
Pagi berlalu..
Siang juga berlalu..
Malam datang..
Janice masih mencari Dominic.
Berkali kali menghubungi Dominic,ponselnya masih mati.
orang kantor juga bilang Dominic tidak ke kantor hari ini.
Janice bingung.
Tiba tiba pontu terbuka.
Dominic masuk,Janice berlari memeluk Dominic.
Dengan cepat Dominic melepas pelukan Janice.
"aku lelah,bekerja seharian"
Dominic melepas dasi nya dan membuangnya kelantai,melepas sepatu,kaus kaki dan langsung masuk ke kamar mandi.
"apa?bekerja?"
"orang kantor bahkan bilang hari ini tidak datang"
Janice terlihat kesal.
Janice menyiapkan baju ganti untuk Dominic.
meletakan di ranjang.
Dominic keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan melewati Janice membuka lemari dan mengambil baju ganti.
"Dom,bajunya sudah aku ambilkan"
kata Janice kesal.
"hari ini panas,aku akan memakai kaos dan celana pendek"
jawab Dominic.
Dominic keluar kamar,Janice memegang lengan Dominic.
"Dom,kamu mau kemana?"
Tanya Janice lembut.
"ke ruang kerja"
Dominic melepas tangan Janice dan berlalu pergi.
Janice mengejar Dominic dan memeluk Dominic dari belakang.
"maaf Dom"
"kenap kamu menjadi dingin sekarang?"
tanya Janice sedih.
"Aku tidak berubah"
"inilah aku yang sebenarnya"
kata Dominic,kata kata yang menyeramkan.
Janice langsung melepas pelukannya.
Janice kaget,seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"oh ya,siapakan barangmu"
"besok kita akan ke Amerika dan tinggal disana"
kata Dominic,dan langsung pergi begitu saja.
"amerika?"
guman Janice.
---
ESOK HARI
---
Janice dan Dominic sudah dibandara.
sepanjang jalan Dominic hanya diam.
saat sarapan juga diam.
Janice merasa menjadi orang asing.
Didalam pesawat juga Dominic langsung tertidur.
Janice ingin bicara tapi seakan akan Dominic menghindarinya.
Pesawat pun membawa mereka ke Amerika.
.
.
.
.
__ADS_1
.
setibanya di Amerika.
Janice dan Dominic sedang dalam perjalanan dari bandara ke rumah Dominic.
Tak lama mereka pun sampai.
Dominic sudah turun duluan dari mobil dan lgsg masuk ke dalam rumah.
Janice juga turun dan berajalan perlahan melangkah ke arah pintu utama.
Bangunan yang kuno tapi indah.
Terlihat penjaga didepan pintu.
Janice masuk kedalam pintu dan terlihat pelayan berjajar rapi.
"Welcome lady Willy"
kata pelayan pelayan itu.
mereka tersenyum ramah.
Aku membalas senyuman mereka.
Mata melihat kiri kanan mencari Dominic.
"Hallo nona Janice"
suara yang tidak asing,aku langsung cepat melihat sumber suara itu.
"bibi Lin?"
Aku langsung memeluk bibi lin erat.
"bibi,aku merindukanmu"
kata ku bahagia.
"saya juga senang bisa kembali melayani anda"
kata bibi Lin.
"ayo saya antar anda istirahat"
Janice dan bibi Lin berjalan beriringan menuju kamar.
Sampai di kamar Janice dan bibi lin saling berbincang.
Lama berboncang Janice tersadar akan Dominic.
"bi,bibi lihat Dominic nggak?"
kata Janice cemas.
jawab bibi lin.
"apa anda baik baik saja nona??"
tanya bibi lin.
"aku baik bi"
janice memegang tangan bibi lin.
"ah baiklah nona,silahkan beristirahat"
"saya siapkan salad untuk anda"
bibi lin pergi dari kamar.
---
RUANG MAKAN
---
Dominic dan Janice makan bersama sama.
Dominic tak bicara.
Janice menatap Dominic,
"Apa kamu sibuk?"
"ya,besok harus ke kantor"
"ada apa?"
Dominic bicara dingin.
"oh tidak,aku hanya bertanya"
kata janice kaku.
"makanlah saladmu,lalu tidurlah"
"aku masih ada pekerjaan"
Dominic mengelap mulutnya dan dan berdiri,berjalan menuju ruang kerjanya.
Janice hanya menatap Dominic.
Terlihat punggung nya yang hilang ditelan pintu.
Janice menghabiskan saladnya dan pergi ke kamarnya.
Janice duduk di sofa dan bersandar.
__ADS_1
Dia memikirkan Dominic.
Ada apa dengan Dominic?
Kenapa menjadi seperti orang asing?
Sikapnya selalu berubah,
Janice memejamkan matanya dan tanpa sadar tertidur.
Dominic masuk ke kamar dan melihat Janice.
Dengan perlahan Dominic mengangkat tubuh Janice dan membaringkannya ke ranjang.
Dominic merapikan rambut yang menutup wajah Janice.
Dominic membelai wajah Janice.
mengecup kening,mata ke dua pipi,dan hidung Janice.
Janice merasakannya tapi tak membuka matanya.
Dominic mencium bibir Janice lembut,ke dua tangan Janice langsung menekan tengkuk Dominic,mata Janice terbuka.
Janice membalas ciuman Dominic.
Dominic kaget.
Mata Janice menatap dalam mata Dominic.
Dominic perlahan menggit bibir bawah Janice.
nafas Janice tersengal.
Dominic terus ******* bibir janice.
meremas bahu Janice.
Dominic melepas lumatannya.
Dominic mencium leher Janice,menggit pelan telinga janice.
"emmm..hhhh"
Janice mendesah di telinga Dominic.
Dominic merasa darahnya mendidih mendengar suara sexy Janice.
Diciumnya leher dan dada janice dengan lembut.
Janice membelai lembut rambut dan tengkuk Dominic.
Dominic semakin bernafsu.
Dominic menatap mata Janice penuh gairah.
dengan lembut kembali ******* bibir Janice.
Janice melepas lumatan Dominic.
Dia memegang wajah Dominic dengan dua tangannya.
"lakukanlah Dom.."
"jangan tahan lagi"
suara Janice serak.
Dominic memeluk erat Janice.
"Aku mencintaimu janice"
"tapi kenapa kamu hanya mencintai nya??"
kata Dominic.
Mata Janice langsung melebar,Janice bingung.
Tak mengerti yang Dominic katakan.
"mencintainya??"
"siapa??"
"Alberto kah??"
batin Janice.
Dominic melepas pelukannya.
Dia langsung berbaring di sisi lain ranjang,menarik selimut dan tidur.
Janice masih memikirkan kata kata Dominic.
Mungkinkah Dominic kesal karena Alberto?
Atau Alberto ada menggangu Dominic?
Janice memalingkan wajah melihat ke arah Dominic.
Melihat Dominic yang sudah menutup mata dan tertidur.
"maaf Dom,jika aku menyakitimu"
"aku memang mencintai Alberto,hanya Alberto"
"Alberto lah hidupku"
batin Janice
__ADS_1