cinta halte bus

cinta halte bus
cemburu


__ADS_3

Pagi berikutnya tepat pukul 08.30 pagi. Dua orang tersebut telah berada di sebuah kampus di kotanya.


Setelah sebelumnya bertemu dengan pak bayu, kini keduanya telah siap dengan berbagai perlengkapan baik fisik maupun mental untuk acara seminar di kampus tersebut.


Bagas berjalan di samping gebi sambil sesekali mencuri pandang kepada gadis di sebelahnya.Bagaimana tidak, menurutnya gebi sangat manis hari ini dengan dress selutut berwarna pink yang sangat pas di tubuhnya di tambah dengan sedikit polesan make up di wajahnya menjadikannya sangat cantik di mata bagas hari ini.


Dan nyatanya, hal itu bukan hanya menurut bagas. Karena begitu memasuki area kampus, banya sekali pasang mata mahasiswa menatap kagum kearah gebi seolah enggan membuang waktu menatap keindahan ciptaan tuhan


Gebi sendiri tidak menyadari hal itu, dirinya masih saja mengomel dalam hati kecilnya sambil mencaci-maki bagas yang jujur hanya mampu dia lakukan dalam hatinya.Bisa bahaya nyawanya jika dirinya berani memaki laki laki tersebut secara terang terangan


Gebi menghela nafas kasarnya. Dan nyatanya itu menimbulkan rasa penasaran dalam diri bagas


"kenapa?" tanya bagas


"ehhhanu engga kok kak" seru gebi gugup


"kamu sakit?" tanya bagas lagi dan langsung di balas gelengan oleh gebi


"terus kam__" kata kata bagas mengmbang saat seorang wanita seusia dirinya berdiri di hadapannya


"bagas yah" seru perempuan itu sambil menatap bagas.


"iy saya, ada apa?" balas bagas


''saya sinta, saya di perintahkan oleh pak adrian menjemput anda keruang seminar" sambungnya sambil mengacunkan tangan untuk perkenalan dan langsung di balas oleh bagas .

__ADS_1


"mari ikut saya" sambung sinta dan langsung di ikuti oleh bagas dan gebi


Gebi hanya memutar bola matanya malas, kemudian mengikuti langkah bagas.


"dia cantik kan geb?" bisik bagas saat berjalan tak jauh di belakang sinta.


"kakak suka?"tanya gebi


"kamu lihat aja dong, cwek cantik kaya dia siapa sih yang nolak" sambung bagas masih dengan nada berbisik sambil memperhatikan raut wajah gebi


Kamu pasti akan cemburu gebi


Tidak ada respon berlebihan dari gebi, malah cenderung terlihat santai menanggapi bagas. Dan itu sukses membuat bagas sedikit risih.


Apakah sampai sekarang gebi belum jatuh hati padanya? Tapi kenapa? Bukankah bagas masih sama tampannya seperti dulu? Bahkan tidak ada satu pesona pada dirinya yang berkurang tapi malah bertambah. tapi kenapa dengan gebi? Kenapa gadis itu masih menolaknya


"tapi jangan kasar kasar lagi" sambungnya dengan nada mengejek pada bagas dan langsung mendapat tatapan tajam dari bagas


"kenapa? Aku engga salah ngomon kok "balas gebi


Dirinya sangat senang bisa membuat bagas kesal hari ini, toh bagas tidak mungkin membentaknya disini karena itu mampu menghancurkan imagnya.


"ingat sayang, kita tidak selamanya disini, 2 jam kedepan kau akan dapat hukuman atas keberanianmu ini" sambungnya bagas sebelum berjalan lebih cepat meningalkan gebi dan gebi hanya acuh dengan ucapan bagas


Seminar tersebut berjalan lancar seperti yang di harapkan. Dan kini bagas sedang berdiri sambil berbicara pada beberapa dosen wanita muda di dalam ruang yang sama dengan tempat diadakannya seminar.

__ADS_1


Terjadi perbincangan yang cukup menyita waktu antara bagas dan dosen dosen tersebut. Sekeli terlihat beberapa dosen muda tersebut merona.


Dan gebi sangat nyakin itu adalah ulah bagas. Pastilah bagas mengeluarkan berbagai gombalan mautnya untuk memabukkan pada dosen cantik itu.


Gebi menghela nafas beratnya sambil melirik arloji di tangannya. sudah sekita 30 menit seminar ini berakhir dan bagas masih sibuk dengan perbincangannya dan itu sangat membosankan bagi gebi.


Bagaimana tidak bagas menyuruhnya duduk di kursi dan melarangnya untuk mendekat juga melarangnya meninggalkan ruangan tersebut seolah olah hendak menyuruhnya untuk menyaksikan dirinya dan dosen dosen cantik itu di tempatnya.


Dan satu hal yang sukses membuat gebi membulatkan matanya saat salah satu dosen cantik yang tadi dirinya kenal dengan nama sinta kini merengkul lengan bagas dengan manjanya.


Ada rasa sesak dalam dada gebi melihat hal itu namun dirinya tidak mengerti rasa apa itu. Dan kejadian selanjutnya sukses menambah rasa sesak di dalam dadanya. Saat dosen dosen cantik itu telah menyelesaikan percakapan mereka dan menyisakan bagas dan sinta di sana.


Dengan terang terangan sinta mengecup pipi bagas dan di sambut senyum oleh bagas


Dada gebi terasa sesak melihat itu semua, namun dengan segera dirinya berusaha menutupi itimu semua saat ada yang menepuk bahunya.


Gebi membalikkan badannya dan menatap 3 orang mahasiswa yang berdiri di belakangnya.


"buat kamu" kata salah satu mahasiswa tersebut dengan menyerahkan sebuah minuman kepada gebi dan langsung di balas senyumum manis oleh gebi


"terima kasih" lirihnya


"kenalin gue_" kata kata mahasiswa tersebut seolah melayang saat tiba tiba bagas kini sudah berdiimri tepat di sebelah kursi gebi sambil menatap tajam kearah 3 mahasiswa tersebut


" pergi"bentak bagas kepada 3 mahasiswa tersebut dan langsung membuat ketiga mahasiwa itu lari terbirit birit seolah takut dengan tatapan intimidasi yabg bagas pancarkan

__ADS_1


**jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis


😊typo bertebaran**


__ADS_2