
Sontak saja gebi membulatkan matanya mendengar kata kata jojo.
Wajahnya merona dan tidka bisa dia pungkiri, dirinya merasa malu mendengar kata kata jojo.
"ihh apaan sih jo" kata gebi sambil mencubit perut jojo kemudian berlari meninggalkan jojo yang meringis menahan sakit di perutnya
"geb, gebi" teriak jojo" jangan malu dong, sini kalau mau" sambungnya dengan tawa
Sementara gebi terus mempercepat langkahnya meninggalkan jojo yang masih asyik menertawakan diirnya
"sial" umpatan kasar itu keluar dari mulut seseorang yang berdiri tak jauh dari posisi gebi dan jojo.
Wajah laki laki itu memerah menahan amarah yang ada dalam dirinya. Begitu juga dengan rasa sesak di dadanya , semakin menambah amarah dirinya. Bagas_yang dialah orang yang memperhatikan jojo dan gebi sejak tadi.
Sebenarnya tidak ada niat bagas untuk melihat kedua sahabat tersebut bermesraan . Setelah kemarin malam berpikir tentang kejadian yang melibatkan dirinya dan gebi, bagas akhirnya memutuskan memperbaiki hubungannya dengan gadis tersebut.
Walaupun inti dia tdk akan minta maaf kepada gebi, sebab tidak ada kata maaf di kamus bagas kecuali untuk ibunya.
Namun kejadian pagi ini kembali membuat dirinya emosi. "awas kau"lirihnya sambil mengepalkan tangannya sehingga membuat buku buku tangannya memutih.
"berani sekali kau mengoda gadisku"sambungnya dengan tatapan penuh kebencian kepada jojo yang kini berlari mengejar gebi
__ADS_1
"ok sekian kuliah kali ini" seru bagas dan langsung dibalas senyuman oleh para mahasiswa/i
Bagas menatap gebi yang entah kenapa gadis tersebut tidak pernah menatap kepadanya selama proses perkuliahan berlangsung.
gebi lebih memilih terus menatap buku dihadapannya daripada menatap bagas. Namun sepertinya bagas tau kenapa hal tersebut terjadi.
Tanpa dirinya sadari sebuah senyum titip terlukis dibibirnya saat melihat gebi tersenyum kepada salah satu mahasiswi.
"cantik dan manis" lirihnya dalam hati
Namun senyum itu luntur saat seorang mahasiswa laki laki yang bernama raka mendekat dan merangkul bahu gebi.
Gebi sendiri nampaknya risih dengan sikap raka. Hal itu dapat di tangkap jelas oleh bagas saat gadisnya menghempaskan kasar tangan raka yang bertengger di bahunya.
Dan hal itu hanya di tatap oleh bagas tanpa ada niat untuk mengejar gebi. Perhatian bagas teralih untuk menatap raka_laki laki yang tadi merangkul bahu gadisnya yang entah kenapa membuat gebi seolah merasa kesal.
Bagas melangkahkan kakinya keluar ruangan. Dirinya berjalan santai namun tidak dengan pikirannya. "Kenapa dengan ku? Kenapa rasa kesal dan sesak ini ada saat melihatnya tertawa dan dekat dengan laki laki lain" lirih bagas dalam hatinya.
Bagas menghela nafas kasarnya. Menyakinkan dirinya bahwa dia tidak menyukai gebi. Tidak menyukai? Ahh itu hanya alibi bagas untuk menutup rasa gengsinya. Gengsi karena pada dasarnya untuk pertama kalinya dirinya harus mengakui dirinya mampu bertekuk lutut pada seorang gadis yang jelas jelas sangat tidak menginginkannya. itu bukanlah bagas, karena baginya cwek selalu saja mengantri untuk dirinya.
Bagas masih terus dalam pikirannya saat tiba tiba telinganya kembali menangkap suara yang menyebut nama gadisnya.
"gimana ka?loh belum bisa buat gebi jadi milik loh?" seru salah satu teman raka
__ADS_1
"tungguin aja engga lama lagi dia bakalan jadi milik gue kok"seru bagas
"kapan?"
"tungguin ajalah, engga lama lagi"sambung raka
Geraham bagas mengeras mengeras mendengar percakapan tersebut. Namun sebisa mungkin dirinya menahan emosi untuk tidak membuat cwok brengsek tersebut babak belur sekarang juga.
Pukul menunjukkan 05.30 sore. Setelah menyelesaikan segala urusan kuliah akhir bagas di kampusnya, kini dirinya sedang mengendari mobilnya menuju tempat yang selalu dirinya kunjungi. Yah halte bus favoritnya. Tempat dimana dirinya ingin memenuhi janji yang pernah di ucapkannya
Mobil bagas terparkir tepat di sebelah jalan dan berhadapan dengan halte bus tersebut. Dirinya mengamati dengan seksama orang orang yang ada di halte tersebut. Namun nyatanya masih tidak ada harapan untuknya.
Pukul tepat menunjukkan 19 :00 . Tidak terasa dirinya telah menunggu satu setengan jam dan hasilnya masih sama.
Bagas menghela nafas kasarnya sambil melajukan mobilnya meninggkalkan tempat tersebut. Namun baru berjarak 50 meter dari posisi awal mobilnya, mata bagas tiba tiba saja menangkap banyangan seorang gadis yang sangat famikiar baginya.
"gebi"lirih bagas. Dan tanpa dirinya sadari senyum terukir di bibirnya.
Tanpa pikir panjang bagas segera menutar balikkan mobilnya dan menghampiri gadisnya tersebut. Namun hal yang disaksikan oleh bagas saat melihat gebi kembali benar benar membuat dirinya bergejolak menahan amarahnya
**jangan lupa like dan comennya
untuk mendukung penulis😊😊
__ADS_1
maafkan typo bertebaran**