
Arlori putih yang melingkar di tangan gadis mansi tersebut telah menunjukkan pukul 21.35 malam.
Namun sang gadis yang tak lain adalah GEBRIELA ANASTASYA masih setiap duduk di halte bus tersebut sambil menghela nafas berat yang memenuhi paru parunya.
Hempusan nafas itu terdengar sangat sulit untuk gebi hempuskan keluar, seolah olah ada yang menjanggalnya.
5 menit berikutnya, 10 menit berikutnya,
20menit berikutnya. Sekali lagi sembusan nafas berat itu terdengar kelaur GEBRIELA ANASTASYA yang masih setia duduk di tempat yang sama dengan sebelumnya.
Sambil kembali merilik arloji di tangannya, Gebi kini berdiri kemuadian berjalan meninggalkan halte bus tersebut dengan perasaan campur aduk setelah menunggu sekiar 6 jam lamannya.
Menunggu 6 jam lamanya?? itu bukanlah sesuatu yang baru bagi gebi.
"apakah masih lama? Mengapa kau menyiksaku begitu lama? Mengapa kau belum menepati janji yang kau ucapkan?" rintih gebi dalam hatinya.
Hatinya begitu sakit malam ini, hingga tak dapat dia pungkiri air matanya telah mulai menetes dari pelupuk mata indannya membasahi pipi mutus tersebut.
"tidak gebi, kau jangan menangis. Bukankah dia janji akan datang? Kau harus sabar menunggunya, tidak lama lagi gebi kau harus nyakin itu " serunya dalam hati menguatkan dirinya sendiri sambil menyerka air matanya.
Langkah kaki Gebi berhenti di depan sebuah supermarket. Supermarket yang letaknya tak jauh dari rumahnya itu nampak tak terlalu ramai malam itu. Sebuah senyum terukir di bibir manis gebi " aku akan berbelanja beberapa bahan makanan kesukaan ayah" gerutu gebi dalam hatinya sambil melangkahkan kaki masuk kedlama supermarket
"buah naga" suru gebi saat melihat buah kesukaannya.
"cukup 2 buah saja" sambunhnya sambil memilih buah kesukaannya tersebut
Setelah memilih buah kesukaannya kini gebi berjalan kearah rak sayur dan daging. Saat asyik terbuai dalam kegiatan belanja, tiba tiba saja gebi di kagetkan dengan sebuah tangan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang.
Gebi memberontok melepaskan tangan tersebut, namun tidak berhasil. Tangan tersebut semakin kuat memeluk tubuhnya membuat gebi semakin kaget, apalagi saat suara laki laki yang memeluknya tertegar ditelinganya
" ini aku gebriela" suara laki laki itu yang langsung membuat gebi mampu menebak siapa pemilik suara tersebut.
"kak...kak bagas"seru gebi kaget " lepaskan aku kak, tolong lepaskan" pinta gebi dengan suara lirih sambil kembali berusaha melepaskan tangan kekar bagas yang masih memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"lepaskan aku kak... Apa yang kak lakukan? kumohon lepaskan aku" rintih gebi kedua kalinua saat bagas tak kunjung melepaskan pelukannya. Mata gebi kini mulai memerah, namun saat air matanya hendak mengalir membasahi pipinya, bagas kembali membuka suaranya
"jangan menangis, biarkan aku menghirup aromamu sebentar lagi" lirih bagas di telinga gebi, yang membuat gebi gemetaran
"tunggulah.....hanya semenit lagi, setelah itu akan kulepaskan kau" sambungnya
" tidak kak.... kumohon lep....." perkataan gebi berhenti saat seorang perempuan menarik paksa lengannya membuat gebi tersentak kaget.
Bukan hanya itu saking kuatnya perempuan tersebut menarik lengan gebi, tangan bagas yang tadi melingkar diperut gebi kini juga terlepas.
