
"dasar cwek murahan, guekan udah bilang jangan janggu pacar gue" bentak silvy
"tapi saya tid...." kata kata gebi terhenti saat silvy kini kembali mendekat kearahnya dengan tatapan penuh kebencian.
"loh itu emang cwek murahan" bentak silvy. Kata itu keluar dari bibir silvy di sentai dengan jambakan kasar di rambut gebi.
"engga punya malu" sambungnya yang kini semakin memperkeras jambakan rambut gebi.
Gebi tidak dapat berbuat apa apa. Tubuhnya terlalu lemah untuk melawan wanita yang mengamuk secara membabi buta tersebut.
Umpatan umpatan kasar terus keluar dari bibir silvy yang menjadikan dirinya dan gebi tontonan seluruh pengunjung mall tersebut
"gue udah pernah peringatin loh" bentak silvy yang kini melepaskan jambakan rambut gebi kemudian dengan angkuhnya bersimpuh di hadapan gebi sambil memandang wajah gebi dengan jijik
"dan loh engga pernah mau dengar peringatan gue" kata tersebut selesai dan di akhiri dengan sebuah tamparan keras di pipi gebi .
Plak
Gebi meringis kecil saat merasakan hawa panas mengenai pipinya. Air matanya kini sudah tak mampu lagi dia bendung
"aku engga goda pacar kamu" suara lirih gebi akhirnya terdengar.
Namun silvy hanya tersenyum sini mendengarnya
" mana ada pelacur yang mau ngaku" jawab silvy yang seolah menjadi jawaban paling sakit bagi gebi daripada perlakuan kasar silvy padanya
Air matanya mengalir begitu deras "PELACUR? apakah sebegitu rendah dirinya? Apakah sebegitu kotor dirinya?" guman gebi dalam hatinya
Sementara para pengunjung mall yang dari tadi memperhatikan mereka kini saling berbisik seolah menghakimi gebi dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1
"apa apaan ini?" suara bagas kini terdengar dari balik kerumungan orang orang
Matanya merebar melihat gebi duduk bersimpuh di lantai dengan keadaan mengenaskan.
Bukanhanya itu salah satu pipinya tampak memerah akibat tamparan dan sudut bibirnya mengekuarkan darah.
Sementara di depannya seorang wanita berdiri dengan begitu anggunnya sambil tersenyum manis pada bagas.
" apa apaan ini? Apa yang kau lakukan?" bentak bagas pada silvy sambil menatap keadaan gebi yang masih duduk di lantai
"aku hanya memberikan pelajaran pada wanita murahan ini sayang, karena telah berani merebutmu dariku" jawab silvy sambil memeluk manja lengan bagas
" wanita murahan?" tanya bagas dengan kening berkerut
"yahh wanita murahan Sayang. Wanita yang dengan tidak tau malunya mengodamu" sambung silvy
Untuk beberapa saat bagas terdiam menatap kondisi gebi.
"jangan kasar pada gadis kecil ini" sambungnya sambil membantu gebi berdiri
"pulanglah nanti aku akan menghubungimu" lanjutnya sambil membantu gebi berjalan meninggalkan kerumungan pengunjung yang masih setia menatap mereka
"lepaskan aku" bentak gebi sambil melepaskan tangan bagas di bahunya
" semuanya gara gara kau" lanjutnya dengan nafas berantakan
" seandainya aku tidak bertemu dirimu aku tidak akan mengalami semua ini, semuanya karena dirimu, aku menyelasan mengenalmu" lanjut gebi sambil menahan air matanya yang kini mulai jatuh membasahi pipinya
__ADS_1
"aku?" tanya bagas dengan kening berkerut
" yah kau! Semua gara gara kau brengsek. Aku menyesal mengenalmu"
Kening bagas berkerut, sesaat kemudian sebuah senyum penuh ejekan terukir di bibirnya
" ini belum seberapa baby, kamu bisa membuat yang lebih dari ini untukmu" kata bagas
Sontak mata gebi melebar " kenapa aku? Kenapa harus aku? Apa salah ku padamu?kenapa kau melakukan ini padaku?" lirih gebi dengan suara seraknya
"kenapa kau?? Tanyakan pada dirimu sendiri baby?" sambungnya
"kenapa aku?" jawab gebi dengan nada lirih
" kenapa?"
"karena kau satu satunya gadis yang berani menolakku dan aku tidak suka penolakan" jawab bagas penuh penekanan
" dan bukankan sudah ku katakan bahwa kau tidak ada bisa pergi dariku jika bukan aku yang yang mengizinkanmu? Maka dari itumu jangan coba coba berpikir menjauh dariku" sambung bagas dengam senyum licik
" aku bisa memberikanmu penderiaan lebih dari ini jika kau masih terus menolakku" sambungnya
Tidak ada jawaban dari gebi. Air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya seolah menjadi pertanda betapa sakit hatinya mendengar ucapan bagas
" aku tidak akan memaafkanmu" guman batin gebi
**jangan lupa like dan comennya
Untuk mendukung penulis
__ADS_1
maaf typo bertebaran😊😊😊**