cinta halte bus

cinta halte bus
lembut


__ADS_3

Mobil bagas kini telah terparkir sempurna dihalaman rumah gebi. Setelah membantu gebi membawa jojo kedalam rumahnya, kini bagas hanya duduk sambil menatap sinis kearah gebi yang masih asyik duduk di sisi tempat tidur sambil membersihkan luka jojo.


Butuh waktu sekitar 10 menit untuk gebi membersihkan luka sahabatnya tersebut. Kemudian menyelimuti jojo dan membiarkan sahabatnya tersebut beristirahat.


"yahh ampun" seru gebi kaget sambil memegang dadanya


"kenapa?"tanya bagas sinis "loh kira gue apaan?" sambubgnya


Gebi menghela nafas kasarnya "saya kira kakak sudah pulang" lirihnya sambil meletakkan kotak p3k diatas meja kemudian berjalan kearah balkon dimana bagas tengah berdiri sambil menatapnya


"terima kasih" ucap gebi tulus


Bagas sendiri hanya diam mendengar gebi dan itu membuat gebi sedikit kesal "terima kasih kak sudah membantu saya dan jojo" lirihnya kembali


"hemm" jawab bagas cuek


Hening untuk beberapa saat sampai gebi kembali membuka suaranya


"sampai kapan kakak ingin disini?" tanyanya halus karena takut menyinggung perasaan bagas.


Bisa kelar hidupnya jika dirinya membuat bagas_cwok kasar dan brengsek itu marah. Karena bukan tidak mungkin dirinya akan berakhir sebuah koran pagi karena membuat bagas emosi sehingga di dorong jatuh dari balkon. Gebi sendiri merasa ngeri membayangkan itu. Membuatnya meringis


Bagas menaikkan sebelah alisnya melihat gebi "kenapa?" tanyanya


"ehhh__anu_ehh saya cuma kepanasan kak" jawabnya gugup


"udara malam ini panas sekali kak"sambungnya sambil membetulkan ikatan rambutnya dan mengibas ibaskan tangannya guna lebih menyakinkan bahwa dirinya tidak berbohong.


Bagsas sendiri nampaknya acuh, namun itu tidak berselang lama saat matanya dengan tajam menangkap sesuatu di leher gebi.


Gerahamnya mengeras dan buku buku tangannya memutih akibat bagas mengepalkan tangan terlalu kuat.


"raka yang melakukan ini" tanya bagas sambil memegang leher gebi


Begi sendiri langsung merasa memerah saat itu juga. Bagas tanpa aba aba tiba tiba saja berada tetap dihadapnnya sambil memegang lehernya membuat dirinya merasakan sesuatu berbeda dari sebelumnya. "apakah ini sakit?" sambung bagas


Gebi segera mungkin menggelang guna menghilangkan perasaan gugupnya "tidak apa apa kak, aku baik baik saja" jawabnya


Bagas menghela nafas kasarnya kemudian berjalan menuju meja dan mengambil kotak p3k untuk gebi.

__ADS_1


Bagas duduk di kursi balkon kemudian membarikan isyarat tangan agar gebi mendekat padanya.


"kemarilah"perintah bagas


Gebi hanya mengangkat sebelah alisnya tanpa melakukan pergerakan sesenti pun membuat bagas kembali membuka suaranya


"GEBRIELA KEMARI" perintahnya penuh menekanan. Gebi sendiri kembali merasa ngeri dan tidak kunjung mengikuti perintah bagas.


"duduk" perintah bagas lagi.


"duduk?"gebi mengulang kata kata bagas. Dirinya memperhatikan balkon kamar tersebut dan disana hanya ada satu buah kursi yang hanya mampu di duduki oleh satu orang, dimana gebi harus duduk??


Bagas menghela nafas kasarnya melihat gebi yang hanya diam. sepertinya dirinya harus benar benar sabar saat menghadapi gadis dihadapannya ini. Dirinya sendiri kadang merasa aneh, bagaimana mungkin dirinya bisa bisanya tertarik dengan gadis bodoh seperti gebi.


Padahal jika bagas mau dirinya hanya harus duduk manis dan akan banyak wanita dan gadis gadis yang akan rela berdesak desakan untuk dirinya. Tapi nyatanya itu hanya imajinasinya, karena entah mengapa gebi sama sekali tidak masuk dalam hal itu. Gebi gadis keras kepala yang selalu saja menolaknya dan itu semakin membuatnya ingin memiliki gadis tersebut.


