CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI

CINTA LAMA YANG DATANG KEMBALI
CLYDK 25


__ADS_3

INGGRIS


---


1 MINGGU KEMUDIA


---


Janice puas menginap di rumah orangtuanya di inggris.


Hari ini Dia pergi ke hotel dimana Dirinya dan Dominic akan menginap.


Dominic mengajak Janice bermalam di Hotel,karena akan memberikan kejutan kepada Janice .


Janice menyusuri jalan melihat sekitar.


Dia memeutuskan untuk berjalan jalan sebentar sebelum datang ke Hotel.


"sudah lama sekali tidak pergi jalan jalan kesini"


batin Janice.


Janice melihat toko buku faforitnya.


Dulu saat masih tinggal inggris Janice suka membeli atau membaca buku di toko itu.


Janice berjalan cepat,membuka pintu dan menyapa seseorang nenek tua penjaga toko.


"hallo nenek Merry"


sapa Janice dan mdndekati.


Nenek itupun bangkit dari duduknya dan menatap wajah Janice.


Nenek itu diam sejenak.


"kamu gadis kecil?"


kata nenek yang langsung memeluknya erat.


"Nenek aku merindukanmu"


kata Janice.


Nenek melepas pelukan dan menggenggam tangan Janice.


"apa kabarmu sayangku?"


tanya nya dengan lembut.


"Baik nek"


"aku sedang berjalan disekitar sini,melihat toko nenek yang buka,aku langsung datang"


Janice tersenyum cantik.


Terlihat beberapa pembeli yang mengantri.


Tak mau mengganggu,Janice pamit untuk melihat lihat buku.


"Nek,aku lihat lihat buku dulu ya"


"baiklah"


kata nenek Merry.


Janice menyusuri tiap sudut ruangan.


menatap dan tersenyum.


"Tidak ada yang berubah"


batin Janice.


Janice mengambil sebuah buku.


Membolak balik halaman buku.


Janice terlihat serirus ingin tahu apa isi buku yang dilihatnya.


Disamping Janice berdiri 2 wanita cantik.


Mereka sedang bergosip.


"hai lihatlah,presiden grub edden akan bertunangan"


kata seorang wanita berambut panjang.


"mana coba aku lihat"


wanita berkepang dua melihat diposel temannya.


"wah benar,wanitannya sangat cantik"


"pria tampan dan wanita cantik bersatu"


kata wanita berkepang dua.


"iya"


"presiden Alberto Edden memang luar biasa"


"wanita mana yang tidak tergoda"


"jangan kan memilikinya,punya anak darinya saja aku mau"


kata wanita berambut panjang dengan tawa kecil.


Janice mendengar.


"Alberto Edden??"


batin Janice.


Entah kenapa hatinya begitu sakit"


Seperti tertusuk pisau.

__ADS_1


Janice langsung meletakan bukunya dan berjalan menghampiri nenek Merry.


"Nek,aku pulang dulu ya"


"ada kepentingan"


"lain waktu aku datang"


kata Janice dengan suara serak.


"baik lah sayang"


"datanglah dengan kekasihmu"


kata nenek Merry.


Mereka saling berpelukan.


Janice melepas pelukab dan langsung keluar dari toko menuju Taman.


Janice berlari mengepalkan tangannya.


Sampai ditaman Janice duduk di bangku taman dan dengan cepat mengambil ponsel nya di tas.


Janice mencari berita yang berhubungan dengan Alberto.


Mata Janice seakan mau lepas.


Dilihatnya Alberto berpose dengan wanita cantik.


Dan artikel mengatakan akan ada pertunang am di antara mereka.


Tanpa sadar tangis Janice pecah.


Janice mengusap wajah Alberto di layar.


Hatinya benar benar hancur.


"kamu berhak bahagia Alberto"


"aku akan menjaga anak anak kita dengan baik"


batin Janice.


Janice menyeka air matanya.


Mengatur nafas.


"Ayo Janice,kamu sudah menikah dengan Dominic,lupakanlah Alberto"


batin Janice dan bangkit berdiri.


Janice kembali melangkah menuju Hotel untuk bertemu dengan Dominic.


