
Dominic membawa Rossa ke hotel tempatnya datang tadi pagi.
Tetapi menyewa kamar lain,kamar yang bersebelahan dengan kamar Janice.
Dikamar Hotel,,
"ah.. nyaman sekali"
Rossa berbaring di ranjang.
Dominic menindih Rossa,dan mencium bibir Rossa.
Rossa kaget,Dominic begitu bernafsu.
Rossa tak melewatkan kesempatan.
Dia terus memancing Dominic.
Dominic tak bisa menahan lagi,Dominic dan Rossa saling bercumbu,tubuh mereka menyatu.
Dominic melampiaskan kekesalan dan emosinya pada Rossa.
...
...
...
...
...
"aaaahhhhhhhh"
"sakit......."
Rossa menjerit.
mencengkram lengan Dominic kuat.
"inilah bukti yang aku inginkan"
"jika kau ingin jadi wanitaku"
Dominic berbisik ditelinga Rossa.
"aku tidak bisa bersikap lemah lembut lagi"
Dominic berdiri,memakai kimono dan menuju kamar mandi.
"sialan"
"kasar sekali,sakit semua badanku"
Rossa mengeluh.
"lihat saja,aku akan menjinakkan mu Dom"
batin Rossa.
---
DI KAMAR JANICE
Janice tidur seorang diri,meremas selimut.
matanya sembab.
tangisannya pecah lagi.
Janice mengusap perutnya.
"maafkan mama sayang"
Ting..
Ting..
(Nada pesan)
---
Dominic
•kemas barang barangmu,kita pulang besok!
---
•baik.
(kirim)
---
Dominic
•Besok akan ada orang yang menjemputmu ke bandara pukul 08.00
aku akan langsung kebandara.
---
•iya,oke
(kirim)
---
•kamu dimana?
benar benar tidak pulang?
maaf...
(kirim)
---
---
DIKAMAR DOMINIC
---
Janice❤
•kamu dimana?
benar benar tidak pulang?
maaf...
---
---
__ADS_1
"semudah itu bicara maaf"
"kamu jahat sekali Janice,sampai hati,kamu menyakitiku"
"kamu selalu bermain main"
"jangan salahkan aku mengikuti permainanmu"
batin Dominic geram.
Rossa memeluk Dominic dari belakang.
"kakak sayang,benarkah kamu akan ajak aku tinggal bersama?"
Dominic melepas pelukan dan membalikan badannya.
"Tentu saja"
"kamu sekarang sudah menjadi wanita simpananku"
Dominic mengsap lembut kepala Rossa.
"tapi,bagaimana dengan istrimu?"
"aku takut nanti aku di bunuh nya"
Rossa mengepalkan dua tangannya didada.
Dominic memeluk Rossa erat.
"tidak perlu pedulikan dia"
"aku tidak suka pada wanita yang tidak setia"
"jika kau seperti istriku,aku akan menghukum mu"
Rossa melepas pelukan.
"aku akan setia padamu kak"
"aku mencintaimu"
Rossa memeluk Dominic.
Dominic melepas pelukan dan menggandeng tangan Rossa.
"ayo kita tidur"
"oke"
Rossa tersenyum cantik.
Rossa dan Dominic naik ke ranjang.
meraka merebahkan tubuh mereka masing masing.
Rossa mendekat pada Dominic,dan memendamkan wajahnya kedalam pelukan Dominic.
"Rossa,Rossa"
"hidupmu akan berubah sebentar lagi"
"nikmatilah masa masa emasmu,Rossa"
batin Rossa senang.
"apa ada yang ingin kamu sampaikan Ross?"
Dominic menepuk nepuk pelan punggung Rossa.
"apa aku di rumahmu akan dapat perlakuan istimewa?"
suara Rossa sedih.
Dominic mengusap kepala Rossa.
"Tidak akan,kamu akan tidur denganku di kamar utama"
"dan aku akan memberikanmu kebebasan sebagai Nyonya rumah"
"tidak akan ada yang berani melawanmu"
"istriku sekali pun"
Dominic serius.
Rossa mengangkat kepalanya,menatap Dominic.
"aku benar benar akan menjadi Nyonya rumah kediaman Willy?"
Rossa senang.
"ya"
Jawab Dominic memeluk Rossa.
"terimakasih kakak"
"aku mencintaimu"
Rossa memeluk erat Dominic.
Rossa dan Dominic tertidur,larut dalam mimpi.
---
DIKAMAR JANICE
"eh,tidak dibalas?"
"apa dia sudah tidur?"
"pasti benar benar marah ya.."
batin Janice menatap layar ponsel.
Janice meletakkan ponsel di meja,menarik selimut dan menutup mata.
Berharap mendapat mimpi indah.
---
ESOK HARI
---
BANDARA
Janice sudah sampai dan menunggu.
duduk di kursi,bersama asisten Dominic.
"Nyoya,apa ada yang anda butuhkan??"
"saya akan siapkan"
__ADS_1
tanya Jhony ramah.
"tidak.. tidak ada"
"terimkasih"
Janice tersenyum.
Janice melihat Dominic berjalan di kejauhan.
Dia senang,dan berdiri dari duduknya.
Janice ingin menghampiri namun dia melihat,tangan Dominic menggandeng tangan seorang wanita cantik.
Janice terdiam.
matanya tak henti menatap Dominic dan wanita disebelah Dominic.
"pagi tuan,mari silahkan"
"kita harus bergegas"
kata Jhony.
"baik,ayo sayang"
Dominic tersenyum pada Rossa.
dan mengabaikan Janice.
Dominic dan Rossa berjalan melewati Janice.
Rossa menatap Janice sinis.
"eh,bagaimana dengannya?"
kata Rossa.
"dia punya kak"
"bisa berjalan sendiri"
Dominic menjawab dingin.
Janice kaget,Dominic berubah.
Dia benar benar berbeda dari yang kemarin.
Janice berjalan perlahan mengikuti Dominic dan Rossa.
---
Didalam pesawat pun,Rossa menempel pada Dominic.
Janice melihat Dominic tertawa bersama Rossa.
sesekali Rossa menoleh kearah Janice seakan mengejek.
"tenangkan diri anda nyonya"
Jhony menenangkan Janice.
"siapa wanita itu Jhon?"
Janice bertanya.
"hmmmm.."
"saya bingung harus jawab apa nyonya"
Jhony menunduk.
"oh baiklah,tak perlu jawab"
Janice menyandarkan tubuhnya.
"aduh,kasian sekali Nyonya Janice"
"Tuan juga keterlaluan,mana ada selingkuh terang terangan begitu"
batin Jhony.
"jadi.. apa makanan kesukaanmu kak?
tanya Rossa.
"makan kamu"
Dominic menggoda.
Rossa memukul bahu Dominic.
"jangan bergurau"
"aku serius"
"oke oke"
"aku suka makan ikan dan seafood"
"kalau kamu apa??
Dominic menatap Rossa.
"salad sayur"
Rossa tersenyum.
Dominic mengerutkan keningnya.
"salad sayur ya??"
"sama seperti wanita jahat itu"
batin Dominic.
"sesekali cobalah makanan lain"
"kamu adalah wanita seorang Dominic Willy"
"makanlah makanan terbaik"
"oke"
Dominic mengusap kepala Rossa lembut.
"oke,sayang"
Rossa tersenyum.
---
---
---
__ADS_1
---
---