
bagas kembali tersenyum sinis sambil melangkahkan kakinya kelaur ruangan kesahatan tersebut. Namun langkahnya terhenti smaubil berkata
"aku tidak tau siapa orang yang kau maksud itu. Tapi satu hal yang ku tau kalau dia benar benar membuatmu bersikap sekeras ini berarti orang itu sangat berharga untukmu karena kau menepati janji mu padanya. Namun satu hal yang perlu kau tau aku tidak suka dengan sikapmu itu baby. Dan ku harap kau mau mengubahnya untukku" sambungnya dengan penuh penekanan diakhir kalimat kemudian melangkah meninggalkan ruangan tanpa mendengar jawaban gebi.
Entah apa yang bagas rasakan saat ini. Yang jelas ada rasa sesak di dalam dadanya saat kembali mengingat perkataan gebi
"seseorang??" gumannya lirih "siapa dia? Apakah dia sepenting itu untuk gebi sampai gebi mengikuti perkataannya?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus muncul dalam benak bagas tentang orang gebi maksud
"sialan" serunya
"siapa pun orang itu, dia bukan siapa siapa gebi. Gebi milik gue " sambungnya sambil tersenyum sinis mengejek dirinya sendiri
Sementara di dalam ruangan kesehatan tersebut gebi masih sedang mengatur nafasnya yang tersegal seakan baru saya menyelesaikan sebuah perlombaan maraton.
Emosinya selalu saja memuncak saat berbicara dengan bagas . Entah mengapa, gebi merasa kalau bagas bagaikan sebuah bom yang selalu membuat dirinya meledak dengan ucapan pria tersebut.
" santai, santai gebi. Santai" seru gebi pada dirinya sendiri sambil mengatur nafasnya
"kenapa geb?" suara jojo tiba tiba saja membuat gebi terkejut
"jangan kagetin dong jo" gerutu gebi dengan wajah di tekuk
"ehhh.... kok jadi salahin aku sih" jawab jojo dengan wajah sedih
" padahal kan jojo cuma mau kasih gebi makanan" sambungnya sambil memperlihatkan kantongan berisi beberapa roti dan minuman
Gebi hanya senyum canggung mendengar jojo. Sebenarnya dirinya tidak bermaksud menyalahkan jojo.
Toh bagaslah yang membuatnya emosi, namun jojo menjadi tempat pelampiasan rasa kesalnya.
__ADS_1
"yah udah kalau gitu jojo makan sendiri aja" sambung jojo sambil membalikkan badannya seolah ingin meninggalkan ruangan tersebut.
" jojo....." suara panggilan manja gebi
" jangan marah dong" sambungnya sambil memonyongkan bibirnya
Jojo hanya menahan tawanya namun tidak merespon pertakatan gebi
"gebi minta maaf deh" sambung gebi sambil senyum manis membuat jojo tidak mampu menolak dirinya.
"yah udah deh" kata jojo sambil duduk di tepi kasur gebi dan menyerahkan kantongan makanan tersebut kepada gebi
"yehhh jojo yang terbaik" seru gebi sambil menerima Kantong makanan tersebut dan memeluk jojo.
"udah makan dulu biar cepat enakan" kata jojo sambil melepaskan pelukan gebi membuat gebi kembali memonyongkan bibirnya dengan kesal
"jojo kenapa sih engga mau banget gebi peluk" serunya
"jojo takut yah sasa salah paham kalau lihat kita " sambungnya dengan nada jail menggoda jojo
"geb, aku itu engga suka sama sasa" katanya "aku itu suka sama cwek lain" sambungnya dengan wajah lesu.
"ehh kok bisa? Bukannya jojo suka sama sasa yah" tanya gebi
"eng.." perkataan jojo tergantung saat seseorang tiba tiba saja menjawab pertanyaan gebi tanpa permisi terlebih dahulu
"jojo engga suka sama aku, jojo sukanya sama cwek lain" kata sasa yang baru saja masuk kedalam ruang yang sama
"jadi gebi salah dong" seru gebi lesu" tapi gebi mau tau dong cwek yang jojo suka siapa?"tanya gebi dengan nada antusis
"rahasia" jawab sasa cepat sehingga membuat gebi menekuk wajahnya
"ohh jadi main rahasia rahasiaan sama aku" seru gebi dengan kesalnya dan hanya di balas anggukan kompak dari jojo dan sasa.
__ADS_1
"ok fine" sambung gebi sementara jojo dan sasa kompak tertawa melihat tingkat gebi
Kini mobil yang dikendarai oleh jojo dan gebi telah berbaur dengan kendaraan lainnya dijalanan. Dimana sebelumnya mereka telah mengantar sasa kesalah satu kafe untuk menunggu teman kelasnya mengerjakan tugas kuliah.
Sehingga menyisakan jojo dan gebi berdua didalam mobil tersebut
"jojo" panggil gebi
"hem"
"anteri gebi ke halte hus aja yah, gebi turun di sana aja" sambungnya
"kamukan masih sakit geb, langsung pulang aja yah" bujuk jojo namun tidak dengan gebi. Dirinya masih terus kokoh dengan permintaan awalnya sehingga dengan perdebatan cukup lama akhirnya jojo menyerah dan turut pada gebi
"okok tapi jangan lama lama yah geb. Nanti kamu sakit lagi" kata jojo sambil memarkirkan mobilnya
"siap jo" kata gebi sambil memberikan hormat pada jojo
"ingat loh geb, jangan bohong" sambung jojo
Sedangkan gebi hanya senyum canggung kemudian menjawab jojo " kamu bawel jo, gimana kalau nanti kamu jodoh aku, bisa bisa engga pernah keluar rumah akunya"
"itu lain lagi ceritanya geb" seru jojo
"tapi aku mau kok kalau kamu jodoh aku" kata jojo serius namun tidak dengan gebi yang malah menganggap jojo berdanca
" okok nanti aku pertimbangin buat jadiian kamu jodoh aku, tapi temenian aku makan es krim dulu yah" seru gebi sambil menunjuk kedai es krim di seberang jalan
"engg ...." kalimat jojo tergantung saat gebi meletakkan tangannya untuk menahan jojo memberikan kalimat penolakan padanya.
"engga ada penolakan" sambung gebi sambil menarik tangan jojo menuju kedai es krim tersebut.
__ADS_1
jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis๐๐๐