
Disekolah,sesampainya di halaman sekolah,terlihat banyak mobil mobil mewah yang mengantar siswa siswi kesekolah.Ya sekolah ini adalah sekolah nomor 1 di kota ku.Sekolah terbaik.Bangunan yang megah bagaikan hotel bintang 5,dengan fasilitas kelas VIP.Terlihat siswa siswi berjalan menyusuri pintu utama begitu pun aku.
"la la la la.. nanana.. hmmmm.."kicauan ku menirukan suara lagu yg aku dengar, pada benda yg melingkar ditelinga kiri dan kananku di ikuti gerakan gerakan kecilku.
"aduuuh.."aku meringis kesakitan saat kakiku tak sengaja terinjak salah seorang siswa yang tiba tiba berlarian,entah kenapa semua siswa siswi berhamburan menuju aula sekolah,aku pun penasaran hanya menoleh kiri kanan.
"ada apa sih,rame banget,penasaran.."gumanku dalam hati,aku pun berjalan perlahan menuju aula.
"nice tunggu,nice,huuuhfff"suara olivia dengan tersengal sengal menghentikan langkahku.
"via,kenapa kamu lari lari,bel masuk masih lama kok"jawabku menenangkan via,sambil tersenyum.
"hana mana hana"olivia menoleh kekiri kekanan,mencari yohana dengan dengan seksama.
"aiiiyooo akhirnya sampai juga"dari kejauhan muncul yohana dengan senyumannya yang cantik.
"ayo aku sudah sampai ada apa?suruh aku datang cepat cepat gini?"tanya olivia penasaran dan perasaan sedikit kesal.
"sabar dong,ada kejutan"jawab yohana dengan senyuman misterius,membalikan badannya melangkah menuju aula sekolah.
olivia dan janice mengikuti nya dari belakang.sesampainya di aula sekolah terlihat semua murid berkumpul dengan suara heboh.
"wooow keren"sorak siswi histeris
"auuuuh gue mau dong 1 cowok ganteng gitu"timpa teman sebelah siswi itu.
Janice dan olivia saling memandang,olivia menggelengkan kepalanya.janice mengangkat kedua bahunya,mereka bingung dengan situasi yang mereka lihat ini.
"Tuh..kalian lihat"tunjuk yohana di celah celah murid,terlihat samar samar seorang pria yang duduk didepan piano,sepertinya bersiap.
Terdengar lantunan irama dari piano disambut jeritan jeritan kagum kaum hawa yang terpesona dengannya.
"auuuuuhhhhhh hmmmm.."sweet banget olivia terheran.
"siapa sih,keren banget,meleleh aku"mengepalkan kedua tangan dibawah dagu.hal yang sama dilakukan yohana.
Janice terdiam,sepertinya tidak tidak asing dengan nada itu.Janice mendekati kerumunan sambil mengingat kembali,dan tak lama pun berlari,tanpa di sadari Janice sudah ada didepan kerumunan,Janice pun kaget dengan apa yang dilihatnya,matanya bersinar bahagia dan Janice pun berlari ke arah pria itu.
"Dominic"teriak janice berlari ke arah pria itu,seketika itu irama terhenti,pria itu berdiri dan membalikan badannya dan benar saja itu adalah Dominic,teman masa kecil nya.
"hello honey"suara dominic dengan merentangkan tangan menyambut janice,dan disambut oleh janice yang masuk dalam pelukannya.
__ADS_1
"aku merindukanmu janice,aku datang"lirih suara dominic di telinga janice.
"aku seneng banget ketemu kamu lagi,aku seneng"jawab janice hingga air matanya keluar,janice terharu
Melepas pelukannya,lalu menyeka air mata janice,"jangan menangis,heii aku belum mati"jawabnya dengan tertawa lebar.
☆☆☆
Di Ruang kesehatan..
Dominic,Janice,Olivia,dan Yohana berbincang.
"aiyooo ternyata si ganteng sudah ada yang punya"goda hana pada dominic,dominic hanya tertawa.
"kamu sudah sehat?"janice bertanya dengan cemas.dominic memang tangan janice,membelai lembut.
"tuan putriku,aku baik baik saja kok.okey"
mencium tangan janice membuat senyum janice terlihat.
"hmmmmm ada kita nih,kita juga mau"goda olivia diiringi tawa mereka bersama sama.
"lalu kenapa kamu kesini?gak mungkin kan kamu pindah jadi anak sekolahan?atau kamu mau mengulang sekolah lagi?"tanya janice penasaran.begitu juga olivia dan yohana.
"wooooowww"jawab olivia dan yohana serentak.
"Ya Tuhan,guru musik kita cool"imbuh olivia
"pasti kamu bakalan jadi guru faforit para wanita"kata yohana disambut tawa oleh dominic.
"biasa saja,masih ada yang jauh lebih ganteng dari aku kok,ya kan nice"sembari melirik ke arah janice membuat janice sedikit panik.
"hmm..gak lah,kamu paling ganteng"jawab janice singkat,lalu berdiri dari duduknya.
"yuk..ke kelas,kita duluan ya"menggandeng tangan yohana dan olivia dan menariknya keluar ruangan.meninggalkan dominic.
"daahh mr.domi"olivia pamit
"bye mr.cool"yohana melambaikan tangan membelakangi dominic.keluar pintu.
"janice,apakah kamu belum melupakannya??"
__ADS_1
tanya dominic dalam hati dengan perasaan sedih.
☆☆☆
Di kediaman Janice,dikamar janice berbaring sembari berguling guling kekiri dan kekanan,dia gelisah,masih teringat perkataan dominic.janice duduk dan menggelengkan kepalanya.menyadarkan pikirannya sendiri.
"aku gak boleh mikirin dia lagi,cukup.jane"
janice memegang mukannya menghela nafas panjang.
tok..
tok..
tok..
"nona,boleh saya masuk"tanya seseorang di balik pintu.
"masuk saja bibi lin,tidak dikunci"jawab janice dengan memandang arah pintu.
Pintu dibuka dan bibi lin masuk mendekati janice,menyodorkan telepon rumah.
"ini dari nyonya tua"kata bibi lin ramah,aku langsung menerima panggilan itu.
"hallo oma,apa kabar??"tanyaku gembira.
.........
.........
.........
"okey oma..janice mencintai oma,muach"janice memutus panggilan.menyerahkan telepon kembali kepada bibi lin.
"terimakasih bi,bibi bersiaplah merapikan rumah,lusa oma akan datang"pintaku pada bibi lin.dan di sambut anggukan oleh bibi lin.
"baik nona,saya mengerti"jawab bibi lin,merendahkan kepalanya lalu keluar dari kamar janice.terlihat janice mengehela nafas panjang,memandang keluar jendela.
__ADS_1