
Tanpa pikir panjang bagas segera menutar balikkan mobilnya dan menghampiri gadisnya tersebut. Namun hal yang disaksikan oleh bagas saat melihat gebi kembali benar benar membuat dirinya bergejolak menahan amarahnya.
Dalam dalam mobilnya bagas dapat melihat dengan jelas gadisnya berdiri dan dihadapannya juga berdiri seorang laki laki yang bagas kenal.
Gebi melangkahkan kakinya menuju halte bus favoritnya.Setelah sebelumnya meminta jojo menurungkannya disebut toko buku yang letaknya tidak jauh dari halte bus yang akan ditujunya. gebi berniat membeli beberapa novel yang sudah lama dia inginkan, namun baru kali ini mampu dia beli.
dengan senyum manis di bibirnya gebi berjalan riang. Rasanya malam ini akan dia habiskan sebagian besar waktunya untuk duduk di halte tersebut sambil mengamati kendaraan yang berlalu lalang. Sekalian menunggu seseorang yang berarti dalam hidupnya, sebuah senyuman lagi lagi terukis di bibirnya saat kembali memikirkan hal tersebut.
Namun langkahnya terhenti saat seseorang dengan tidak tau malunya menghadang jalannya Raka_yah laki laki tersebut adalah raka. "apaan sih rak?" seru gebi saat melihat raka menghadang jalannya.
Raka hanya tersenyum membalas gebi tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dan hal itu tentu saja membuat gebi sebal.
"buang waktu saja" lirihnya dalam hati
"minggir, kalau engga ada perlu jangan halangin jalan aku"seru gebi kemudian berjalan meninggalkan raka. Namun baru 2 langkah kakinya melangkah tangan kekar raka menariknya menuju salah satu tempat sepi di sekitar gang tersebut.
"sakit ka, lepasin" bentak gebi. Namun yang di bentak nampaknya tak menghiraukannya. Raka masih saja menarik kasar tangan gebi dan itu sukses membuat gebi meringis kesakitan.
"lepasin" bentak gebi kembali
Raka melepaskan cengkraman tangannya saat berada pada sebuah gang kecil yang sangat sunyi.
Raka menatap gebi dalam sebuah senyum yang sulit diartikan di bibirnya.
"mau apa kamu" lirih gebi saat melihat raka memperkecil jarak keduanya.
__ADS_1
Refleks saja gebi menyilangkan tangannya di depan dada "kamu mau apa ka, jangan macem macem"serunya
Raka sendiri masih setia mempertahankan senyum sulit diartikan tersebut di bibirnya
"mau gue? Tanya sama loh"lirih raka
"kenapa loh selalu nolak gue?"sambungnya
Gebi diam tidak menjawab pertanyaan raka. "jawab gebi" bentak raka lagi dan kali ini disertai dengan kedua tangannya yang memegang pundak gebi
"jangan kaya gini ka, kan aku udah bilang aku anggap kamu itu teman engga lebih" seru gebi lembut.
"tapi gue engga mau loh anggep teman geb, gue mau lebih"lirihnya disertai senyum sinis dan itu sukses membuat gebi nyeri.
Gebi sedikit terkejut "tapi_ tapi apa hubungannya sama kau ka"
Raka tertawa "loh nolak gue dan itu buat harga diri gue jatuh"
"jadi sekarang loh harus terima hukuman dari gue" lirih raka sambil menatap gebi dalam . Dan di detik berikutnya diri raka menarik pinggang gebi untuk mendekat kerahnya .
Raka mengamati ekspresi takut pada wajah cantik gadis dihadapannya "engga sakit kok kalau loh nurut" lirihnya dan setelah kalimat itu keluar dari mulutnya raka segera mencium leher gebi , sementara kedua tangannya menahan tangan gebi
"jangan ka, jangan aku mohon jangan" lirih gebi sambil meronta ronta
"aku mohon ka, jangan lakuin ini sama aku" kali ini disertai dengan air mata yang jatuh dari peluk matanya.
__ADS_1
Tidak ada balasan dari raka , dirinya masih saja terus mencium leher gebi namun kali ini tangan kanannya mulai menyusuri tubuh gebi dan itu sontak membuat gebi panik
Dengan tangis lirih gebi kembali memnohon pada raka "jangan__ ka aku mohon, hikss hikss jangan"
"tenang sayang, engga lama kok, asalkan kamu diam semuanya akan aman" lirih bagas sambil menatao wajah cantik gebi. Matanya menyalurkan sebuah makna dan gebi sendiri tidak mengerti
"to_" kalimat gebi terhenti saat raka menutup mulutnya.
"engga usah teriak , engga ada yang akan dengar loh"
"jangan ka aku_ aku mohon" lirih gebi dengan air mata yang kian menderas dari pelupuk matanya
Raka menatap gebi, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah gebi dimana sebelumnya memegang dagu gebi agar terus terarah padanya. Gebi masih terus momohon pada raka dengan segenap jiwanya berharap agar raka mau melepaskannya
"tolong, aku mohon siapapun bantu aku" lirih gebi dalam hati dengan tangis pilu
"babas tolong aku, jojo tolong aku" sambungnya.
Gebi padat merasakan nafas bagas dipermukaan kulit wajahnya dan hal itu membuatnya kembali meronta sekuat tenaga. Namun hasilnya masih nihil.
Dan saat raka semakin memperkecil jarak tersebut ......
**jangan lupa like dan comennya untuk mendukung penuliss
typo bertebaran maafkan**
__ADS_1