
Paviliun Willy
Dokter sudah memeriksa dan mengobati luka luka janice.
Dokter keluar kamar dan menemui seseorang di ruangannya.
"tuan,saya sudah periksa,nona baik baik saja,hanya bebapa memar dan luka lecet,saya juga sudah mengoles obat luar dan ini(meletakkan selembar kertas di meja)adalah resep obatnya"dokter menundukan kepalanya dan melangkah mundur beberapa langkah dari meja.
"baiklah,terimakasih dokter"kata anak itu.
"saya permisi tuan muda"dokter menundukan kepala dan pergi.
"cepat suruh orang belikan resep ini"memeberikan resep obat kepada seseorang yang berdiri disampingnya.
"baik tuan muda"menerima resep dan pergi keluar ruangan.
kring..kring..(telepon berdering)
"hallo"menjawab datar.
"tuan,saya melaporkan,bahwa nona yang ada di paviliun adalah nona muda grub san"jawab seseorang diujung telepon.
"baik,lalu bagaimana dengan keluarga anak anak itu?"anak itu mengerutkan dahinya.
"saya juga sudah menemukan keluarga mereka,sekarang sedang kami bawa ke markas"jawabnya dengan tegas.
"bagus!kurung mereka dulu,besok aku akan kesana,aku masih sibuk!"meletakkan gagang telepon pada tempatnya.
Anak itu keluar ruangan dan menuju kamar janice beristirahat.
Di depan pintu dia bertemu pelayan.
"bagaimana keadaanya?apakah dia sudah makan?"tanya nya pelan.
"belum tuan muda,nona masih tidur,saya sudah siapkan bubur dimeja"jawab pelayan.
"baiklah,kamu boleh urus yang lain,biar aku yang mengurusnya"anak itu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar,dia melihat janice dengan wajah dan tubuh yang terluka.
Anak itu mendekati janice,memegang tangannya yang diperban.
"pasti sangat sakit"guman anak itu
"huh.. kamu kakak baik itu?"suara janice membuat anak itu kaget dan meletakkan tangan janice kembali.
"oh,iya.. kamu sudah bangun"anak itu tersenyum.
"kakak baik,terimkasih ya,tapi bonekaku?"janice sedih
"aku akan belikan boneka lagi untukmu nanti,kamu jangan sedih,oke??"anak itu mengusap kepala janice.
"kakak baik terimakasih"janice tersenyum imut.
"siapa namamu??"tanya janice
__ADS_1
"Dominic Willy"jawabnya. "kalau kamu?"
"aku janice sanjaya,senang mengenalmu kak dom"janice tersenyum,dominic juga tersenyum.
Dominic menyukai janice,dia gadis yang ceria dan selalu tersenyum.
Tok..
Tok..
Tok..(pintu diketuk)
Pelayan datang ke kamar memberikan obat.
Dominic menerima,pelayan pun kembali keluar kamar,dominic mengambil bubur di meja dan menyiapkan obat,lalu membawanya ke ranjang.
Dominic meletakan nampan di meja dekat ranjang,dia duduk di tepi ranjang dan mengambil mangkok bubur.
"ayo,aku akan suapi kamu bubur"kata dominic lembut.
"baiklah"janice bersandar pada bantal,posisinya sekarang duduk.
"ayo buka mulut mu"dominic mendekatkan sendok berisi bubur ke mulut janice"
janice melahap makannya.
Dominic dengan sabar menyuapi janice,sampai bubur habis,memberinya obat dan membantunya berbaring.
"tidurlah,aku akan menjagamu disini"kata dominic menyelimuti tubuh janice dengan selimut.
"ya bicaralah,ada apa??apa yang kamu mau??"dominic berjalan mendekati janice.
"tolong beri tahu papi mami ku,aku takut mereka mencariku"kata janice memelas.