Sebenarnya ada rasa sakit yang gebi rasakan di lengannya, namun hal tersebut tidak dia hiraukan. Baginya itu tidaklah terlalu masalah untuknya, yang terpenting dirinya kini sudah bebas dari cengkraman laki laki kasar bernama bagas tersebut.
Begitu gebi hendak membuka suara mengucapkan terima kasih kepada perempuan tersebut, perempuan tersebut terlebih dahulu membuka suaranya yang membuat mereka menjadi pusat perhatian dari pengunjung supermarket tersebut.
"Dasar kau wanita murahan" bentak wanita tersebut dengan tatapan penuh kebencian.
Gebi hanya diam tak mengerti kenapa wanita tersebut marah dan mengatainya dengan sebutan yang begitu kasar.
" SILVY " bentak bagas dengan suara keras yang semakin menjadi mereka bertiga sebagai tontonan pengunjung supermarket tersebut sambil menarik gebi kesampingnya berusaha menjauhkan gebi dari wanita yang bernama silvy tersebut.
" apa hak mu berbicara begitu? Bukankah kau yang ingin putus dariku? Ataukah kau sekarang ingin kembali?" tanya bagas dengan nada selidik
"tapi maaf sekarang aku sudah bosan tidak ingin denganmu, dan kurasa kau tau alasannya" sambung bagas dengan nada merendahkan membuat perempuan tersebut menatap gebi dengan wajah memerah.
"apakah wanita ini penyebabnya bagas?" bentak silvy
"kurasa kau punya mata untuk melihatnya" sambung bagas sambil merangkul bahu gebi kemuadian berjalan keluar dari supermarket tersebut meninggalkan silvy dengan segala emosi dalam dirinya.
" bagas......" teriak silvy dengan suara histeris.
Namun bagas tetap berjalan acuh
Bagas mengantar gebi pulang kerumahnya. Tidak ada perbincangan antara kedua, hingga mobil bagas berhenti didepan rumah gebi.
__ADS_1
Gebi turun turun dari mobil tersebut tanpa mengatakan sepatah kata pun, juga tidak menoleh kearah bagas yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"ohh tuhan nasib buruk apa yang menimpaku? Mengapa aku harus berurusan dengan laki laki kasar sialan ini" guman gebi dalam hati.
Keesokan harinya, seperti biasa mobil jojo kini telah terparkir sempurna di halaman rumah gebi. Jojo sang pemilik mobil telah masuk kedalam rumah tersebut.
Suara sendok dan garpu saling beradu terdengar nyaring dari arah ruang makan tersebut.
Yahh disana terlihat jojo sekarang telah sarapan seorang diri di ruang makan.
" kalau ada keperluan yang lain tinggal panggil bibi, bibi permisi dulu mau kebelakang yah mas" kata seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai pembantu di rumah gebi dan hanya dibalas anggukan oleh jojo
Yah sekarang adalah pukul 08.20 menit. Papa gebi telah berangkat ke kantornya sekitar 30 menit yang lalu, sementara gebi sedang siap siap di kamarnya.
Jojo sendiri kini telah menyantap makan dengan lahapnya di meja makan rumah gebi, setelah sebelumnya menyuruh pembantu gebi untuk membuatkan nasi goreng untuknya.
"wahh yang punya rumah lagi makan yah" suara gebi menuruni anak tangga sambil memperhatikan jojo yang sedang asyik melahap nasi gorengnya.
"makan geb" kata jojo dengan mulut penuh.
Sementara gebi hanya menghela nafas panjang melihat sahabatnya tersebut.
"sasa kok engga bareng kamu" tanya gebi sambil duduk di samping jojo
"dianya...engga.... ada kelas..... ini hari.."jawab jojo yang kini memasukkan suapan terakhir kedalam mulutnya yanh masih penuh
"ahhhh keyangnya " kata jojo sambil mengelus elus perutnya . Sementara gebi hanya tersenyum melihat sahabatnya tersebut.
maafkan typo bertebaran
jangan lupa like😊
__ADS_1
maaf yah eps ini upnya dua kali soalnha ada sedikit kesalahan😊