
MENUNGGU
Samar samar gebi membuka matanya. Beberapa kali dia berusaha mengatur cahaya untuk memperbaiki penglihatannya.
"kamu sudah sadar" suara wanita paruh baya penjaga ruang kesehatan
Sementara gebi hanya menjawab dengan anggukan. Dia masih enggan untuk bersuara,apalagi alat bantu pernafasan yang terpasang pada hidungnya membuatnya tidak bisa banyak berbicara.
"teman kamu sedang kuliah sebentar lagi mereka akan kesini" kata wanita paruh baya tersebut .
Yang lagi lagi di jawab anggukan oleh gebi.
Gebi berusaha memejamkan matanya kembali guna menenangkan pikirannya saat ini. Sementara laki laki berbaju biru yang terlihat pertikaian di kantin tadi berbaring di sebelah tempat tidur gebi, gebi tidak menyadari hal tersebut karena adanya tirai pembatas di setiap tempat tidur yang memisahkannya.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 5 sore, kini gebi telah duduk di tempat favoritnya. Hatle bus, yahh itulah tempatnya. Dimana sebelumnya sasa dan jojo telah menawarkan untuk mengantar gebi pulang kerumahnya, namun gebi menolak dan meminta untuk di antarkan ke halte bus saja. Sebenarnya sasa dan jojo menolak hal tersebut, berhubungan karena keadaan gebi yang belum sepenuhnya pulih pasca kejadian di kantin siang tadi. Namun karena gebi tetap teguh pada pendiriannya, terpaksa sasa dan jojo menuruti keinginan sahabatnya tersebut. Tohh jarak rumah gebi dan halte bus tersebut tidak terlalu jauh.
Yahhh gebi dan ayahnya baru pindah kerumah barunya sekitar 2 bulan yang lalu. Ayahnya membeli rumah yang dekat dengan halte bus tersebut karena permintaan anak semata wayangnya tersebut.
"apakah hari ini sama dengan hari hari lainnya?? Apakah kau belum bisa menepati janjimu itu ?" guman gebi dalam hatinya.
Pikiran gebi melayang layang membayangkan masa masa kecilnya yang begitu indah. Sesaat kemudian suara klakson mobil tersebut membuyarkan lamungannya. Ditatapnya mobil merah tersebut yang berhenti tepat di samping halte tersebut.
Kini gebi kembali melamun memikirkan masa kecilnya.
"wahhh dunia yang sempit" suara laki laki itu kembali membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
Gebi menengok ke arah sumber suara tersebut dan melihat seorang lak laki berbaju biru. "tunggu bukankan dia laki laki yang berkelahi di kantin tadi" guman gebi dalam hatinya
Seakan mampu membaca pikiran gebi laki laki tersebut berkata "yahh gue yang tadi di kantin" katanya sambil duduk di bangku halte
Gebi melihat laki laki tersebut dan tanpa merespon pertakaannya dan kembali menatap kedepan hal telihat kendaraan yang melintas. "kayanya kita jodoh dehh "kata laki laki tersebut yang sukses membuat gebi terkejut dan menatap heran ke arah laki laki tersebut
"ini ketiga kalinya kita ketemu dalam waktu 1 hari satu malam" kata laki laki tersebut
Gebi hanya megerutkan keningnya seolah meminta penjelasan lebih kepada laki laki tersebut
"yahh kemarin saat gue putus sama wanita sialan itu , tadi di kantin dan sekarang ini" kata laki laki tersebut sambil menatap kedepan
Gebi mencerna apa yang dikatakan laki -laki teresebut, kilasan tentang kejadian malam kemarin saat seorang laki laki dengan kasarnya menghempaskan tangan wanita yang memohon agar di berikan kesemompatan kedua muncul di pikiran gebi
__ADS_1
"kau laki laki kasar itu""kata gebi sambil menatap laki laki yang kini duduk di sebelahnya mengingat kejadian kemarin malam yang dilihatnya.