"aku harus duduk dimana kak?" tanya gebi


Bagas tidak menjawab dan langsung menarik tangan gadis dihadapannya tersebut kemudian memdudukkannya di pangkuannya tetap menghadap padanya.


Gebi seketika juga juga langsung kaget dan segera mungkin berusaha berdiri dari posisinya, namun sebelum itu terjadi, bagas lebih dulu menahannya


Gebi menggelengkan kepalanya kuat kuat "tidak usah kak, aku baik baik saja" lirihnya kemudian kembali berusaha berdiri dari posisinya saat ini yang menurutnya sangat dengat dengan bagas.


"jangan membantah gebi, diamlah maka semakin cepat aku akan mengobatimu dan kau boleh pergi setelah itu" kata bagas penuh penekan


Gebi hanya diam dan dengan hati resah dirinya terpaksa mengikuti perintah bagas.


Bagi gebi membantah bagas sama saja dengan berbicara dengan batu. Tidak akan ada gunanya, karena dirinya tau bahwa bagas paling tidak suka di bantah.


Bagas mengoleskan sebuah salep pada luka gebi dengan sangat hati hati membuat gebi sedikit terkejut dengan itu "apakah bagas juga mampu bersikap lembut padanya? Apakah cwok kasar ymdan brengsek seperti bagas mempunyai sisi lembut? "


Pikiran gebi tentang bagas seketika terhenti saat tiba tiba dirinya merasakan bagas mengecup lembut lehernya dan itu sukses membuatnya merasa panas di sekujur tubuhnya.


Wajahnya memerah dan dadanya__


Dadanya berdetak tak karuan. Bagas menatap gebi lekat saat gadis dihadapannya masih mematung


"jangan biarkan orang lain menyentuhmu lagi, kau milikku dan hanya aku yang berhak atas dirimu" seru bagas

__ADS_1


Perkataan bagas sepertinya mampu membuat gebi kembali fokus "apa yang kak katakan?" tanyanya


Bagas menghela nafas kasarnya kembali. Bagaimana bisa dirinya tertarik dengan gadis seperti gebi? Bukan hanya bodoh tapi sepertinya gadis ini juga tuli.


"jangan biarkan orang lain menyentuhmu lagi, kau milikku dan hanya aku yang berhak atas dirimu" ulang bagas dengan penuh penekanan disetiap katanya


Gebi hanya memutar bola matanya malas "sejak kapan kak seenak jidat mengklaim diriku" jawab gebi sinis


Dan itu membuat bagas menarik senyum . Gebi memang berbeda dengan kebanyakan gadis dan wanita yang mendekatinya. Gadis dihadapnnya selalu saja mampu membuatnya terpanah dengan hal hal kecil seperti saat ini.


"kau adalah kekasih ku gebi, dan kuharap kau tidak lupa itu" kata bagas


"sejak kapan aku menjadi kekasihmu kak, kau yang menjadikan aku kekasihmu dan aku tidak setuju dengan hal itu" balas gebi dengan wajah cemberut


Dan lagi lagi bagas menarik senyum melihat itu, gadis dihadapannya benar benar sangat lucu menurutnya


" gebi"panggil bagas lembut


Gebi yang mendengar itu seketika saja langsung merasa heran, namun tak urung dirinya tidak menjawab bagas.


"gebi, lihat aku" kata bagas lagi


Gebi menutar bola mata malasnya kemudian dengan enggan menatap bagas. Dirinya seketika juga menegang saat matanya mengamati seluruh permukaan wajah bagas. Namun yang menjadi fokus utamanya adalah mata bagas. Mata itu seperti sangat familiar baginya. Dan mata itu_


Jantung gebi berdetak tak karuan dan lebih cepat dari sebelumnya


"mulai sekarang kau milikku"kata bagas penuh penekanan "kau kekasihku" sambungnya


Gebi menelan salivanya dengan sangat susah wajahnyanya merah padam saat ini .


"jangan pernah berpikir untuk pergi dariku gebi, kau paham itu" sambung bagas kemudian membawa dirinya dalam pelukan gebi memeluk erat gebi yang masih mematung dan menghirup aroma tubuh gadis dihadapannya.


"mulai sekarang kau adalah gadis kecilku" liirh bagas


**jangan lupa like dan comennya


untuk mendukung penulis


typo bertebaran hehhe**

__ADS_1


__ADS_2