cinta halte bus

cinta halte bus
malu


__ADS_3

" pergi"bentak bagas kepada 3 mahasiswa tersebut dan langsung membuat ketiga mahasiwa itu lari terbirit birit seolah takut dengan tatapan intimidasi yang bagas pancarkan


Gebi menatap lekat bagas yang masih memancarkan aura intimidasi. Sekilas senyum muncul di bibirnya saat menatap aura kesal di wajah bagas


"ada apa dengan sikap kekanak-kanakan bagas ini" lirih gebi pelan.


Senyum itu semakin lama semakin lebar saat kembali menatap ke tiga mahasiswa yang lari terbirit birit karena bagas sudah menjauh dari gebi dan bagas namun masih mampu terjangkau pandangan gebi.


Bagas mengalihkan pandangannya kepada gebi saat mendengar suara tawa kecil yang di keluarkan oleh gebi. Alisnya berkerut mentap gebi


"kenapa kau tertawa" seru bagas


Gebi seketika diam seribu bahasa. Wajahnya gugup,dan lidahnya keluh tak tau harus menjawab apa


"aku_ tidak ada apa apa" seru gebi dan langsung memalingkan wajahnya


"apakah kakak sudah selesai berbicara? Apakah kita bisa pergi sekarang?" sambungnya berusaha mengalihkan topik pembahasan


"kenapa? Apakah kau__" kata kata bagas terhenti saat mendengar bunyi perut gebi


Gebi senyum kikuk kemudian menatap bagas dengan mata penuh harap "aku_aku lapar kak, bolehkah kita makan sekarang?" serunya


Bagas melirik arloji di tangannya "kita punya waktu satu setengah jam sebelum acara berikutnya dilaksanakan" seru bagas

__ADS_1


"baiklah ayo kita makan terlebih dahulu" sambungnya sambil merangkul bahu gebi


Gebi sendiri sebenarnya merasa risih dengan apa yang bagas lakukan tapi tak urung niatnya untuk melepaskan tangan bagas pada bahunya "Jangan buat bagas naik pitam gebi dengan melepaskan tangannya , bisa kelar hidupmu jika dia kembali menunjukkan aura seramnya" batin gebi sendiri kemudian berlagak ngeri membayangkannya amarah bagas


"apakah__aku boleh pesan sekarang kak?" tanya gebi hati hati saat dirinya baru saja duduk beberapa menit yang lalu di bangku restaurant tersebut


"pesanlah" balas bagas cuek


Gebi menampilkan senyum tulus mendengar bagas membuat matanya berbinar binar. Bagas menelan salivanya melohat gebi


" mengapa dia bisa sangat cantik seperti itu hanya dengan senyum" lirih bagas .


Namun di detik berikutnya berusaha kembali fokus dan bersikap acuh pada gadis dihadapannya


Tak berselang lama, makanan yang dipesan gebi dan bagas pun datang, mata gebi nampak bersinar melihat makanan di hadapannya. Dirinya menelan salivanya kemudian menatap bagas seolah minta izin untuk makan lebih dahulu.


Bagas hanya tersenyum melihat gadis dihadapnnya makan dengam begitu semangat, seakan akan itu adalah pertama kalinya gebi makan makanan mewah.


Padahal tidak dipungkiri bahwa gebi adalah orang kaya dan bagas sendiri tau itu hanya dari kesan pertama melihat rumah gebi saat mengantarkan gadis itu pulang


"enak?" suara bagas mengalihkan fokus gebi dari makanannya. Namun tak urung dirinya memberikan senyum dan mengangguk menjawab pertanyaan bagas.


Bagas hanya menghela nafas, kemudian di detik berikutnya memerintahkan gebi untuk sedikit mencondongkan dirinya kedepan

__ADS_1


"apa?" seru gebi sambil menatap lekat bagas


"majulah sedikit"


"untuk apa kak?"


Bagas kembali menghela nafasnya. Berbicara dengan gadis dihadapannya benar benar memerlukan banyak kesabaran. Bagas tidak lagi menjawab pertanyaan gebi. Di detik berikutnya dia menarik lengan gebi sehingga gadis itu terhentak keget dan maju. Segera bagas menggapai tissue dan melap sudut bibir gebi yang menyisakan makanan.


Gebi sendiri terhentak kaget dengan sikap lembut bagas padanya . Kemana sikap kasar laki laki dihadannya? Bukankah laki laki dihadapannya ini selalu saja kasar padanya, tapi kali ini? Ataukah memang ada sikap lembut dalam diri bagas yang tidak begi ketahui?


" hem"suara bagas membuyarkan pikiran pikiran gebi. Dan dengan segera gebi menarik dirinya dari bagas.


Namun bagas tidak melepaskannya semudah itu, bagas kembali menarik lengan gebi sehingga tubuh gadis itu kembali maju.


Bagas tersenyum jail, kemudian mengeluarkan kalimat godaan


"apakah kau sudah mulai jatuh cinta padaku sayang?" serunya dengan nada rendah dan sukses membuat gebi memerah


"lihatlah wajahmu, apakah kau sedang malu untuk mengakuinya" sambungnya


Mata gebi sontak melebar menatap tidak percaya dengan laki laki kasar dengan tingkat kepedean diatas rata rata dihadapannya.


"apakah laki laki dihadapnnya ini selain kasar juga memiliki tingkat kepedeaan tinggi" lirih gebi

__ADS_1


jangan lupa like dan comennya


typo bertebaran😊


__ADS_2