
"engg ...." kalimat jojo tergantung saat gebi meletakkan tangannya untuk menahan jojo memberikan kalimat penolakan padanya.
"engga ada penolakan" sambung gebi sambil menarik tangan jojo menujunkedai es krim tersebut.
"makasih jo" kata gebi sambil memakan es krim yang baru saya dibelinya
Dan hanya di balas deheman oleh jojo
"mau?" tawar gebi sambil menyukurkan es krim yang ada dalam genggamannya
Dan lagi lagi jojo hanya membalas perkataan gebi dengan gelengan kepala tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
"jojo marah yah sama gebi?" tanya gebi melihat jojo yang enggan untuk membuka suara untuk menjawab pertanyaannya.
Dan lagi lagi jojo hanya menjawab gebi dengan gelengan kepala.
"ihhh jojo kenapa sih? Engga ikhlas anterin aku pulang? Atau engga ikhlas beliin aku es krim?" seru gebi dengan nada kesal
Dan lagi lagi tidak ada jawaban dari jojo.
Jojo lebih memilih terus melangkahkan kakinya menuju mobil yang berada di seberang jalan.
Begitu pula dengan gebi. Walaupun dengan wajah kesal dirinya tetap mengikuti langkah jojo menuju mobilnya
"jojo...." rengek gebi begitu sampai di depan mobil jojo.
Dan lagi lagi jojo tidak membalas ucapan gebi. Membuat gebi berseru kesal sambil terus memakan es krimnya yang mulai meleleh
"jojo ja..wab gebi..dong" serunya sambil sesekali menjilat es krimnya.
"... "
__ADS_1
"ihhh jojo nyeselin" seru gebi
"jojo nyes..." perkataan gebi terhenti kala jojo tiba tiba saja mengecup lembut pipinya.
"ada es krim di pipi kamu. Mubazir kalau engga di makan" jawan jojo enteng.
Namun tidak dengan gebi. Wajahnya seketika memerah akibat ulah jojo.
"kenapa? Es krimya meleleh gebi" seru jojo melihat gebi yang hanya diam
"es krimya buat kamu aja" seru gebi sambil menyerahkan es krim pada jojo kemudian membuang muka kearah lain . Enggan untuk menatap sang sahabat
Jojo sendiri tidak keberatan dan kembali memasukkan es krim tersebut kedalam mulutnya hingga tandas
"gebi jojo pulang dulu yah, ingat jangan lama lama disini. Ingat pulang tepat waktu. Ingat jangan.." perkataan jojo terhenti saat gebi dengan cepat menyela ucapannya
"iya jojo bawel" serunya sementara jojo hanya tersenyum melihat tingkah imut gebi
"ihh jangan dong jo, nanti gebinya jelek" seru gebi sambil membenarkan anak rambutnya yang acak acakan karena jojo
"engga kok kamu tetap cantik buat Jojo" seru jojo dengan lembut sedangkan gebi hanya senyum manis mendengar ucapan sang sahabat
"bye gebi" kata jojo sambil berjalan memasuki mobilnya dimana sebelumnya telah memeluk sang sahabat
"hati hati" seru gebi
Pelukan jojo bagi gebi bukanlah hal yang baru. Baginya pelukan jojo untuknya begitu menenangkan dirinya dan entah mengapa gebi sendiri merasa nyaman dan hal itu.
Entahlah hal apa yanh dirinya rasakan. Intinya dirinya merasa nyaman dan damai berada di dekat jojo.
Gebi tersenyum manis kala dirinya melangkahkan kaki menuju kearah halte bus yang jaraknya hanya sekitar 15 meter dari posisi awalnya.
Sementara di sisi lain, seorang laki laki tengah menatapnya dengan penuh amarah dan rasa sesak di dadanya. Rasa sesak kala melihat gebi turun dengan dari mobil gebi dengan senyum di wajahnya.rasa sesak kalau melihat gebi dengan manjanya berjalan bersama jojo ke kedai es krim dan rasa sesak yang semakin memuncak memenuhi dadanya kala jojo mencium pipinya dan memeluknya.
__ADS_1
Bagas, yang laki laki itu adalah bagas. Rasanya bagas begitu sulit untuk menarik nafasnya, rasanya ada yang menjanggal di dalam dadanya dan itu membuat dirinya sesak.
Wajah bagas benar benar menggelap seolah siap meluapkan amarah pada siapa saja saat ini.
Apalagi saat melihat gebi dengan santainya duduk di halte bus itu dan di ajak berbincang bincang oleh sekelompok laki laki yang menebar pesona pada gebi.
Namun gebi malah membalas para laki laki tersebut dengan senyum yang manis. Senyum yang belum pernah dirinya dapat dari seorang gebi.
"sial" seru bagas
Emosinya semakin meledak saat salah seorang dari laki laki tersebut duduk di sebelah gebi. Emosi kini sudah tidak mampu dia tahan lagi sehingga membuat bagas memilik turun dari mobil dan menghampiri gebi
" hai baby" seru bagas begitu sampai dekat gebi sambil menatap tajam kearah laki laki yang masih saja berada di dekat gebi
Tidak ada balas dari gebi. Gebi lebih memilih diam seolah olah tidak mengenal bagas.
Hal tersebut membuat bagas tersenyum sinis melihat sikap gebi padanya yang seolah olah selalu menabuh gendang perang padanya.
"jangan marah sayang, maaf aku terlambat " sambungnya sambil menatap sinis kearah laki laki tersebut.
Seolah olah mesyaratkan bahwa dirinya tidak menyukai kehadiaran para laki laki tersebut.
Sedangkan para laki laki yang tadinya santai saja, seketika merinding mendapat tatapan sinis bagas.
Mereka menyadari bahwa bagas tidak menyukai keberadaan mereka. Sehingga memaksa mereka undur diri walaupun tidak ikhlas
"saya dan teman saya duluan yah gebi, nanti saya akan menghubungi kamu lagi" seru salah seorang dari mereka dan hanya di balas anggukan oleh gebi sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Sementara bagas masih menatap para laki laki tersebut dengan tatapan yang sama menusuknya.
jangan lupa like dan comennya
untuk mendukung penulis😊😊
__ADS_1