Sepanjang perjalanan dia memikirkan banyak hal.


Tak terasa dia sudah sampai pada tujuannya.


Janice menghentikan langkahnya dan menatap sebuah bangunan besar di depannya.


Janice menghela nafas panjang.


Berjalan menuju liff dan menunggu.


Pintu liff pun terbuka,Janice measuk ke dalam.


pintu liff tertutup,tangan janice menekan angka tombol dan bersandar pada dinding liff.


Liff berjalan naik.


Dan berhenti,pintu terbuka dan Janice keluar.


Dengan langkah perlahan menyusuri loronh kamar.


Janice sampai di depan kamar dan mengetuk pintu.


Pintu terbuka,Janice masuk kedalam kamar dan menutup pintu.


"kenapa gelap??"


kata Janice.


Janice merasa dipeluk seseorang dari belakang.


"Dominic"


kata Janice lembut.


pelukan terlepas dan lampu menyala.


Janice melihat Dominic di depannya,dengan seikat bunga mawar merah.


Dominic memberikanya pada Janice.


Janice mwnwrimanya dan tersenyum.


"Thanks Dom"


Dominic memeluk Janice erat.


Janice bingung,harus senang atau sedih.


Dia hanya diam saja saat dipeluk.


Dominic melepaskan pelukan dan menarik tangan Janice.


"ayo sini,aku sudah pesankan salad kesukaanmu"


Dominic dan Janice berjalan ke arah sofa.


Dominic duduk diikuti Janice.


"makanlah"


Katanya lembut.


Janice tak menjawab.

__ADS_1


Dia memakan salad nya perlahan.


Dominic juga makan roti isi.


Janice terus menatap Dominic yang sedang makan.


"apa aku harus jujur pada Dominic jika aku hamil??"


"atau aku hanya akan diam saja??"


batin Janice.


Janice dan Dominic makan dengan santai.


Usai makan Dominic pergi kamar mandi mencuci tanganya yang kotor.


Janice berdiri dan keluar pintu berjalan ke teras kamar.


Janice berdiri bersandar pagar melihat bintang.


Dominic keluar dari kamar mandi dan melihat Janice berdiri di teras kamar.


Dominic menghampiri Janice perlahan dan memeluknya erat dari belakang.


"begitu dingin dikuar,kamu bisa sakit"


bisik Dominic lembut di telinga Janice.


"ya"


"aku suka udara ini"


"dan lagi biar saladku tercerna dengan baik"


kata Janice.


Dominic melepas pelukan dan membalikan badan Janice.


Dominic memegang kepala Janice dengan dua tangan dan mencium bibir Janice.


Janice hanya diam tanpa membalas.


Dominic merangkul pinggang Janice.


Ciuman Dominic semakin panas.


Tiba tiba Janice melepaskan tangan Dominic yang melingkar di pinggangnya dan melepaskan ciumannya.


"Dom,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu"


Janice menunduk.


Dominic mengeritkan Dahi


"Ada Janice?"


"Tidak kah kamu senang?"


"Aku sudah menunggumu selama sebulan"


kata Dominic.


"Aku tau Dom,tapi aku harus bicarakan ini sekarang"


kata Janice.


"Aku minta maaf membuatmu kecewa"


Dominic bingung,Dominic memegang erat tangan Janice.


"Ada apa sayang?"


"bicaralah"


kata Dominic lembut.


"Aku.."


"aku.. akuu.."


Janice ketakutan.


"aku apa??


tanya Dominic.


Janice menghela nafas panjang.


"Aku hamil"


kata Janice pelan.


"apaaaa?????"


Dominic kaget.


"bagaimana bisa??"


"Aku bahkan belum lakukan itu denganmu"


Dominic kecewa.


"maaf Dom"


"aku salah"


Kata Janice.


"siapa ayah nya?"


tanya Dominic.


Janice hanya menggeleng tanpa menjawab.


Jika dia menjawab bahwa janin yang dikandungannya adalah anak Alberto,pasti Dominic akan mencarinya.


Tak ingin Alberto dalam kesulitan.

__ADS_1


Janice memilih diam


__ADS_2