"soal itu sudah aku urus janice,kamu istirahat saja dan menginap di sini hari ini,besok aku antar kamu pulang"dominic tersenyum.
"baiklah,terimkasih kakak baik"janice tersenyum,dia menutup mata dan tak lama terlelap tidur.
Dominic menemaninya,dia mengambil kursi dan menaruhnya disisi ranjang,dia duduk bersandar,menyilangkan kakinya,melipat tanganya didada dan menutup mata,dominic pun ikut tertidur.
---
Janice terbangun dari tidurnya,dia menoleh,terlihat melihat dominic menemaninya hingga tertidur di kursi,janice berusaha duduk dan berdiri dari ranjang,dia menyelimuti dominic.
Janice tersenyum melihat dominic,jika kakanya masih hidup pasti akan seperti dominic yang bisa melindungi adiknya.
---
Tak lama dominic terbangun,dia terkejut saat janice tidak ada di kamar,dominic berdiri dan langsung keluar kamar mencari cari janice.
"janice.. janice... "teriak dominic memanggil.
"aku disini kakak baik"suaranya terdengar di dapur,dominic berlari menuju dapur.
Di dapur dominic melihat janice sedang duduk manis,memakan roti panggang dan minum susu yang dibuat pelayan.
__ADS_1
"kakak baik sudah bangun,mau roti tidak?"janice memberikan roti kepada dominic.
Dominic langsung memeluk janice.
"Adik kecil,lain kai jangan buat aku cemas" kata dominic mengeratakan pelukan.
"uhh sesak kak dom!lepaskan.."janice memukul perut dominic,dominic melepas pelukannya dan memegangi perutnya.
"aduuh.."dominic meringis kesakitan dan terlihat perutnya mengeluarkan darah.
Janice terkejut,dia menjatuhkan rotinya,dia memegang tangan dominic.
"kakak,maafkan aku"janice menangis,dominic tersenyum dan mengelus rambut janice.
"tak masalah"paelayan membawa dominic ke kamarnya dan pelayann yang lain menghubungi dokter.
Janice merasa bersalah,dia menangis tersedu.
"nona,tenang lah,jangan menangis"kata seseorang menepuk pelan punggung nya.
"aku takut bibi,aku takut"janice memeluk pelayan itu.
"tidak apa apa nona,tuan muda akan baik baik saja"menenangkan.
"apa perutnya baik baik saja?apa kakak dom terluka?"tanya janice melepas pelukan.
"iya nona,beberapa hari yang lalu tuan dominic diculik dan di lukai oleh penculiknya,perutnya ditusuk pisau"pelayan menjelaskan,janice kaget dan menunduk.
Janice sedih,dia menyesal kenapa tadi memukul perut dominic,padahal dominic mencemaskan nya.
Dominic peduli padanya.
saat terluka pun dominic masih mau mengegndongnya,mau menyuapinya,bahkan sampai tertidur di kursi demi menemaninya.
Janice berlari menuju kamar dominic,dia membuka pintu dan masuk ke kamar.
Janice berjalan dengan menundukan kepalanya.
"heii gadis kecil,kenapa menangis?kata dominic yang terbaring di ranjang.
"maaf kan aku kak dom!aku menyakitimu"janice duduk di tepi ranjang,dia tetap menunduk.
"baiklah,aku akan memaafkanmu,sebagai gantinya kamu harus janji padaku untuk selalu tersenyum dan tertawa ya?"kata dominic,janice menatap dominic dan tersenyum.
"tentu saja kak dom,aku akan tersenyum untukmu dan tertawa untukmu"janice meletakkan kepalanya ke dada dominic,dominic mengusap rambut janice.
"aku akan membuatmu selalu tersenyum dan tertawa janice,aku akan selalu menjagamu,jika kamu ada masalah beritahu aku ya."kata dominic lemah lembut.
"baik lah"janice mengangkat kepalanya dan tersenyum.
---
flashback off
---
__ADS_1