
" pacar kamu cantik gas" suara doktor tersebut membuat bagas menoleh kebelakang melihat gebi yang menatap doktor tersebut dengan alis berkerut.
Sedangkan sang doktor hanya tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya yang terhenti
Dentingan jam dinding diruangan bernuansa putih biru itu nampak mendomonasi.
Setelah kepergi sang doktor tersebut kini menyisakan 3 orsng dalam ruangan tersebut.
Yahh bagas, gebi dan seorang wanita paruh baya yang nampak terbaring dikasur.
Sambil menatap wanita paruh baya tersebut, bagas sesekali mengusap penuh kasih sayang kening wanita paruh baya tersebut.
Sementara gebi nampak menatap lekat ke arah bagas dan wanita paruh baya tersebut.
Ingatan tentang wanita paruh baya tersebut nampak berputar dalam ingatannya.
Entah mengapa gebi merasa pernah bertemu dengan wanita paruh baya tersebut.
"ahh payah!" cicit gebi dengan suara kecil " aku yakin pernah bertemu ibu ini" sambungnya
Bagas Mendengar cicitan gebi walaupun tak jelas. Keningnya berkerut menatap gebi seolah bertanya apa yang perempuan itu katakan.
"apa?" tanya gebi melihat ekspresi bagas , Membuat bagas hanya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"gas" suara wanita paruh baya yang nampak terbaring di atas kasur tersebut membuat perhatian bagas dan gebi teralihkan.
"iy ada apa bu" jawab bagas dengan nada khawatir" ibu istrirahat saja dulu" sambungnya saat melihat wanita paruh baya tersebut nampak berusaha untuk bangun dari tidurnya
"hati hati bu" kata bagas sambil membatu wanita paruh baya tersebut duduk, walaupun ada rasa kesal.melihat sikap ibunya yang keras kepala.
Helaan nafas berat nampak di keluarkan wanita paruh baya tersebut, sambil menatap anak laki lakinya yang nampka kesal ,senyum terukir di bibirnya saat melihat gebi yang berdiri tidak jauh dari posisi keduanya.
"gebi!" kata wanita paruh baya tersebut
Mendengar wanita paruh baya tersebut memanggil namanya, sontak gebi merasa terkejut. Kini ingatannya tentang wanita paruh baya tersebut telah dia ingat.
Wanita paruh baya tersebut adalah orang dia temui di halte bus beberapa waktu yang lalu
"kemarilah nah" sambung wanita paruh baya yang bernama bu ratna tersebut.
"ibu pernah bertemu gebi di halte bus kesukaanmu beberapa waktu yang lalu" kata ibu ratna seakan menjawab rasa penasaran bagas.
Sementara bagas masih menatap heran kearah ibunya seakan minta penjelasan lebih.
"bagaimana keadaan ibu" tanya gebi begitu duduk di tepi kasur tempat ibu ratna duduk
"ibu sudah baikan sayang"!kata ibu ratna sambil menarik sudut bibirnya untuk membentuk senyuman.
__ADS_1
" syukurlah kalau begitu bu" kata gebi juga membentuk senyuman manis di bibirnya
"hemm" suara deheman bagas terdengar di telinga kedua perempuan yang kini asyik berbincang bincang.
"anaknya disini, jangan di cuekin" ketus bagas dengan wajah kesalnya.
Sementara gebi dan bu ratna hanya tertawa melihat ekpresi wajah bagas.
"oh yah sayang, kamu pacarnya bagas ya?" tanya ibu ratna yang langsung membuat gebi membulatkan matanya.
"sudah tidak perluh dijawab ibu sudah tau jawabannya" sambungnyanya
"kamu perempuan pertama yang bagas bawa ketemu ibu" kata ibu ratna dengan senyum penuh arti.Sementara gebi menatap penuh tanya kepada bagas
"iy bu ini pacar bagas" kata bagas seolah menjawab pertanyaan gebi.
Hal tersebut membuat gebi semakin membualatkan mata kearah bagas. sementara bagas hanya senyum penuh arti menatap gebi
setelah berpamitan dengan ibu ratna kini gebi telah berada di dalam mobil bagas. Yah bagas mengantar gebi pulang karena dirinyalah yang membawa gebi tadi.
Tidak percakapan selama beberapa waktu di dalam mobil tersebut. Namun hal tersebut tidak berlaku lama saat gebi hentak membuka suara bertanya terlntang maksud ucapan bagas yang mengatakan kalau mereka pacaran
__ADS_1
"ibu gue sakit, kalau gue engga buat dia senang terus sakitnya tambah parah gimana?" kata bagas seakan menjawab pertanyaan gebi yang belum sempat dia utarakan.
jangan luoa like dan comennya😊😊