cinta halte bus

cinta halte bus
pukulan


__ADS_3

Mata gebi sontak melebar menatap tidak percaya dengan laki laki kasar dengan tingkat kepedean diatas rata rata dihadapannya.


"apakah laki laki dihadapnnya ini selain kasar juga memiliki tingkat kepedeaan tinggi" lirih gebi


Gebi hendak membalas ucapan bagas dengan kalimat penolakan tegas. Namun nyatanya itu tidak dapat kesampaian saat secara membabi buta seseorang menyiram wajahnya


"dasar wanita murahan, bukan kah sudah aku katakan jangan dekati bagas. Apakah kau tidak punya malu ?" bentak perempuan itu


Gebi sendiri masih diam dengan seribu bahasa berusaha mengembalikan kesadarannya atas apa yang baru saja di alaminya


"kenapa kau diam? Apakah kah kau tidak punya mulut?" bentak silvy_perempuan itu adalah silvy


Kesadaran gebi kembali saat kalimat bentak kedua dari silvy sukses membuatnya kaget.


Gebi menatap silvy yang juga menatapnya dengan tatapan penuh amarah dan kebencian


"apa yang kau lakukan silvy" suara bagas menggema membuat mereka bertiga menjadi pusat perhatian di dalam restaurant tersebut.

__ADS_1


"aku_aku tidak_kau salah sangka aku_aku tidak menggoda kak bagas" lirih gebi gugup seakan takut dengan tatapan amarah yang diperlihatkan silvy padanya


Silvy hanya tersenyum sinis menatap gebi "jangan pura pura kau, mana mungkin bagas tertarik padamu" serunya dengan nada merendahkan


"lihat dirimu. Apa yang bagas suka darimu?" sambungnya


"apakah kau menggunakan tubuhmu untuk merayunya?"


Perkataan terakhir silvy sukses membuat gebi yang yang tadinya gugup kini menatap silvy dengan mata melebar "tubuh? Apa maksudmu?" tanya gebi


"jangan sok munafik, akui saja kau menggunakan tubuhmu untuk merayu bagas kan?" seru silvy


"kenapa gas? Apakah yang aku ucapkan salah?" serunya


Silvy kemudian kembali menatap gebi dengan tatapan tajam "kau gadis tidak tau malu, beraninya kau mengganggu kekasihku?"


"aku tidak mengganggu kekasihmu" kali ini gebi yang membentak silvy "dan aku tidak pernah merayu kekasihmu itu. Harusnya kau tau diri, bukankah kau sudah diputuskan? Lalu mengapa kau masih mengklaim dirimu sebagai kekasihnya " sambung gebi sambil menunjuk bagas

__ADS_1


"apa katamu?" seru silvy


"apa? Apakah yang ku katakan salah? Bukankan kau memang sudah di campakan?" seru gebi masih dengan suara tinggi "dan satu lagi aku tidak pernah mengunakan tubuhku ini untuk menggoda siapapun itu" sambungnya kemudian berlajan meninggalkan silvy yang mengepalkan tangannya menahan amarahnya sementara bagas hanya tersenyum mendengar kata kata gebi "dari mana datangnya keberanian gadis ini? ini pertama kalinya aku melihatnya membentak orang. apakah keberanian itu muncul saat harga dirinya di injak injak?" gumannya lirih "gebi benar benar sangat mirip dengan gadis kecilku yang dulu" sambungnya disertai dengan senyum tipis melihat keberanian gebi


Nafas gebi memburu saat melangkahkan kaki meninggalkan meja itu, dirinya tidak lagi memperhatian tatapan pengunjung lain. Saat ini yang gebi rasakan hanyalah sakit hati dan mata memanas menahan tangis "mengapa wanita itu memperlakukannya seolah olah gebi adalah wanita murahan?"


Baru melangkah sekitar 5 langkah dari meja itu, gebi merasakan tangannya di tarik paksa oleh seseorang yang kemudian secara membabi buta malayangkan tamparan keras di pipinya "dasar wanita murahan" bentak silvy


Bagas sendiri hanya terkejut tidak dapat berbuat apa apa, kerena gerakan tiba tiba silvy


Gebi merasakan hawa panas di bibinya dan juga perih di sudut bibirnya kemudian menatap silvy yang kali ini kembali Meyalangkan pukulan kearah gebi. refleks gebi menutup matanya.


Namun didetik selanjutnya gebi meresakan tidak ada yang terjadi dan menatap silvy yang sudah terduduk di lantai. Gebi menatap kesamping kemudian menemukan sahabatnya jojo berada disana dengan tatapan marah disampingnya juga ada sasa yang kini merangkul bahu gebi.


"jangan berani beraninya menyentuh gebi, atau kau akan tanggung akibatnya" seru jojo


Kemudian melepas jaketnya dan memasangkannya pada gebi dan menggiring gadis itu meninggalkan tempat tersebut di ikuti pula oleh sasa

__ADS_1


jangan lupa like dan comennya


maafkan typo bertebaran😊😊


__ADS_2