " ehh engga kok geb.., kamu salah paham" kata jojo.


Sementara gebi hanya tersenyum melihat tingkah canggung jojo.


"geb kalau aku engga suka sasa tapi suka sama orang lain gimana??tanya jojo dengan wajah serius.


"yahhh" gebi menghela nafas panjang "jadi aku salah yah jo? aku kira kamu suka sama sasa karena jojo perhatian banget sama sasa" kata gebi sambil menatap jojo


"tapikan jojo juga perhatian sama gebi" sambung jojo sambil menunduk


"ehhh..... iya yah" kata gebi sambil senyum canggung


"kalau gitu jojo boleh suka sama gebi" tanya jojo yang kali ini tampak antusias


"boleh dong" kata gebi sambil tersenyum manis "kita kan sahabat" sambungnya sambil memeluk jojo dari samping


Sementara jojo hanya senyum masam mendengar perkataan gebi "sahabat? apakah tidak boleh lebih geb?" batin jojo dalam hatinya


__ADS_1


Hari semakin sore, arloji berwarna putih yang berada di tangan gadis manis tersebut menunjukkan pukul 5.04 sore. Kini gadis tersebut sedang berjalan ke arah halte bus depan kampusnya untuk menunggu bus.


Sebenarnya jojo telah menawarkan diri untuk mengantar gebi pulang, namun gebi menolaknya dengan alasan agar jojo dapat berduaan dengan sasa. Jojo hanya mampu.mengikuti permintaan sahabatnya itu karena gebi terus mendesaknya dan berbagai alasan.


Sambil melangkahkan kakinya keluar kampus gebi, menatap seorang anak laki laki dan akan perempuan diseberang jalan. Mereka menggunakan seragam sekolah SMA dan berjalan berdua sambil memakan es, sesekali terlihat senyum indah mengembang di wajah kedua anak tersebut. sambil sesekali saling mencuri curi pandang satu sama lain.


Gebi hanya tersenyum masam melihat hal tersebut. Kilasan masa kecilnya kembali berputar di kepalanya. Kenangan indahnya bersama anak laki laki dimana awal dari persahabatan kecil mereka dimulai


Flasback


"wahhhhh es krim" kata anak perempuan tersebut


"kamu mau es krim " kata anak laki laki tersebut sambil menatap anak perempuan yang melihat kearah penjual es krim


" mauuu" jawab anak perwmpuan tersebut sambil tersenyum " tapi engga punya uang " sambungnya sambil tersenyum malu


"mau rasa apa" sambung anak laki laki tersebut


" MINT" jawab anak perempuan tersebut dengan wajah berbinar binar


" kok mint? " tanya anak laki laki tersebut " engga mau rasa coklat atau strobery aja" sambungnya.


Sementara anak perempuan itu hanya mengeleng sambil tersenyum manis


Gebi menghembuskan nafas secara perlahan, mencoba menenangkan pesaraan yang ada di dalam dadanya saat ini. Sambil berusaha menarik senyum di bibir manisnya, gebi berjalan kearah kedai es krim yang berada di sebelah jalan.


"pak es krim rasa mint satu" kata seorang gebi bersamaan dengan seorang laki laki yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Sementara penjual es krim hanya tersenyum sambil memberikan code tangan yang mengartikan OK


Gebi membalikan badan dan melihat sumber suara yang berada di belakangnya. laki laki yang nampak tak asing baginya


"ehh kak bagas " kata gebi.


Sementara bagas hanya membalas gebi dengan senyuman.


Tidak ada percakapan antara kedua, hingga penjual es krim memberikan es krim pesanan mereka. Setelah membayar es krim tersebut, gebi keluar kedai es krim tersebut begitu juga dengan bagas.


"baliknya naik apa?" tanya bagas begitu berada di depan kedai


"naim bus kak" jawab gebi singkat sambil berjalan meninggalkan bagas.


" gue anterin aja" kata bagas sambil menunjuk mobilnya yang terparkir di sebelah jalan.


"engga usah kak saya masih ada urusan setelah ini" jawab gebi sambil berjalan meninggalkan bagas.


Sementara bagas hanya tersenyum melihat gebi


"GEBRIELA ANASTASYA. nama yang indah" kata bagas sambil tersenyum melihat gebi yang sudah berada cukup jauh darinya


"sepertinya kau tak asing bagiku, sepertinya aku oernah bertemu denganmu sebelum ini" sambung bagas sambil tersenyum lalu berjalan menuju mobilnya.



jangan lupa like dan comennya

__ADS_1


maaf yah jika ceritanya kurang menarik😊


__ADS_2