cinta halte bus

cinta halte bus
cantik


__ADS_3

3 hari sudah semenjak kejadian di mall tersebut. Dan selama 3 hari pula gebi memilih untuk beristirahat di rumahnya.


"jojo mampir kerumah gebi dulu yah" kata sasa dan hanya di balas anggukan oleh jojo


Tidak ada suara untuk beberapa saat sampai sasa kembali membuka suaranya


"gebi kenapa sih jo?" tanya sasa


Helaan nafas berat di lontarkan jojo sebelum menjawab pertanyaan sasa "gue juga engga tau sa, gue udah tanya sama gebi, tapi dia engga mau cerita dan malah nangis kalau masalah itu di ungkap lagi"


"hemmm (lontaran nafas kasar sasa terdengar) kasihan banget gebi" jawab sasa


"atau mungkin ini gara gara anak laki laki yang selalu gebi tunggu di halte bus itu?" lanjut sasa dengan nada menebak nebak


" ngga mungkin sa, kalau masalah itu, gebi selalu bahagia walaupun engga tau sampai kapan dia harus nunggu teman masa kecilnya itu" jawab jojo dengan nada sedih


" tapi kali ini beda sa" sambungnya


Sasa mengamati perubahan wajah jojo setiap dirinya ataupun gebi membahas tentang teman masa kecil gebi.


Sasa tau persis bahwa jojo menganggap gebi lebih dari sahabat. Namun gebi tidak menyadari hal itu dan malah mengira jojo menyukai dirinya.


"Dasar si gebi" gerutu sasa dengan suara pelan namun masih mampu di dengar oleh jojo


"kenapa si gebi?" tanya jojo

__ADS_1


"dasar si gebi, masa dia engga bisa move on dari teman masa kecilnya yang jelas jelas engga tau dimana. Engga nuntut kemungkinan kan hal kalau temannya itu udah engga ada di dunia lagi? Tapi masih aja di tunggu" jawab sasa dengan suara sedih.


Butuh beberapa saat untum


sasa melanjutkan ucapannya


" padahalkan ada sahabat gue yang setia tungguin dia" sambungnya sambil senyum manis kearah jojo


Sementara jojo hanya senyum masam mendengar ucapan sasa.


Yah sasa memang sudah sejak dulu tau kalau jojo menyukai gebi, namun tidak dengan gebi. Gadis iti masih setia menunggu teman masa kecilnya yang berjanji akan kembali menemuinya di halte bus tempat mereka pertama kali bertemu.



" kemana kau gadis kecil? Kenapa kau belum juga muncul? Sudah 4 tahun sejak aku kembali dari luar negeri dan selama itu juga aku sudah mencarimu, tapi belum juga menemukanmu" helaan nafas kasar itu kembali bagas lontarkan


"kau hilang entah kemana. aku sudah berusaha mencarimu dan semuanya sia sia.hanya tempat ini satu satunya tempat aku bisa menunggumu tapi sampai kapan? kenapa gadis kecil ini selalu bisa membuatku merasa tidak berdaya??"gumannya lirih


Bagas kembali meneguk minumannya kemudian terdiam cukup lama sampai matanya seketika menangkap seseorang yang sangat familiar untuknya . Entah karena hal apa senyum terlukis di bibirnya melihat sosok tersebut "CANTIK" gumannya


CANTIK. Yah itulah kata pertama yang bagas ucapkan tanpa sadarnya begitu melihat sosok gebi yang duduk di halte bus tersebut dengan menggunakan dress biru selutut dipadukan dengan sepatu kets putih dan tas mini yang berwarna senada. Dress itu nampak indah ditubuh gadis tersebut.


Senyum bagas seolah semakin melebar saat melihat gadis diseberang tersebut tersenyum dengan indahnya saat berbincang dengan seorang wanita paruh baya. Sesekali terlihat rona merah di pipi gadis tersebut yang semakin membuat senyum bagas kian melebar.


Deg

__ADS_1


Detak jantung bagas untuk pertama kalinya yang membuatnya tersentak dan langsung merasa heran dengan dirinya sendiri


"engga, gue engga suka sama gadis itu. Gue cuma suka sama gadis kecil gue" gumannya


"engga engga mungkin" gumannya menyakinkan dirinya sendiri.


Seketika ekspresi bagas berubah menjadi menakutkan Itu terlihat saat dirinya memperlihatkan ekspresi marah saat melihat gebi sedang berbincang dengan seorang pemuda.


Rahang bagas seketika mengeras. Hatinya terasa panas melihat gebi terseyum manis pada pemuda tersebut. "sialan"


Tidak butuh waktu lama saat bagas kini telah berada tak jauh dari halte bimus tersebut setelah sebelumnya membayar minumannya.


" terima kasih banyak, tapi maaf saya tidak bisa" kata gebi sambil tersenyum ramah pada pemuda tersebut


" hemm baiklah" jawan pemuda tersebut sambil membalas senyuman gebi


"hay baby, maaf kamu nunggu lama yah" kata bagas yang langsung mengecup pundak kepala gebi.


Sementara gebi langsung mendorong bagas dan menatapnya dengan tajam


"maaf bro gue duluan sama pacar gue" kata bagas yang langsung menarik tangan gebi meninggalkan pemuda tersebut yang hanya senyum masam melihat gebi dan bagas.


**jangan lupa.like dan comennya untuk mendukng penulis


😊😊**

__ADS_1


__ADS_2