CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 17


__ADS_3

Dijalan Janice sesekali berbincang dengan Alberto,


mereka juga saling menggoda tertawa bersama.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah Alberto.


Mobil Janice terparkir dihalaman.


Janice dan Alberto masih di dalam mobil.


"Jane,apa kamu masih mencintaiku?"


"meskipun kita tidak bersama?"


Alberto menatap janice sedih.


"apa maksudmu?"


"aku mencintai Alberto,selamanya"


kata Janice lembut.


Janice menatap mata Alberto dalam.


Meraba wajah Alberto perlahan,dan menangis.


"Maaf kan aku"


"Aku sangat mencintaimu"


Alberto menekan kepala Janice mendekat pada wajahnya,dan mencium bibir Janice.


Alberto ******* lembut bibir Janice.


Janice mencengkram kerah baju Alberto.


Derai air mata mengalir di kedua pipi Janice yang mulus.


Perlahan Tangan Alberto mengusap lembut.


Janice melepas ciuman dan memeluk erat Alberto.


"Aku tidak ingin berpisah darimu"


Janice terisak,memendamkan wajahnya pada dada Alberto yang bidang.


Alberto melepas pelukan,memegang wajah Janice dengan ke dua tangan.


"Menginaplah disini Jane"


"Anggap ini sebagai perpisahan"


Janice mengangguk.


Alberto mengecup kening Janice kilas.


Alberto dan Janice turun dari mobil.


Alberto menggandeng erat tangan Janice masuk dalam rumah.


Janice tersenyum bahagia.


-KAMAR ALBERTO-


Alberto menyalakan lampu kamar.


"Masuk lah"


kata Alberto lembut.


"aku akan mandi,kau bisa tidur ranjang jika kamu mengantuk"


Alberto langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Janice berjalan ke ranjang dan merebahkan badannya ke ranjang Alberto.


"haaah"


desah panjang janice saat berbaring.


"andai aku bisa hidup selamanya dengan Alberto,pasti aku akan bahagia"


batin Janice.


Tak lama Alberto keluar dari kamar mandi.


Janice mendengar pintu kamar mandi terbuka langsung duduk dan menatap ke arah kamar mandi.


Alberto hanya mengenakan handuk yang melingkar dipinggang dan mengeringkan rambutnya.


"eh.."


"sory"


Janice langsung memalingkan wajah dan meraih bantal di ranjang untuk menutupi wajahnya.


"aduh"


"baru ini lihat Alberto nggak pakai baju,sexy banget"

__ADS_1


Batin Janice dengan wajah yang memerah.


"sory jane,aku lupa kimono ku ada di lemari"


Alberto berjalan mendekati lemari dan membuka lemari.


Janice mengintip.


Terdengar pintu lemari di buka,


karena lemari ada di samping ranjang.


Janice melihat Alberto dari belakang,wajah Janice semakin memerah.


"sial.. Alberto lama banget pakai bajunya"


"aku bisa bisa mati kepanasan"


batin janice.


Terlihat punggung Alberto,mulus,bahunya berotot,dan kulitnya yang putih bersih.


Janice hanya menggelengkan kepalanya.


"Janice,ayolah.."


"sadarlah Janice,kamu akan menikah dengan Dominic bukan dengan Alberto"


Batin janice,memendamkan wajahnya di bantal.


"jane"


panggil Alberto


Janice dengan cepat mengangkat kepalanya dan memalingkan wajah ke arah Alberto.


"ya?"


jawabnya cepat.


"bisa bantu oles obat tidak?"


"sepertinya punggungku sedikit tergores tadi saat mandi"


Alberto duduk di tepi ranjang dengan membawa pakaian tidur dan obat.


"bahuku sedikit terkilir saat berolah raga tadi pagi"


"Jadi tidak bisa oles luka sendiri"


"ah iya aku bantu"


Janice mengambil obat,dan mengolesnya di punggung Alberto.


"Hei Gadis,jangan berusaha menjadi penggoda"


kata Alberto.


"apa maksudmu?aku hanya mengoles obat"


"aku tidak menggoda"


Janice kesal.


"sudah selesai"


Janice meletakan obat dimeja sebelah Alberto.


Tanpa sadar dada Janice menempel di lengan Alberto.


"Kamu benar benar nakal Jane"


kata Alberto tersenyum.


"kamu menggodaku"


"apa?"


"mana ada aku godain kamu?"


Janice matap tajam Alberto.


Janice kembali duduk di ranjang disisi belakang Alberto.


"cepat pakai bajumu"


Janice mendorong punggung Alberto dengan kaki.


"Jane.."


"Jangan buat aku melakukan sesutu padamu"


Alberto mengerutkan dahinya.


"Jane awas saja jika kamu menggodaku lagi"


batin Alberto.


Belum selesai kata kata dalam hatinya berhenti kaki Jane menedang Alberto

__ADS_1


"awas,aku mau tidur"


Janice merebahkan badannya di tengah tengah ranjang dan merentangkan kedua tangannya.


"sekarang ini wilayahku,kamu jauh jauh sana"


perintah Janice dengan senyum sengit.


"Jane"


Alberto berbalik dan menatap Janice.


"apa?"


Janice menjawab santai dan memalingkan wajah,seakan tidak peduli.


Alberto di buat kesal oleh Janice.


Alberto geram.


"kamu benar benar.."


Alberto langsung menidih Janice.


Janice seketika kaget dan menatap Alberto.


"kamu,mau apa?"


Janice mengerutkan dahinya.


Alberto tersenyum tampan.


"Aku mau kamu Jane"


Alberto ******* bibir Janice lembut,


Tangan nya mulai berkeliaran,perlahan membuka kancing baju tidur jane.


Janice tidak bisa menolak.


Alberto semakin panas,Dia dengan cepat membuka semua kancing baju tidur Janice.


Alberto melepas lumatannya.


Alberto menarik tangan janice untuk duduk.


Alberto membuka baju Janice dan melempar nya acak.


Tangan Alberto meraba punggung belakang Janice.


Alberto mencium bahu Janice,Janice tak bersuara.


Janice mengigit bibir bawahnya.


Tangan Albreto melepas pengait yang terpasang di punggung Janice.


Alberto melepas pembungkus pa****ra Janice dan dan melemparnya ke sisi ranjang.


Alberto mencium dada dan perut Janice.


"umhhh"


desah Janice lembut saat wajah Alberto tebenam di pa****ra nya.


Alberto bermain dengan pa****ra Janice.


Lidah Alberto bermain lincah.


"ahh... emhhhh"


"aaaahhhh"


suara Janice.


Tangan Janice menarik rambut Alberto.


Alberto tak bergeming,Alberto terus bermain.


"suaramu sexy sekali Jane,aku menyukainya"


Alberto ******* lagi bibir Janice.


Kedua tangan Alberto meremas remas dada Janice.


Tubuh Janice bergeliat seperti cacing.


Alberto menghentikan tangannya dan melepas lumatannya.


Alberto menatap mata Janice.


"Jane,aku mencintaimu"


"aku juga mencintaimu Alberto"


Janice menarik tengkuk Alberto dan ******* bibir Alberto.


Kali ini Janice lah yang liar.


Janice membuat beberapa bekas ciuman di bahu dan dada alberto.

__ADS_1


Alberto tersenyum dalam hati.


Tak menyangka Janice yang polos bisa seliar ini.


__ADS_2