
Matahari bersinar terik pagi , semua orang menyambutnya dengan suka cita, namun tidak dengan gebi. Kini gebi tengah menyusuri kolidor kampusnya sambil membawa 2 tas di punggungnya dan kedua tangannya membawa beberapa buku yang cukup berat untuk ukuran gadis seperti dirinya.
Gebi terus saja mengomel sepanjang jalan. Bagaimana tidak, jojo berada di sampingnya dan tidak ada setitik niat untuk membantunya. Gebi sudah beberapa kali meminta bantuan kepada jojo namun jojo selalu saja memberikan alasan padanya.
Aku masih sakit gebi, lihat mukaku masih ada bekal pukulan raka dan juga aku masih lemas.
Selalu saja kata kata itu yang keluar dari mulut jojo saat gebi meminta bantuannya.
Dan lebih parah lagi jojo juga membiarkan gebi membawa tas miliknya dengan alasan gebi adalah penyebab luka yang dialaminya oleh sebab itu gebi harus menerima apa saja yang jojo perintahkan padanya selama seminggu untuk mendapat permintaan maaf dari jojo.
Gebi menghela nafas panjangnya sambil terus berjalan ke arah ruangan kuliahnya.
"jojo bantuin"rengek gebi
Sedangkan jojo hanya menggeleng untuk memberikan penolakan atas keinginan sahabatnya itu.
"ihh jojo kok gitu sih" seru gebi "jojo engga sayang sama gebi lagi" sambungnya sambil terus berjalan dengan wajah di tekuk.
"sayang kok, tapi ini hukuman buat kamu" balas jojo cuek
Dan hal tersebut sukses membuat gebi semakin kesal "emangnya engga ada apa cara lain buat dapat maaf dari jojo"
__ADS_1
Jojo nampak berpikir sejenak membuat gebi menatap penuh harap padanya , namun di detik selanjutnya dengan sigap jojo menggelengkan kepalanya dan membuat gebi mempercepat langkahnya dengan suasan hati yang kesal bercampur emosi
" jojo mau pulang naik apa?" tanya gebi begitu kelas terakhir mereka telah selesai
"taksi aja"jawab jojo sambil membereskan buku bawaannya dan setelahnya melangkah keluar ruangan "kamu naik apa geb?" sambungnya
"naik taksi juga "jawab gebi sambil mengejar jojo yang berada di depannya
"bareng aja kalau begitu" tawar jojo dan langsung di balas gelengan oleh gebi
"jojo lagi sakit mending langsung pulang aja" jawab gebi
Dan langsung dibalas anggukan oleh gebi.
Sepanjang perjalanan kearah gerbang kampus terjadi banyak percakapan oleh kedua sahabat tersebut. Sesekali nampak jojo mencubit pipi gebi gemas dan merangkul bahu sahabatnya tersebut. Dan hal itu juga nampak di tanggapi biasa oleh gebi.
Namun tidak bagi laki laki yang kini menatapnya. Matanya nampak tajam menatap kedekatan keduanya.
Bagas_ yah dialah laki laki tersebut.
__ADS_1
"bisa dek bagas" tanya pak bayu_ dosen senior yang tadi berbincang dengan bagas
"bisa pak" seru bagas " tapi saya butuh asisten untuk hal itu pak"
"ohh silahkan dek, saya juga setuju dengan hal itu, dek bagas boleh pilih satu mahasiswa yang menurut adik mampu membantu dalam hal ini" seru pak bayu.
Dan di balas angguka oleh bagas kemudian tersenyum sambil menatap punggung jojo dan gebi yang kini hampir hilang di balik dinding.
"gebi" suara panggilan bagas menghentikan langkah gebi dan jojo saat akan naik kemobil sasa. Yah setelah sampai di parkiran tiba tiba saja mata gebi menangkap sosok sahabatnya tersebut. Dan dengan sekilas senyum terukir di bibirnya saat mengetahui sasa membawa kendaraan ke kampus.
Tentu saja sasa menawarkan tumpangan kepada kedua sahabatnya tersebut dan langsung di sambut semangat antusias oleh jojo dan gebi
"iy kak ada apa?" jawab gebi
"pak bayu menyuruh kamu untuk membantu saya selama seminggu ini melakukan kunjungan seminar di beberapa kampus" seru bagas to the point
Mata gebi seketika membulat mendengar perkataan bagas" kenapa harus saya kak?" tanya gebi
Bagas hanya menggeleng kemudian melangkahkan kakinya menjauh dari ke tiga sahabat tersebut "besok temui saya di ruangan pak bayu pukul 08.00 " serunya sebelum benar benar meninggalkan gebi yang mengomel tidak terima dengan apanyang dikatakann bagas
**jangan lupa like dan comennya
__ADS_1
untuk mendukung penulis😊
typo bertebaran maafkan**