cinta halte bus

cinta halte bus
ancaman 2


__ADS_3

"hay baby, maaf kamu nunggu lama yah" kata bagas yang langsung mengecup pundak kepala gebi.


Sementara gebi langsung mendorong bagas dan menatapnya dengan tajam


"maaf bro gue duluan sama pacar gue" kata bagas yang langsung menarik tangan gebi meninggalkan pemuda tersebut yang hanya senyum masam melihat gebi dan bagas.


"Lepaskan aku kak" berontak gebi begitu bagas menarik paksa tangannya menuju kesalah satu tempat sepi di dekat halte bus tersebut.


Tidak ada jawaban dari bagas membuat gebi semakin meninggikan nada suaranya


" lepaskan aku kak" bentaknya sambil meronta melepaskan tangan bagas.


Bagas melepaskan tangan gebi, kemudian menatap tajam kearah gebi


"bagus yah, berduaan sama cwok lain di depan gue" kata bagas dengan menahan emosinya


"bukan urusan kamu kak dan aku tegasin aku bukan pacar kamu" bentak gebi


"apa loh lupa? Gue udah bilang kalau loh engga akan lepas dari gue selama bukan gue yang bosan sama loh" kata bagas dengan penuh penekanan


"jangan mimpi kau kak. Aku tidak akan menuruti apa yang kau katakan"


"jadi loh mau foto kesebar dan satu kampus tau betapa murahannya loh?" kata bagas dengan begitu tajam.


"murahan?"kata itu seakan menusuk hati gebi. Matanya memanas menahan air matanya untuk tidak keluar di hadapan laki laki brengsek seperti bagas


"kenapa?" tanya bagas yang mengawasi ekpresi gebi


" sekarang dengerian gue, loh engga boleh dekat sama cwok. Paham?" sambung bagas.


Tidak ada jawaban dari gebi " sekarang masuk gue akan anterin loh pulang" sambung bagas sambil berjalan memasuki mobilnya yang terparkir tepat di sebelah mereka berdua berdiri


"kenapa kak?" suara gebi terdengar masih pada posisi awalnya

__ADS_1


bagas mengerutkan keningnya sambil menatap gebi


"kenapa kak lakuin ini sama aku? apa salah aku sama kak? kenapa harus aku?" tanya gebi dengan air mata yanh kini mulai membasahi pipinya


"karena gue mau kasih loh pelajaran" jawab bagas sini. Gebi berusaha mencerna kata kata bagas namun sebelum kembali bertanya bagas kembali membuka suaranya "gue akan buat loh nyesel karena udah nolak gue dan bakalan buat loh menderita " sambungnya denga penuh penekanan


"hanya kerena Itu kak buat aku menderita?" tanya gebi dengan suara paruh


"yah"jawab bagas enteng " sekarang masuk mobil gue anterin loh pulang, dan ingat geu paling engga suka di tolak" sambung bagas penuh penekanan



Gebi masuk kedalam rumahnya dengan langkah lemas dan mata yang masih merah setelah menangis


"*apa loh lupa? Gue udah bilang kalau loh engga akan lepas dari gue selama bukan gue yang bosan sama loh"


"jadi loh mau foto kesebar dan satu kampus tau betapa murahannya loh*?"


"karena gue mau kasih loh pelajaran"


Kata kata bagas terus mengema di telinganya.


"tidak ada air mata untuk laki laki brengsek itu. Selamanya tidak ada. Dan selamanya juga tidak ada kata maaf untuknya" batin gebi sambil menahan air matanya yang kini mulai menetes dari peluk matanya.


Hatinya benar benar sakit dengan ucapan bagas.


Flasback


"*kenapa gebi nangis" anak laki laki itu duduk tepat di samping gebi kecil yang sedang menangis tersedu sedu


"siapa yang buat gebi nangis?" sambung anak laki laki itu


Masih tidak ada jawaban dari gebi kecil

__ADS_1


" udahh babas janji akan jaga gebi. Sampai tidak ada yang akan buat gebi nangis lagi" kata anak laki laki itu sambil menerka air mata gebi kecil*


Gebi tersenyum masam mengingat kenangan masa kecilnya.


"kamu kemana? Kenapa lama banget? Aku udah tungguin kamu lama banget. " guman gebi dalam hatinya.


"gebi....."suara sasa mengema di telinga gebi saat membuka pintu rumahnya.


Yah di ruang tamu kini telah duduk dua sahabat baiknya. Senyum terukir di bibir gebi melihat sahabatnya.


Menurut gebi dirinya sangat beruntung karena memiliki sahabat yang selalu ada untuknya.


Sambil melangkah kearah sasa dan jojo gebi membuka suaranya " kok engga kasih tau aku kalau mau datang?"


" biar kejuatan" kata sasa sambil memberikan buah kepada gebi


"buah" tanya gebi heran dan langsung di balas anggukan oleh sasa


" kan kamu lagi sakit kata jojo" balas sasa sambil menatap jojo yang asyik memakan es krim yang tadi sempat dibelinya bersama sasa sebelum kerumah gebi


"es krimm buat aku mana?" tanya gebi begitu melihat jojo


"kamu lagi sakit engga boleh makan es krim " jawab sasa


Helaan nafas berat di lontarkan gebi. Enggan untuk berdebat dengan sasa yang keras kepala. Membuatnya memilih diam dengan perasaan kesal


"mau geb?" tawar jojo saat melihat raut kesal gebi.Seketika mata gebi melebar dan disertai anggukan "mau mau" kata gebi dengan antusias.


"nihh" kata jojo memberikan suapan es krim pada gebi yang langsung di sambut senyuman dengan gebi.


sementara sasa hanya tersenyum melihatnya


" seandainya kamu bisa buka hati kamu buat jojo geb," gumannya

__ADS_1


jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊


__ADS_2