
"ibu gue sakit, kalau gue engga buat dia senang terus sakitnya tambah parah gimana?" kata bagas seakan menjawab pertanyaan gebi yang belum sempat dia utarakan.
Tidak ada jawaban dari gebi. Hanya hembusan nafas kasar yang terdengar seolah menjadi jawaban atas apa yang bagas utarakan.
"kenapa?" tanya bagas
"engga" butuh beberapa saat untuk gebi melanjutkan ucapannya
"tapi aku mohon kak engga ulangin lagi " lanjutnya
"ulangin lagi?" suara bagas seolah penuh penekanan dengan alis yang terangkat sebelah
Hembusan nafas berat itu kembali terdengar
" iya jangan ulangi lagi bilang sama ibu kakak kalau kita pacaran" lanjut gebi dengan wajah memerah
"kenapa?" tanya bagas yang langsung membuat gebi menatap heran padanya
"yahh karena kita engga pacaran dan aku udah suka sama orang lain" jawab gebi tegas
Untuk beberapa saat bukan jawaban yang bagas berikan pada gebi melainkan tawa penuh ejekan
__ADS_1
"kalau gue tetap mau eloh jadi pacar gue gimana?" tanya bagas tiba tiba dengan wajah serius dan penuh penekanan di setiap katanya
"ehhh...en.engga boleh, aku engga suka sama kakak" tegas gebi yang hanya mendapat senyum sinis dari bagas sambil menepikan mobilnya.
Cup
Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba tiba saja bibir bagas menempel di bibir gebi membuat gadis tersebut seolah membeku kaku dalam posisi mereka saat ini.
Tidak ada reaksi dari gebi membuat bagas masih menempelkan bibirnya pada bibir gadis tersebut.
Aliran dara gebi seolah berhenti. Hawa panas nafas bagas terasa begitu mengenai permukaan wajahnya, seolah kembali menyadarkan gebi dari kebekuannya.
Hentakan dorongan pada bahu bagas segera gebi berikan
"kakak jangan kurang ajar sama aku" lanjutnya dengan suara lantang
"santai baby, tadikan enak" suara bagas begitu menggoda membuat gebi semakin menatap tajam kepadanya.
Nafas gebi semakin tersegal sengal mendengar peluturan bagas membuat gebi enggan berkomentar.
Langkah kaki gebi begitu cepat keluar dari mobil bagas dan disertai bantingan pintu mobil yang keras. Membuat bagas sempat berdetak kaget dengan sikap yang belum pernah dirinya lihat pada gebi.
__ADS_1
"mau kemana?" tanya bagas begitu turun dari mobil dan langsung mengejar gebi yang telah melangkah menjauh dari mobil tersebut.
"lepasin aku brensek" kata kasar itu keluar dari mulut gebi di sertai dengan tetesan air mata
" aku nyesel kenal sama kakak, aku engga akan pernah maafin kakak" bentak gebi kemuadian menghempaskan kasar tangan bagas
"apa gue keterlaluan?" lirih bagas pada dirinya sendiri
Untuk pertama kalinya ada cwek yang menolak ciuman darinya.
Untuk pertama kalinya dirinya ditinggalkan oleh cwek.
Dan untuk pertama kalinya dirinya merasa keterlaluan akan tindakannya.
"ahhh.... Sial" bentaknya sambil memukul stir mobil
"gue bakalan balas loh bagaimana pun caranya" seringan senyum terlukis di bibir bagas
" tunggu saja, mau tidak mau loh pasti jadi pacar gue GEBRIELA ANASTASYA" lanjut bagas
__ADS_1
**bersambung
jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊**