cinta halte bus

cinta halte bus
sesak 2


__ADS_3

"saya dan teman saya duluan yah gebi, nanti saya akan menghubungi kamu lagi" seru salah seorang dari mereka dan hanya di balas anggukan oleh gebi sambil memperlihatkan senyum manisnya.


Sementara bagas masih menatap para laki laki tersebut dengan tatapan yang sama menusuknya.


Hening untuk beberapa saat para laki laki tersebut telah meninggalkan bagas berdua dengan gebi di halte bus tersebut.


Hanya ada suara lalu lalang kendaraan yang terdengar sampai bagas membuka suaranya


"siapa dia gebi??" tanya bagas lembut


Namun tidak ada balasan dari gebi.


"siapa para laki laki yang tadi gebi" ulang bagas masih dengan suara lembut namun penuh penekanan.


Hening , masih belum ada jawaban dari gebi membuat bagas tersenyum sinis kemudian kembali membuka suara untuk ketiga kalinya.


"jawab gue, siapa laki laki tadi" bentak bagas


"apa urusannya sama kakak" balas gebi dengan suara yang tak kalah keras dan nyaring . Membuat bagas kembali menorehkan tersenyum sinis


"wahh kamu benar benar gadis langkah yang keras kepala sayang" kata bagas sambil menarik dagu gebi menghadap padanya


"lepaskan aku kakak"seru gebi sambil menepis tangan bagas


"pergilah kakak , aku tidak mau berususan denganmu lagi" sambungnya sambil membuang wajahnya kearah lain


Bagas kembali tersenyum sinis mendengar penolakan gebi terhadap dirinya. Dirinya mengatur nafasnya untuk mengurangi rasa sesak dalam dadanya.

__ADS_1


"kenapa sih gebi? kenapa kamu selalu begini sama saya"


"karena kakak selalu bawa masalah dalam hidup aku" bentak gebi


"aku selalu merasa ..."perkataan gebi terhenti saat bagas dengan kasarnya menarik tanganya menuju kesalah satu gang sempit yang sepi orang. Kemudian menghempaskan kasar tangan gebi begitu mereka telah sampai


"sakit kak" seru gebi begitu bagas menghempaskan kasar tangannya.


"kenapa? Kenapa loh selalu bersikap begini kalaumu sama gue? Kenapa?" bentak bagas


"kenapa?" gebi kembali mengulang kata kata bagas kemudian tersenyum masam


"kenapa kakak besikap seolah aku adalah orang yang jahat dalam hal ini? Kenapa kakak bersikap seolah aku adalah orang yang brengsek dalam hal ini? Kenapa kakak bersikap seolah kakak adalah orang yang tersakiti dalam hal ini? Kenapa?" seru gebi lantang sehingga membuat bagas terdiam sambil mencerna ucapan gebi


"kakak yang masuk dalam hidup aku, kakak yang bilang sama mama kakak kalau aku pacar kakak, kakak yang bilang kalau aku pacar kakak di depan mantan kakak, kakak yang buat mantan kakak melampiskan kekesalannya sama aku, kakak yang buat aku dipandang seolah aku adalah gadis murahan yang merebut kekasih orang , kakak yang..." perkataan geni terhenti, air matanya kini mengalir membasahi pipinya.


"kakak yang membuat aku melanggar janji aku untuk tidak menangis didepan laki laki brengsek seperti kakak" sambungnya dengan suara sendu akibat tangisan yang terus turun dari matanya.


Bagas mematung melihat gebi. Dirinya benar benar merasa sakit melihat gadis dihadapannya menagis begitu sendu.


Hatinya sakit melihat air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata gadis di hadapannya.


"maaf" hanya kata itu yang mampu keluar dari dalam dirinya. Kata yang tulis dari hatinya


Tidak ada jawaban dari gebi. Dirinya masih saja terus menangis tanpa bisa berhenti.


"maaf gebi" sambung bagas

__ADS_1


"buat apa kakak minta maaf? Bukan ini yang kakak inginkan? Membuatku sengsara, membuatku tersiksa? "seru gebi dengan suara lantang masih dalam tangisannya


"kakak brengsek, kakak jahat" sambungnya sambil duduk lesu seolah tak mampu lagi berdiri.


Tangisannya masih saja terdengar sendu bahkan lebih sendu lagi. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya tanpa bisa dia hentikan.


"berhentilah menangis gebi, berhenti" seru gebi pada dirinya sendiri.


Namun nyatanya air mata itu terus saja mengalir dari pelupuk matanya ,begitu juga rasa sesak dalam dadanya.


Bagas menghela nafas dengan berat. Untuk pertama kalinya dirinya harus mengucapkan maaf pada orang selain ibunya.


Untuk pertama kalinya dadanya sasak melihat seorang perempuan menangis begitu sendu karena dirinya.


"maaf" kalimat maaf yang ketiga kalinya keluar dari bibir bagas. Sambil berlutut mensejajarkan tingginya dan gebi bagas berusaha menenangkan gebi.


"jangan sentuh aku brengsek" seru gebi saat bagas menyentuh pundaknya


"pergilah kakak aku tak mau melihatmu, pergilah" lirih gebi masih dalam tangisan pilunya


Hati bagas kembali sesak mendengar penolakan gebi. Senyum masam terukir di bibirnya


"kenapa kau sebenci ini padaku? Maaf jika aku melukaimu gebi, tapi diriku sendiri tak tau mengapa aku bisa kesar itu padamu. Aku tak senang kau menolakku. Aku benci kau bersama orang lain. Aku benci kau tersenyum pada orang lain. Sedangkan aku? "lirih bagas dalam hatinya masih dalam senyum masamnya


jangan lupa like dan comennya


untuk mendukung penulis😊😊

__ADS_1


__ADS_2