
DI RESTORAN
Janice duduk menunggu dominic.
Dia melihat ke arah pintu restoran.
Janice terlihat panik dan cemas.
Dia berulang ulang mengatur nafas nya.
Kling..
Kling..
kling..
Suara benda yang menggantung di atas pintu restoran sebagai tanda pintu terbuka dan tertutup.
Janice cepat cepat menoleh ke arah pintu,Dominic datang.
"hallo janice,sory lama"
Dominic duduk di kursi yang berhadapan dengan janice.
"pesanlah makan,aku sudah lapar"
Dominic melambaikan tangan ke arah pelayan.
"silahkan Tuan dan Nona"
pelayan menyapa dengan ramah.
Dominic Janice memesan makanan dan langsung di layani oleh pelayan.
Dominic pergi ke kamar mandi karena ada panggilan masuk.
Dominic melaju ke arah kamar mandi,
Dominic besandar pada dinding dan mengintip kekana ke kiri,Dominic melihat ke arah Janice,
Janice dalam posisi memebelakanginya,jadi janice tidak tau dominic sedang apa.
Dominic masuk ke dapur dan memanggil pelayan,Dominic betanya soal makannanya dan ya sang pelayan menujukkan makan di depan meja.
Dominic tersenyum,Dominic meminta pelayan mengambilkan es batu dalam gelas berisi air karena dirinya haus.
Pelayan pergi,Dominic dengan cepat mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan cepat cepat mencampurnya dalam makanan janice,mengaduknya aduknya dan memasukan kembali sesuatu itu ke dalam celananya.
Tak lama pelayan datang dan memberi gelas berisi air es.
Dominic menerima dan gelas itu dan kemudian pergi keluar dapur.
Di perjalan kembali dominic tersenyum jahat.
"lihatlah,kau akan jadi miliku sayang"
batinnya.
Dominic kembali duduk dan meletakkan gelas berisi air es batu di meja.
Janice melihat dan bertanya.
"untuk apa es batu dom?"
"kau mau minum air es?"
janice memandang dominic.
"ya hari ini cuaca panas biarpun malam"
Dominic pura pura kepanasan.
"Ya benar,suhu udara juga naik"
jawab janice.
Tak lama berbincang hidangan pun datang.
Pelayan menyajikan,pelayan pergi.
__ADS_1
Dominic melahap makanannya.
Janice pun memakan saladnya.
Dominic tersenyum dalam hati dia tau jika janice tidak mungkin tidak menghabiskan salad sayurnya.
Dominic tetap melahap makan nya agar janice tak curiga.
"maafkan aku janice"
Dominic bicara lembut.
"ya sudah lah,lupakan itu"
jawab janice tersenyum manis.
"mmmmhhh.... salad ini lezat sekali"
janice dengan lahap mengunyah salad sayurnya.
"pelan pelan nanti kamu tersedak"
Kata dominic.
"aku tidak tahan salad ini lezat"
Janice sangag senang.
"mau tambah?atau bungkus?"
Dominic menatap janice.
"oh tidak tidak,lain waktu aku kembali lagi dan makan puas puas"
Janice tertawa,Dominic juga.
-30 MENIT KEMUDIAN-
Dominic dan Janice selesai makan,mereka bergegas keluar dari restoran.
Diluar restoran.
Dominic menampilkan ekspresi cemasnya.
Janice menatap dominic dalam.
"inilah dominic yang ku kenal,lembut dan selalu mencemaskanku,perhatian dan sayang padaku"
batin Janice lalu tersenyum ke pada dominic.
"baikla kakak baik hati"
jawab janice.
Seketika Dominic terkejut!
"sial... kenapa aku jadi lupa akan misiku"
batin dominic kesal.
"ah ayo.. "
Janice dan dominic masuk ke dalam mobil.
Didalam perjalanan mereka mengobrol,tentu nya topik yang mereka bahas tentang kenangan mereka ber dua saat kecil.
Lama bercerita Janice pun tertidur.
Dominic mencoba membangunkan Janice yang bersandar pada kaca mobil.
"Janice,Janice bangun"
Dominic menggoyang goyangkan bahu Janice.
Janice tak merespon.
"ah efek obatnya sudah mulai ya.."
batin dominic.
__ADS_1
Dominic melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke kediamannya.
Dominic menggendong Janice dan membawanya ke kamarnya.
Dominic merebahkan tubuh janice diranjang.
Dominic menatap wajah Janice,Dia membelai wajah Janice lembut.
Dominic mencium kening,ke dua pipi,hidung,dagu dan bibir janice.
Dominic berbisik ditelinga janice.
"aku mencintaimu janice"
"jadilah milikku"
Dominic mencium bibir janice lagi,turun ke leher dan dada janice.
Aroma wangi yang membuat Dominic bergairah.
Dominic membuka kancing kemeja janice perlahan,dibukanya satu persatu dengan lembut.
Matanya terbelalak melihat keindahan tubuh janice.
Dominic berulang kali menelan air liurnya.
Sepertinya dia sudah tak bisa menahan.
Dibukanya juga celana panjang janice perlahan.
Terlihat celana dalam hitam yang membingkus area sensitif janice.
Kini Tubuh Janice hanya terbungkus bikininya saja.
Dominic menjilati perut janice yang putih mulus,
Dominic meraba kulit paha janice,meraba perut janice.
"ahhh sungguh gila,kau sempurna sayang"
"sexy sekali"
"hampir saja aku melahapmu"
guman dominic.
Dominic berhenti dengan aksi liarnya,dia menyelimuti tubuh janice.
Dominic msncium bibir janice sekilas dan pergi ke arah kamar mandi.
Dikamar mandi Dominic berendam air dingin.
Dia harus menjinakkan miliknya yang liar.
Usai mandi Dominic keluar dengan kimononya.
Dia menatap janice dan tersenyum.
Dominic duduk di kursi dan terlihat menghubungi seseorang.
Lama Dominic mengobrol dengan orang itu.
Tak lama Dominic menutup panngilannya.
"Alberto,aku tak akan biarkan kamu memiliki janice"
"Jadi kaulah orang yang menyelamatkan grub san,aku akan lihat bagaimana kamu tahan aku bermain api dengan wanitamu"
Dominic tersenyum jahat.
Dominic mendekati Janice membuka selimutnya dan memotret tubuh janice yang masih menggunakan bikini.
Dominic menutup selimutnya kembali dan kembali duduk di sofa.
Dominic mengirim foto itu pada alberto.
Dia ingin alberto terbakar.
Dominic tau sifat alberto yang cepat emosi dan marah,dengan foto janice yang begini pasti akan cepat memancing kemarahannya.
__ADS_1