
Mobil yang dikendarai oleh jojo kini telah terparkir indah di parkiran kampus. Sementara jojo dan gebi telah berada di dalan ruangan kuliahnya.
Suasana kelas yang rusuh membuat jojo tertarik untuknmengetahui apa yang sedang teman temannya bicarakan.
Sambil berbincang bincang dengan beberapa temannya jojo nampak sesekali mencuri curi pandang kearah gebi yang hanya duduk lesu tak bertenaga di kursinya.
Sesekali terlihat ekspresi gebi saat menarik nafasnya dengan sangat sulit, seolah ada yang menjanggal disaluran pernafasannya .
Hal tersebut tentu saja memancing rasa penasaran jojo. Jojo mendekat dan duduk di samping gebi sambil mengelus rambut gebi dengan lembut.
"kenapa??" tanya jojo. Namun gebi hanya menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan jojo.
"kalau ada masalah cerita sama gue, gue engga suka lihat loh kaya gini" sambung jojo dengan suara cemas.
Perkataan jojo sukses membuat gebi menoleh pada sahabatnya tersebut. Gebi memeluk erat tubuh jojo sambil kembali menghembuskan nafas beratnya.
"bolehkan gebi peluk jojo?" tanya gebi sambil mempererat pelukannya. Jojo hanya membalas perkataan gebi dengan deheman
" kenapa yah kalau peluk jojo itu enah banget, kaya peluk guling" kata gebi dengan dengan suara mengoda yang sukses membuat jojo mengerutkan keningnya
" ehhh kok guling sih? Emangnya gue banyak lemak yah sampai disamain kaya guling" balas jojo dengan wajah yang di cemberutkan.
Sementara gebi hanya tertawa kecil mendengar perkataan sahabatnya itu.
Jojo mengacak acang rambut gebi yang sukses membuat gebi mengomel dengan sikap sahabatnya itu.
__ADS_1
Namamun hal tersebut sukses membuat suasana hati gebi jauh lebih baik daripada sebelumya.
Terlibat perbedaan argumen membuat gebi dan jojo aduk pendapat yang disertai dengan lawakan jojo. Sesekali terdengar suara tawa gebi saat jojo kembali menguarkan lawakannya.
Terbuai akan suasana gebi dan jojo sampai tidak sadar saat bagas telah berdiri di depan dan memperhatikan keduanya.
"GEBRIELA ANASTASYA" suara bagas menggelegar di seluruh penjuru ruangan saat mendengar gebi tertawa terbahak bahak karena jojo.
Hal tersebut sontak membuat gebi terdiam seketika
"temui saja di ruangan setelah kuliah ini selesai" bentak bagas nada tak terbantahkan
Sementara gebi hanya mengangguk kemudian menelan salivanya dengan sangat sulit
Tidak ada percakapan selama perjalan tersebut. Gebi lebih memilih membuang muka keluar jendela daripada harus berbicara dengan bagas. Bagi gebi hal tersebut jauh lebih baik.
Sementara bagas juga nampak tak terlalu mempermasalahkan masalah tersebut.
Mobil bagas berhenti di sebuah toko kue.
Gebi menatap heran melihat bagas seolah ingin bertanya mengapa mereka berada disini
__ADS_1
"gue harus beli beberapa kue buat ibu gue" kata bagas seolah paham dengan pemikiran gebi.
Sementara gebi hanya mengangguk seakan paham dengan bagas.
Tak butuh waktu lama kini mobil bagas kembali berbaur dengan kendaraan lain di jalanan.
Bagas memberikan beberapa kue untuk gebi dan tentu saja di terima dengan senang hati oleh gebi
"bagai..mana kakak tau.. Kalau saya suka kue .. Rasa .."perkataan gebi terpotong oleh bagas
"saya pilih kue itu secara asal, lagian kamu makan yah makan saja tidak usah banyak bicara" kata bagas tanpa menatap gebi
Sementara gebi hanya cuek dengan jawaban bagas dan lebih kembali memasukkan kue kedalam mulutnya
Mobil yang dikendarai keduanya kini terparkir di halamah sebuah rumah mewah. Yah setelah memberikan tumpukan laporan kepada dosen senior. Bagas mendapat sebuah telpon dan disinilah mereka sekarang , sebuah rumah mewah berwarna putih tersebut.
Bagas nampak khawatir saat memasuki sebuah kamar yang berada di lantai 2 rumah tersebut. Di sana nampak seorang wanita paruh baya sedang berbaring sambil diperiksa oleh seorang doktor
"ibu sakit apa dok" suara bagas terdengar begitu khawatir saat melihat wajah pucat wanita paruh baya tersebut
"ibu kamu hanya kecapean gas, tidak pernuh terlalu khawatir" ucapan doktor tersebut membuat bagas menghela nafas panjang
"saya sudah kasih dia obat, biarkan beliau beristrirahat" kata doktor tersebut kemudian pamit diri. Sementara bagas hanya mengangguk
" pacar kamu cantik gas" suara doktor tersebut membuat bagas menoleh kebelakang melihat gebi yang menatap doktor tersebut dengan alis berkerut.
__ADS_1
Sedangkan sang doktor hanya tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya yang terhenti
jangan lupa like dan comennya😊