cinta halte bus

cinta halte bus
maaf?


__ADS_3

Hati bagas kembali sesak mendengar penolakan begi. Senyum masam terukir di bibirnya


"kenapa kau sebenci ini padaku? Maaf jika aku melukaimu gebi, tapi diriku sendiri tak tau mengapa aku bisa kesar itu padamu. Aku tak senang kau menolakku. Aku benci kau bersama orang lain. Aku benci kau tersenyum pada orang lain. Sedangkan aku? "lirih bagas dalam hatinya masih dalam senyum masamnya


Bagas kembali menyentuh pendak gebi yang kian menangis secara pilu." tenanglah. tenagkan dirimu" serunya


"pergi kak pergi"seru gebi sambil memberontak saat bagas membawanya dalam pelukannya.


"pergi kak aku benci padamu" sambungnya masih dengan air mata yang membasahi pipinya


"tenanglah"kata bagas lembut sambil mempererat pelukannya pada gebi.


Gebi masih saja memberontak melepaskan pelukan bagas sekuat tenaganya. Begitu juga dengan bagas yang semakin mempererat pelukannya pada gebi.


"lepaskan aku kak" suara gebi akhirnya kembali terdengar setelah beberapa saat. Kini dirinya telah cukup tenang, namun masih dalam keadaan menangis.


Bagas melepaskan pelukannya pada gebi sambil berkata "tenanglah"


Hatinya kembali sakit saat melihat mata sembab gebi. Wajah yang basah karena air mata kesedihan dan juga beberapa anak rambut yang munutupi wajahnya


"tenanglah oke" kata bagas sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya gebi, menghapus air mata gadis di hadapannya dan juga berusaha berbicara selembut mungkin agar membuat gadis tersebut tetap tenang.

__ADS_1


Tangan bagas terulur menyentuh sudut mata gebi yang masih saja mengalirkan beberapa tetes air mata. Tangannya mengelap lembut pipi gebi yang basar karena air mata, kemudian mengangkat dagu gebi untuk menuntun gebi menatap dirinya.


Deg


Tepat saat kedua pasang manik mata tersebut saling memandang debaran dalam dada keduanya beradu. Beradu seperti tabuhan dram yang di pukul.


Bagas menelan berat salivanya melihat wajah cantik gebi. Wajah sembab akibat menangis namun nampak cantik menurutnya. entah kenapa dirinya merasa begitu tertarik dengan gadis dihadapannya tersebut.


Begitu juga dengan gebi untuk pertama kalinya dirinya melihat tatapan lembut di mata bagas membuatnya merasakan getaran aneh dalam dadanya.


Bagas memandang dalam manik mata gebi dengan lembut seolah memberikan rasa tenang untuk gebi. Membuat gebi yang tadinya menangis lirih kini berangsur angsur mulai tenang .


Bagas kembali menelan salivanya saat menyadari betapa cantik dan manisnya gadis dihadapannya. Cantik tanpa cela sedikitpun menurutnya. Mata yang indah hidung yang mancung dan juga bibir yang raum.


dan


cup


Bagas menempelkan bibirnya pada bibir raum gebi. Melumatnya lembut dan meresakan setiap jengkal rasa manis bibir gebi.


Untuk beberapa saat tidak ada penolakan dari gebi. Membuat bagas semakin melumat bibir gebi lebih dalam . Semakin mencicipi rasa manis dari bibir gebi yang belum pernah dirasaknya dari perempuan lain.

__ADS_1


Gebi sendiri mematung beberapa saat saat merasakan bibir bagas menempel pada bibirnya. Membuat darahnya seolah berdesis cepat. Dirinya benar benar membeku saat itu juga.


Namun kesadarannya kembali saat merasakan bagas semakin mempercepatnya ritme ciumannya dan menarik tekuknya guna memperdalam ciuman tersebut


"le__pas--kan"seru gebi sambil mendorong bahu bagas dengan kuat disela sela ciuman tersebut sehingga ciuman mereka terlepas


Bagas hanya tersenyum masam melihat gebi sedangkan gebi menatap tajam kearah bagas.


gebi membuanh muka enggan menatap bagas


Keheningan melanda untuk beberapa saat sampai bagas kembali membuka suaranya


" maaf" kata bagas


gebi hanya mengerutkan keningnya sambil menatap bagas seolah mencerna apa yang maksud kata maaf dari bagas. Namun di detik berikutnya bagas kembali membuka suaranya "maafkan aku gebi"serunya kemudian menarik leher gebi kearahnya kemudian kembali melumat bibir gebi dengan lembut.


Gebi kembali terkejut dibuatnya. Sebisa mungkin dirinya mencoba melepaskan diri, namun nampaknya usahanya sia sia. semakin besar usaha yang gebi keluarkan untuk melepaskan diri semakin besar pula usaha bagas untuk menahannya.


bagas semakin mempererat pelukannya pada gebi serta menarik tekuk gebi guna terus mencicipi setiap jengkal rasa dalam bibir gadis tersebut.


jangan lupa like dan comennya

__ADS_1


untuk mendukung penulis😊😊


__ADS_2