cinta halte bus

cinta halte bus
ancaman


__ADS_3

"ahhh.... Sial" bentaknya sambil memukul stir mobil "gue bakalan balas loh bagaimana pun caranya" seringan senyum terlukis di bibir bagas " tunggu saja, mau tidak mau loh pasti jadi pacar gue GEBRIELA ANASTASYA" lanjut bagas


 


Begitu sampai di rumahnya gebi masuk kedalam kamarnya dan langsung menghempaskan kasar tubuhnya di kasur. Wajahnya dia sembunyikan di balik bantal sambil tidur tengkurap.


Tidak suara untuk beberapa saat sampai suara isakan pelan itu terdengar. Gebi mengangkat kepalanya kemudian menghapus air mata yang membasahi pipinya. Isak tangisnya tidak terlalu keras namun jika di dengar lebih teliti , isak tangis itu seakan dalam dan sangat menyakitkan.


"kenapa harus aku? Kenapa kak bagas melakukan itu padaku? Apakah sebegitu rendahnya aku di matanya sehingga seenaknya dia menciumku?" lirih gebi sambil terus menangis


"aku tidak akan memaafkanmu kak" lanjutnya sambil menerka air matanya.


 


Kring... kring...


" kenapa jo?" jawab gebi begitu mengangkat telpon dari sahabatnya jojo


"kenapa loh engga tunggu gue sih geb? Kan gue bisa jemput eloh?" balas jojo dari seberang telpon


" aku ikut papa tadi, soalnya papa ada meating dan searah dengan kampus"


"ohh okok. Tunggu gue di taman yah"


" iy jojo"


Sambungan telpon itu putus.


Gebi menghela nafas panjang sambil menatap mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu lalang.


"Semoga hari ini baik baik saja" guman gebi dalam hatinya. Entahlah pagi ini gebi merasakan perasaan yang tidak seperti biasanya dan itu membuatnya selalu merasa cemas.


Namun sepertinya keberuntungan tidak berpihak pada gebi hari ini. Hal itu terjadi sesaat setelah kata kata itu selesai gebi lontarkan dalam hatinya. Dari tempat duduk gebi saat ini dia melihat sosok laki laki brengsek sedang berjalan kearahnya.


" kak bagas" lirih gebi begitu laki laki itu tepat berdiri dihadapannya

__ADS_1


" hai baby" kata bagas sambil duduk di samping gebi dan merangkul pundaknya


"apaan sih kak" bentak gebi sambil menyingkirkan tangan bagas


Tidak ada jawaban untuk beberapa saat. Hanya senyum sinis yang bagas perlihatkan seolah jawaban dari perlakuan gebi


" duduk" bentak bagas begitu melihat gebi berdiri


"apa gue harus ingetin loh gimana manisnya ciuman kita kemarin?"sambungnya sambil menarik tangan gebi untuk duduk di tempat semula di sertai dengan senyum mengoda


" apa maksud kakak? Kakak jangan bercanda deh" lirih gebi


"gue engga bercanda baby, kemarin gue udah bilang kalau loh pacar gue dan itu berarti loh pacar gue" kata bagas penuh penekanan


"gue engga mau ada penolakan dari loh " sambungnya dengan senyum liciknya


"engga aku engga mau jadi pacar kakak" bentak gebi


" well kalau gitu terpaksa gue umumin ini ke satu kampus" kata bagas sambil menyerahkan sebuah foto pada gebi


Mata gebi sontak melebar, foto dalam genggamannya seketika di robek dan lembarkan ke arah bagas


"tidak ada air mata untuk laki laki brengsek seperti dia" guman gebj


" karena loh milik gue dan engga loh engga boleh pergi sebelum gue yang bosan sama loh" kata bagas lalu pergi meninggkankan gebi yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"dan satu lagi, gue masih punya banyak salinan foto itu, jadi kalau loh engga mau foto itu kesebar, loh harus jadi pacar yang baik buat gue " sambungnya kemudian melangkahkan kaki meninggalkan gebi


Air mata gebi kini mengalir dari pelupuk matanya. Hatinya sangat sakit


" kenapa harus aku?" gumanya sambil memungut robekan foto yang tadi dia lemparkan kearah bagas.


Foto yang menampakkan saat bagas menciumnya kemarin.


 

__ADS_1


Tidak ada suara dalam mobil yang kini di kendarai oleh bagas dan gebi.


yahh bagas dan gebi.


sebenarnya gebi sangat tidak sudi pulang bersama bagas. Siapa yang sudi pulang dengan laki laki sebrengsek bagas??


Laki laki yang mengunakan cara kotor untuk mengajak paksa gebi pulang bersamanya.


bagas mengancaman gebi akan menyebarkan foto mereka bila gebi tidak patuh padanya. dan itu membuat gebi mau tidak mau harus mengikuti perkataan bagas.


"brengsek, laki laki sinting, laki laki kasar, tidak punya malu, sialan" umoatan umpatan itu terus gebi berikan dalam hatinya kepada bagas


"turun" suara bagas seketika membuatnya terkejut.


Mungkin karena terlalu asyik mencela bagas dalam sanuvarinya, gebi sampai tidak sadar saat mobil yang kini mereka kendarai telah terparkir di bassmen sebuah mall.


"ngapain kesini?" gerutu gebi dalam hatinya dengan kering berkerut


.


"gue mau beli sesuatu" kata bagas seolah menjawab pertayaan gebi "buruan turun" sambungnya


enggan berdebat, gebipun mengikuti perintah bagas untuk mengikutinya. walaupun sebenarnya dirinya masih mengumpat laki laki yang kini berjalan di depannya


 


" tunggu gue disini, gue mau kentoilet dulu" perintah bagas sambil memerintahkan gebi duduk di salah satu bangku yang tersedia di mall tersebut.


Gebi sendiri hanya menurut karena memang saat ini dirinya sangat lelah setelah menemani bagas berkeliling mencari buku untuk skripsinya. Lontara nafas berat keluar dari diri gebi "capekknya"


Gebi berusaha menyamankan posisi duduknya untuk memberika efek nyaman bagj tubuhnya saat tiba tiba seorang wanita dengan kasarnya menyeret dirinya kemudian mendorongnya tersungkur dilantai


"aduhh.." lirih gebi


"dasar cwek murahan, guekannudah bilang jangan janggu pacar gue" bentak silvy

__ADS_1


"tapi saya tid...." kata kata gebi terhenti saat silvy kini kembali mendekat kearahnya


jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penulis😊😊😊


__ADS_2