
"ini ketiga kalinya kita ketemu dalam waktu 1 hari satu malam" kata laki laki tersebut
Gebi hanya megerutkan keningnya seolah meminta penjelasan lebih kepada laki laki tersebut
"yahh kemarin saat gue putus sama wanita sialan itu , tadi di kantin dan sekarang ini" kata laki laki tersebut sambil menatap kedepan memperhatikan kendaraan yang melintas.
Gebi mencerna apa yang dikatakan laki -laki teresebut, kilasan tentang kejadian malam kemarin saat seorang laki laki dengan kasarnya menghempaskan tangan wanita yang memohon agar di berikan kesemompatan kedua muncul di pikiran gebi
"kau laki laki kasar itu""kata gebi begitu mengingat kejadian kemarin malam yang dilihatnya.
Sementara laki laki tersebut hanya tersenyum ganggung dan menatap gebi " aku bukan laki laki kasar . Nama ku Anugrah bagaskara kau panggil saja bagas"kata laki laki tersebut sambil tersenyum melihat gebi
"ahh tidak usah kau jelaskan yang jelas kau adalah laki laki kasar" kata gebi memalingkan wajah enggan untuk menatap laki laki bernama bagas tersebut
__ADS_1
Sementara bagas hanya tertawa "hhhh kenapa kau bertingkah seolah marah kepada kekasihmu?" tanya bagas sambil terseyum kepada gebi
Gebi yang mendengar kata kata bagas sontak menatap tajam kearah bagas " siapa yang marah" bentak gebi "aku hanya tidak ingin kenal lebih dengan laki laki kasar seperti dirimu " lanjut gebi dengan nada kesalnya
"kau salah paham aku bukan laki laki seperti yang kau duga " bela bagas terhadap dirinya sendiri " aku hanya memutuskan wanita itu karena aku sudah bosan dengannya . Apakah itu salah " sambung bagas dengan ekpresi santai tanpa dosa
"dasar laki laki sinting seenaknya saja berkata bosan. Apakah dia pikir setiap gadis adalah mainan yang jika dia bosen langsung buang" gerutu gebi dalam hatinnya tanpa menanggapi perkataan bagas
Keduanya diam dalam waktu cukup lama , sesaat kemudian bagas kembali bersuara " siapa namamu " tanyanya
"heii siapa namamu" tanya bagas kembali begitu tidak mendapatkan respon dari gadis yang duduk di sebelahnya
Sambil memperkecil jarak antara keduanya bagas kembali bertanya "siapa namamu?"
__ADS_1
Namun kali ini gadis tersebut memilih berdiri dan meninggalkan bagas tanpa menjawab pertanyaanya.
Bagas hanya senyum masam melihat gadis tersebut meninggalkannya tanpa menjawab pertanyaan sama yang dia lontarkan sebayak 3 kali."gadis aneh " guman bagas dalam hatinya sambil menggerutkan kening
Gebi menghempaskan tas miliknya secara sembarangan dan langsung menuju ke kasurnya. Sambil berbaring gebi kembali teringat masa masa dirinya bersama sahabat kecilnya. "apakah kamu lupa?? Mengapa kau membuatku menunggu begitu lama??apakah aku yang terlalu bodoh mempercayai perkataanmu saat itu yang jelas jelas kita masih sangat kecil waktu itu??" tanya gebi dalam hatinya.
Pikiran itu terus menerus berputar di kepalanya. Rasanya dia ingin berteriak meluapkan emosi yang ada pada dirinya.
Bersusah payah dia membuang ingatan tentang hal tersebut, namun nyatanya ingatan tentang hal tersebut semakin kuat melekat dalam ingatannya. Rasa kesal , emosi , benci dan rindu menjadi satu malam itu, menjadi saksi betapa tersiksanya gebi karena ingatan masa kecilnya , ingatan kepada sahabat masa kecil yang berjanji menemuinya namun sampai saat ini belum dia tepati.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like dan comennya😊