cinta halte bus

cinta halte bus
bingung


__ADS_3

gebi hanya mengerutkan keningnya sambil menatap bagas seolah mencerna apa yang maksud kata maaf dari bagas.


Namun di detik berikutnya bagas kembali membuka suaranya "maaf gebi"serunya kemudian menarik leher gebi kearahnya kemudian kembali melumat bibir gebi dengan lembut.


Gebi kembali terkejut dibuatnya. Sebisa mungkin dirinya mencoba melepaskan diri, namun nampaknya usahanya sia sia karena bagas semakin mempererat pelukannya pada gebi serta terus mencicipi setiap jengkal rasa dalam bibir gebi



Bagas menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandinya. Sekitar 30 menit yang lalu dirinya baru saja mengantarkan gebi pulang kerumahnya meski butuh perjuangan dan juga ancaman agar gadis tersebut menurut padanya.


Dan disinilah bagas sekarang. Kamar mandinya sambil menatap pantulan dirinya di cermin


"apa yang salah denganku?" lirihnya


"mengapa aku seperti ini" sambungnya.


Bagas benar benar tidak mengerti akan dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya dirinya mencium paksa seseorang.


Bukan hanya itu, saat tadi dirinya melihat gebi menangis sendu rasanya ada yang aneh dengan dirinya.


Rasa dadanya sesak dan perih melihat setiap tetes air mata yang mengalir segitu pedih dari pelupuk mata gebi.


Terlebih lagi dirinyalah yang membuat gadis tersebut menangis seperti itu.


Hal itu menjadi sebuah rasa sesak tersendiri bagi hatinya


"kenapa? Kenapa dengan ku?" lirih bagas


Kembali sambil menyentuh cermin yang memantulkan banyangan dirinya sendiri.


Bagas menghela nafas kasarnya , kemudian kembali berkata


"tidak. Itu hanya perasaan bersalah. Tidak lebih "lirihnya pada dirinya sendiri

__ADS_1


"iy itu benar. Tidak lebih" sambungnya menyakinkan dirinya sendiri.


Beberapa detik kemudian bagas kembali menghela nafas kasarnya.


"tapi kenapa? Ini bukan pertama kalinya gue buat cwek nangis, tapi__ tapi kenapa rasanya kali ini beda" lirihnya "rasanya sesak melihatnya menagis begitu perih karena diriku" sambungnya sambil memegang dadanya yang masih sesak


"ahhhh sial engga gue engga boleh kaya gini, gue engga mungkin punya perasaan lebih buat gadis itu" lirihnya menyakinkan dirinya sendiri


"benar engga mungkin" sambungnya kemudian beranjak meninggalkan kamar mandinya guna menenangkan dirinya



Gebi menghela nafas beratnya saat menginjakkan kakinya di kampusnya. Dirinya benar benar malas itu hal itu. Sebenarnya gebi tadinya enggan untuk ke kampus hari ini.


Mengingat bagasnya yang akan mengisi kuliah pagi ini. Dirinya benar benar sangat malas bertatap muka dengan cwok brengsek tersebut.


Rasa sakit hatinya terhadap bagas masih sangat kental. Hinaan dan perlakuan kasar yang bagas berikan dan lakukan padanya masih sangat jelas dalam ingatan dan benaknya.


Apalagi kejadian kemarin malam. Mata gebi kembali memanas mengingat bagaimana bagas malam itu memperlakukan dirinya dengan sangat tidak sopan.


Gebi menghembusakan nafas kasarnya sambil menenangkan pikirannya dari bagas-cwok brengsek yang selalu membuat gebi merasa emosi dan ingin menangis setiap mengingat nama tersebut.


" ngelamun apaan sih" suara laki laki tersebut mengagetkan gebi saat gebi masih sibuk dengan pikirannya


"ahhh apaan sih jo" seru gebi sambil menatap jojo dengan mata merahnya akibat menahan tangis dan emosi saat tadi mengingat bagas_cwok brengsek dalam hidupnya


Jojo sendiri langsung merasa bersalah melihat gebi" maaf geb, aku engga sengaja" lirih jojo melihat gebi karena mengira sebab dirinyalah gebi menjadi seperti itu


Gebi sendiri segera tersenyum melihat mimik wajah bersalah jojo entah mengapa menurut gebi jojo selalu saja mampu membuatnya yersenyum dengan segala tingka laku sahabatnya tersebut


"engga kok ini bukan salah jojo" serunya


"tadi gebi makan yang pedas pas sarapan tadi dan pedasnya masih terasa sampai sekarang makanya mata gebi merah kaya mau nangis" jelasnya

__ADS_1


Jojo menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman kemudian mengangguk paham dengan apa yang dikatakan gebi


"yahh udah kalau gitu" serunya sambil mengalungkan tangan di bahu gebi


"ke ruangan yuk" sambungnya


Gebi sendiri hanya tersenyum dan membalas jojo dengan anggukan lalu berjalan di sebelah jojo


" masih pedas geb?" tanya jojo saat keduanya berjalan menuju ruangan kuliahnya


Gebi hanya menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan jojo. Sementara jojo kembali mengukir senyum di bibirnya "aku kira masih pedas, aku tau loh acaranya biar pedasnya cepat hilang" lirihnya dengan senyum jail


Gebi menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan jojo yang berada di sampingnya "gimana caranya?" tanya gebi


"caranya __"jojo menggantung kalimatnya membuat gebi kembali mengulang kata katanya


"caranya gimana?" lirihnya


"sini jojo cium biar pedanya hilang terus berubah jadi manis" goda jojo sambil mempertipis jarak antara keduanya


Sontak saja gebi membulatkan matanya mendengar kata kata jojo. Wajahnya merona dan tidak bisa dia pungkiri , dirinya merasa malu mendengar kata kata jojo


"ihh apaan sih jo" kata gebi sambil mencubit perut jojo kemudian berlari meninggalkan jojo yang meringis menahan sakit di perutnya


"geb, gebi" teriak jojo


" jangan malu dong, sini kalau mau" sambungnya dengan tawa mengelegar


Sementara gebi terus mempercepat langkahnya meninggalkan jojo yang masih asyik menertawakan dirinya


**jangan lupa like dan comennya


untuk mendukung penulis😊😊

__ADS_1


maafkan typo bertebaran**


__ADS_2