
Kediaman Alberto.
Di paviliun alberto terlihat berbincang santai dengan peter di ruang keluaraga,mereka sesekali bercanda,pemandangan yang langka ditemukan.
Janice melihat dari tangga,janice senang karena papinya terlihat baik,jarang sekali papinya mau bicara lepas dengan seseorang asing,tapi dengan alberto berbeda,papinya terlihat lebih terbuka dan bahkan lebih banyak bicara.
Janice tak ingin menganggu,dia pergi ke kamar omanya.
Alberto memberikan map file kepada peter.
"apa ini?"kata peter menerima file.
"lihat lah paman,ada banyak penyusup dalam perusaan grub san,paman terlalu baik kepada mereka,sehingga mereka menggit paman tanpa rasa sakit"jawab alberto bersandar pada sofa.
"lalu?untuk apa ini?semua sudah terlambat,grub san sudah tiada"keluh peter.
"paman kembalilah ke inggris,grub san sudah ter tangani,grub san tak mungkin akan tiada,perusahaan grun edden akan menginvestasikan dana pada grub san,dan kita akan jalani beberapa kontrak kerja.
tapi maaf, grub edden tidak bisa mengembalikan saham grub san yang kami ambil alih,ini semua demi kebaikan grub san,grub edden tak akan biarkan grub san hancur begitu saja"jelas alberto panjang lebar.
"aku sangat berterimakasih padamu alberto,kau membatu kami,apa yang kau ingin kan sebagai balasannya?"tanya peter.
"apa ini sebuah kesepakatan?apa kah paman akan memberiakan apa yang aku ingin kan?,apapun itu??"jawab alberto menekankan.
"aku akan berikan apapun maumu!"jawab peter tanpa ragu.
"baik lah paman,aku hanya minta 1 hal,jual lah saham grub san yang paman miliki padaku"jawab alberto tegas.
"baik lah aku akan meminta penngacara melegalitaskan pengalihan saham padamu"jawab peter dengan tersenyum,membuat alberto bingung.
"apakah paman benar benar yakin?kenapa paman tidak menolak?apa paman tidak takut padaku?paman tidak takut aku mengambil alih grub san?ucap alberto dengan menatap peter,peter hanya menanggapi kata kata alberto dengan tertawa.
Alberto kaget,Alberto tak menyangka semudah itu menerima keinginannya.
Peter tak terlihat marah atau kesal.
Bahkan terlihat tenang dan senang.
"Apa rencana nya sebenarnya,ada yang anaeh" batin alberto.
"baik lah paman,aku menatika kesepakatan kita hari ini,aku harap paman menepati janji,kita dapat bekerja sama dengan baik"ucap alberto bangkit dari duduknya.
"aku pasti akan tepati janji"peter berdiri dari duduknya
Peter dan Alberto berjabat tangan.
Alberto pergi meninggalkan paviliun.
Peter kembali duduk,menyandarkan badannya dan menghela nafas.
"anakmu sungguh luar biasa anthony,persis sepertimu"batin peter.
__ADS_1
☆☆☆
Kediaman Dominic
(Ruang kerja)
"bagaimana bisa baik baik saja??bagaimana cara kerjamu??"Dominic kesal,dia menarik asistennya dan mendorongnya ke tembok.
"saya tidak tau akan hal ini tuan,maafkan saya"jawab asistennya.
Tok..
Tok..
Tok..
kleek...(pintu terbka)
"tuan lihat lah laporan saham perusahaan grub willy"kata seseorang dengan panik.
"apa maksudmu bob??"bingung.
saham perusahaan wiily turun dipasaran tuan"jawab nya menundukan kepala.
Dominic langsung berlari ke meja kerjanya,melihat komputernya,melihat grafis sahamnya yang menurun.
"Bob,kita harus lakukan sesuatu agar saham perusahaan kembali stabil"memegangi pangakal hidung nya.
"satu satunya jalan kita harus mencari koneksi baru salam bekerja sama tuan"jawab boby.
"baik tuan,saya permisi"boby meninggalkan ruangan dominic.
Boby pergi dari rumah dominic,boby naik ke dalam mobilnya dan pergi..
Di jalan boby menghubungi alberto.
"hallo"jawab alberto di seberang..
"hallo tuan,buruan memasuki jebakan untuk memangsa"jawab boby.
"kerja bagus bob,lakukan sesuai rencana"jelas alberto.
"baik tuan"boby mematikan panggilannya dan melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
☆☆☆
Kediaman Alberto
(Ruang makan)
Alberto mengajak keluarga sanjaya makan malam bersama.
__ADS_1
"terimakasih sudah berkenan hadir menikamti makan malam sederhana ini"kata alberto.
"sayang,kau berlebihan ini lebih dari cukup"kata oma.
"terimaksih sudah mau membantu kami alberto"kata maudy.
"tak perlu berterimakasih bibi,ini hanya kerjasama biasa"ucapnya merendah.
janice tak mengerti apa yang mereka bicarakan,dia hanya diam dan mendengarkan saja.
"oh iya sayang,besok papi mami dan oma akan kembali ke inggris,kau bisa kembali ke rumah lama,apa kau tak apa apa sendirian lagi?"peter menatap putrinya.
"oke papi,papi baik baik lah disana,jaga kesehatan papi,mami juga oma harus selalu sehat ya"jawab janice dengan senyuman.
"kau juga harus baik baik saja sayang"ucap maudy.
"jika ada sesuatu kau bisa minta tolong pada alberto"sambung oma.
"ahh baik oma"melirik ke arah alberto yang sedang makan.
Usai makan keluarga sanjaya kembali ke paviliun.
Alberto duduk di taman samping paviliun,janice melihat dari dalam paviliun.
janice mendekati jendela mengamati alberto yang sedang duduk seorang diri.
Janice penasaran,karena alberto terlihat sedih.
Janice pun keluar dan menemui alberto.
"ehemmm..boleh duduk nggak?"janice mengejutkan alberto.
"oh..duduk lah jane,kenapa belum tidur?"tanya alberto.
"aku belum ngantuk,tadi mau ambil minum lihat kamu sendirian disini,ya udah aku kesin aja,kamu sendiri ngapain gak tidur??"tanya balik janice karena penasaran.
alberto menghela nafas panjang"aku lelah"mendaratkan kepalanya di bahu janice dan menutup matanya.
"eh apa apaan ini,minggir nggak"janice memegang wajah alberto berusaha menyingkirkan dari bahunya,Tangan alberto memegang tangan janice yang masih menempel di wajah alberto,alberto membuka matanya memandang mata janice.
Janice melepaskan tangannya dari wajah alberto,Janice berdiri dari duduknya dan hendak pergi masuk,tapi langkahnya terhenti karena alberto memeluknya dari belakang.
Alberto memeluk erat tubuh janice,
"i love you jane"bisik alberto lembut ditelinga janice,mata Janice terbelalak.
Janice memegang dadanya,meremas bajunya.
Janice merasakan jantungnya berdebar,
Deg..
__ADS_1
Deg..
Deg..