
Hari ini pertama kalinya gebi kembali menginjakkan kaki di kampus setelah istirahat selama 3 hari. Raut kesal tergambar di wajahnya.
Sebenarnya gebi enggan untuk masuk kuliah pagi ini. Bukan karena gebi orang malas, tetapi mengingat siapa dosen yang akan mengajarnya pagi ini seketika menghancurkan moodnya.
"turun geb" seru jojo begitu mobil yang di kendarainya sudah terparkir rapi di parkiran kampus. Hembusan nafas kasar gebi lontarkan sebagai jawaban
"yuk" kata jojo sambil menggandeng tangan gebi. Sementara gebi hanya berjalan lesu mengikuti jojo
" jojo aku izin aja yah" kata gebi masih dengan wajah lesunya
"kamu masih sakit yah? Kalau gitu aku antar pulang aja" tanya jojo dengan nada khawatir
"hemmm.....engga kok cuma...cuma aku butuh istirahat sebentar. Kuliah jam pertama aku izin yah" kata gebi dengan suara terbata bata
Dan hanya dibalas anggukan oleh jojo
Dan disinilah gebi sekarang berbaring di atas kasur yang tersedia di ruang kesehatan setelah sebelumnya diantar oleh jojo.
Jojo selalu saja bersikap lebih jika itu menyangkut gebi dan gebi merasakan hal itu.
Namun dirinya hanya tau jika jojo bersikap begitu kerena mereka sahabat baik
Gebi mencoba memejamkan matanya guna mengistirahatkan pikirannya yang terus berkeliaran entah memikirkan apa.
"sakit baby?" suara laki laki itu seketika membuat gebi membuka lebar matanya dan menatap tajam kearah pemilik suara tersebut.
"hhh tenang baby, aku engga akan sakitin kamu kok" kata bagas sambil berdiri ditepi kasur milik gebi
"mau apa kakak disini? Bukannya kakak harusnya mengajar?" tanya gebi dengan suara lantang
"saya ini dosen dalam kuliah dan saya bebas keluar setelah memberikan tugas kepada mahasiswa" jawab bagas dengan nada arogannya
__ADS_1
"dan saya dengar kamu sakit maka dari itu saya datang menjenguk kamu baby" sambungnya dengan nada menggoda.
"saya sedikit pusing" jawab gebi dengan nada cuek " saya mau istirahat kakak boleh pergi sekarang" sambung gebi dengan nada tidak senang bagas berada ditempat tersebut.
Bagas tersenyum sinis mendengar perkataan gebi yang seolah oleh menyiratkan secara nyata kalau gadis tersebut tidak menyukai keberadaannya "bagaimana mungkin saya pergi sedangkan pacar saya sedang sakit" kata bagas sambil menarik kursi dan duduk tepat di sebelah kasur gebi
Gebi memilih tidak menanggapi bagas dan kembali memejamkan matanya untuk mengistirahatkan pikirannya .
"saya paling tidak suka jika ada orang yang mengabaikan saya" kata bagas dengan penuh penekanan.
Butuh beberapa saat untuknya kembali melanjutkan kalimatnya setelah melihat tidak ada respon dari gebi " jangan paksa yang berbuat kasar sama kamu gebi" sambungnya.
Gebi mendengar apa yang di ucapkan bagas, namun gadis tersebut memilih tetap diam untuk mengistirahatkan tubuhnya. Baginya toh itu adalah hal sudah biasa dirinya dengar dari bagas.
"gebi" suara bentakan bagas mengema di dlama ruang tersebut. Membuat gebi seketika membuka matanya karena terkejut.
"apa?" jawab gebi dengan nada lantang sambil duduk dsri posisi tidurnya
Bagas hanya tersenyum sinis mendengar ucapan gebi " wahh sudah berani kamu yah" kata bagas
"apakah saya kurang memberikan kamu perhatian sehingga bersikap sekasar ini?" sambungnya dengan penuh penekanan
"kenapa? Kakak kira aku takut sama kakak?" jawab gebi kembali dengan suara lantangnya. Sehingga membuat bagas kembali tersenyum sinis
"kakak kalau engg...." gebi berhenti saat merasakan tangan kekar bagas mencengkram keras tangannya sehingga membuatnya meringis kesakitan
"sakit?" tanya bagas yang melihat ekpresi gebi
" kalau sakit cobalah bersikap lembut gebi, dan saya tidak akan menyakiti kamu lagi" sambungnya masih pada posisi mencengkram tangan gebi
"lepas aku brengsek, dasar laki laki brengsek, gila" seru gebi yang semakin membuat bagas tersenyum sinis dan memperkuat cengkraman tanganya pada tangan gebi
__ADS_1
Gebi kembali meringis , kini matanya surah merah menahan tangis akibat perbuatan bagas.
"bersikap lembutlah baby" kata bagas
"maka aku akan melepaskanmu" sambungnya.
Namun tidak dengan gebi gadis itu kembali memaki bagas dan terus bersikap keras kepala untuk terus menetang apa yang bagas katakan
"kenapa kau selalu membuat emosiku memuncak?kenapa?" suara bagas begitu mengelegar sehingga membuat gebi seketika diam .
"kenapa? Apakah kau memang selalu bersikap keras seperti ini? Apakah kau tidak punya malu, kau ini perempaun kenapa tidak menunjukkan sikap seolah kau perempuan yang lembut" sambungnya
"kenapa? Kau tanya kenapa?" gebi kembali mengulangi pertanyaan bagas.
Membuat bagas menatap gebi penuh tanya
" karena aku bukan wanita lemah yang selalu menuruti perkataan laki laki brengsek sepertimu, aku tidak akan tuntuk pada apa yang kau katakan, aku bukan perempuan lemah yang selalu menangis jika ada yang menggangguku. Itu adalah janjiku pada seseorang" wajah gebi dengan nada lantang
"seseorang?" tanya bagas dengan mengangkat sebelah alisnya.
"yah seseornag yang aku sayangi dan berharga dalam hidupku, seseorang yang mengajarkan ku untuk menjadi perempuan kuat dan tidak mudah di tindas oleh orang lain" jawab gebi
" jadi pergilah brengsek" sambungnya
Bagas kembali tersenyum sinis sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan kesehatan tersebut.
Namun langkahnya terhenti sambil berkata "aku tidak tau siapa orang yang kau maksud itu. Tapi satu hal yang ku tau kalau dia benar benar membuatmu bersikap sekeras ini berarti orang itu sangat berharga untukmu karena kau menepati janji mu padanya.
Namun satu hal yang perlu kau tau aku tidak suka dengan sikapmu itu baby. Dan ku harap kau mau mengubahnya untukku" sambungnya dengan penuh penekanan diakhir kalimat kemudian melangkah meninggalkan ruangan tanpa mendengar jawaban gebi
jangan lupa like dan comennya
__ADS_1
untuk mendukung penuliππππ